Papua
Mahasiswa Papua Demo Minta Jokowi Menarik Pasukan Militer: Rakyat Papua sama dengan Warga Palestina
Pilamo, salah satu koordinator aksi mengatakan, bahwa apa yang dialami warga Palestina sama juga dialami oleh warga Papua saat ini.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Mahasiswa Papua menyatakan bahwa kondisi Papua saat ini tidak sedang baik-baik saja.
Pernyataan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (21/5/2021).
Dalam aksi itu, mereka menuntut Pemerintah menarik militer dari Papua Intan Jaya dan Ndunga.
Pilamo, salah satu koordinator aksi mengatakan, bahwa apa yang dialami warga Palestina sama juga dialami oleh warga Papua saat ini.
"Apa yang dialami oleh sodara kita di Palestina sama dengan yang dialami rakyat Papua," ujar Pilamo.
Baca juga: Teroris KKB Papua Kembali Tembaki Anggota TNI di Pegunungan Bintang, 4 Prajurit Alami Luka Tembak
Ia menilai, dalam kondisi seperti ini Presiden Joko Widodo malah lebih memihak kepada Palestina daripada kepada rakyat Papua.
"Jokowi lebih mendukung Palestina, dia melakukan penjajahan terhadap rakyat Papua, itu bisa dilihat bahwa hari ini masih melakukan operasi militer di Puncak Papua Intan Jaya dan Ndunga.
Banyak pengungsian warga yang hari ini masih belum dievakuasi, rakyat Papua pemilik tanah namun mereka masih terlantar di hutan dan dipinggiran kota," katanya.
Sodara kami di Palestina, kata dia, dan rakyat Papua senasib. Sama-sama berada di bawah penjajahanan.
"Palestina dijajah Israel dan rakyat Papua dijajah oleh Indonesia, oleh sebab itu kami mendukung kebebasan rakyat Palestina yang sama-sama tertindas," tambahnya.
Pihaknya menuntut Pemerintan agar bertanggungjawab dan mengakui hak kedaulatan rakyat Papua yang telah di Proklamasikan pada 1 Desember 1961.
"Itu adalah hak kedaulatan rakyat Papua," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga menuntut negara untuk segera hentikan kekerasan militer. Cabut label terorisme yang dilabeli kepada TPNPB dan membebaskan aktivis Papua.
"TPNPB merupakan bagian daripada gerakan perjuangan pembebasan bangsa Papua, hentikan keberlanjutan otonomi khusus di tanah Papua serta hentikan pemadaman Internet di tanah Papua. Kami meminta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia segera akui hak kedaulatan rakyat Papua," katanya.
Baca juga: Anak Buah Lekagak Telenggen Bocorkan Siasat KKB Papua Usai Menyerahkan Diri ke Satgas Nemangkawi