Breaking News:

Hadapi Ancaman Bahaya Bencana Alam dan Non Alam, BPBD & Damkar Kuningan Gembleng Kader Baguna

Seratusan orang yang tergabung dalam Kader Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) mendapat  materi dan pelatihan dasar dari petugas BPBD dan Damkar

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kader Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Kuningan mendapat materi dari BPBD dan UPT Damkar Kuningan saat mengikuti kegiatan Diklatsar Banguna di lapang Bola Kecamatan Cigugur, Kuningan Jawa Barat, Rabu (26/5/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNUNGAN - Seratusan orang yang tergabung dalam Kader Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) sekaligus sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Kuningan mendapat  materi dan pelatihan dasar dari petugas BPBD dan Damkar Kuningan di lapang bola Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (26/5/2021).

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Baru mengatakan, pihaknya mendapat undangan dari Baguna sebagai pemateri seputar penanganan saat terjadi bencana.

"Sebelumnya saya mendapat undangan dan harus menjadi pemateri di agenda Diklatsar yang diikuti peserta dari Baguna," ungkapnya. 

Mengenai kebencanaan, kata Indra,  itu merupakan musibah. Namun untuk klasifikasi atau skala pada bencana itu jelas memiliki standar penanganan yang khusus. 

"Misal dalam bencana kebakaran, kita tentu selalu berkoordinasi dengan Unit Damkar. Terlebih dalam melakukan pemadaman api yang tak mungkin dipadamkan menggunakan peralatan manual atau seadanya," ungkapnya.

Baca juga: Jelang Musim Kemarau 2021, Ini Strategi BPBD Lakukan Pencegahan Karhutla dan Pemenuhan Air Bersih 

Baca juga: Fakta-fakta Seorang Warga Kuningan Nekat Masuk Sumur Sedalam 12 Meter, BPBD Gerak Cepat Evakuasi

Di tempat sama, Kepala UPT Damkar Kuningan, Khadafi terlihat memberikan materi dan tata cara melakukan pemadaman api. Dalam kesempatan tadi, Khadafi mendemokan pembuatan balon berisi air sebagai alat pemadam.

"Ya tadi kita buat balon yang diisi cairan yang sudah dicampur. Seperti deterjen atau pasta dan bahan lainnya, untuk kemudian balon dibuat tadi bisa dijadikan alat pemadam dengan cara melemparkan balon ke titik kobaran api," ujarnya.

Bupati Kuningan H Acep Purnama yang juga Ketua DPC PDIP Kuningan saat di lokasi mengatakan, saat ini terdapat bencana alam dan non alam yang harus ditangani.

Banyak wilayah di Kuningan yang secara geogarfis mudah terkena bencana longsor saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau sehingga membutuhkan supply air bersih.

"Selain bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga fokus dalam mengantisipasi bencana non alam wabah covid-19 yang terjadi. Mari kita bangun kebersamaan dan kemitraan dalam mengentaskan semua persoalan di masyarakat khususnya terkait dengan kebencanaan," ujar Acep.

Alasan memberikan waktu dan kegiatan Diklatsar terhadap Baguna, kata Acep ini sebagai bentuk dalam menjalin kemitraan dengan satuan kerja perangkat daerah dalam mengentaskan kebencanaan.

"Dalam menangani bencana ada yang disebut tanggap darurat dan pascabencana. Terutama untuk Baguna bisa melakukan simulasi dan mengantisipasi kebencanaan," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved