Breaking News:

PMI Asal Majalengka Dituduh Membunuh

BREAKING NEWS - Dituduh Bunuh Sopir Majikan, PMI Asal Majalengka Terancam Hukuman Mati di UEA

Sejak 2014 lalu, Nenah harus mendekam di penjara Sarjah, Dubai Uni Emirat Arab karena dituduh membunuh sopir majikannya.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Surat permohonan bantuan dari Desa Ranjiwetan ke Kementerian Luar Negeri meminta agar seorang warga mereka dibebaskan dari hukuman di UEA. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA -  Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Nenah Arsinah (38) warga Desa Ranjiwetan, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terancam hukuman mati di Uni Emirat Arab.

Nasib Nenah pun bergantung pada bantuan Pemerintah Indonesia.

Sejak 2014 lalu, Nenah harus mendekam di penjara Sarjah, Dubai Uni Emirat Arab karena dituduh membunuh sopir majikannya.

Nenah juga terancam hukuman mati karena dugaan tuduhan tersebut.

Kepala Desa Ranjiwetan, Saeful Imam membenarkan, bahwa ada warganya yang saat ini sedang terjerat kasus hukum di Dubai, UAE.

Baca juga: Purna PMI Asal Indramayu Tak Perlu ke Luar Negeri Lagi Setelah Pulang, Pemda Bakal Beri Modal Usaha

Baca juga: Ini Kesibukan Carmi PMI Asal Cirebon yang Sempat Hilang Kontak 31 Tahun Usai Kembali ke Keluarganya

Disampaikannya, saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Forum Pekerja Migran Indonesia (FPMI) yang berada di Majalengka.

"Iya benar, katanya dituduh membunuh sopir dari majikannya," ujar Saeful Imam, saat dikonfirmasi media, Senin (24/5/2021).

Di tempat terpisah, Ketua Forum Pekerja Migran Indonesia (FPMI) DPD Majalengka, Muhamad Fauzi mengatakan, pihaknya saat ini sedang menangani kasus warga Majalengka yang dituntut hukuman mati.

Ia mendapatkan laporan dari keluarganya pada bulan lalu.

Halaman
12
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved