Breaking News:

PNS Tajir Rohadi Sesenggukan Membantah Kesaksian Mantan Komisaris RS Reysa Indramayu: Semua Bohong

Dengan suara bergetar terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rohadi membantah kesaksian Saanan.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews/Iqbal Firdaus
Mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, memberi keterangan kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Selasa (3/9/2019). 

"Tiap pulang dikerumuni rumah saya akibat ulah Saanan meminta tanah itu diurug, yang semula di belakang rumah sakit Feng shui nya kurang bagus. Harus beli tanah lagi, diurug lagi oleh Saanan," kata Rohadi dengan suara bergetar.

Menanggapi bantahan-bantahan Rohadi, Hakim Ketua di Pengadilan Tipikor Albertus Usada mengatakan Rohadi bisa menyampaikannya lebih jauh pada sidang dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

"Khusus pada saksi Saanan, tetap diperintahkan dihadirkan di persidangan berikutnya ketika saksi berikutnya Aji Husodo sebagai saksi, biar nyambung," kata Albertus.

Diberitakan sebelumnya Saanan membenarkan Rohadi pernah membelikannya mobil Pajero Sport bernomor polisi B 2 RPC.

Saanan mengatakan mobil tersebut dibelikan Rohadi untuk operasionalnya bolak-balik Jakarta-Indramayu.

Saanan menjelaskan dalam hal ini ia juga diminta Rohadi untuk mengawasi proyek pembangunan perumahan di sekitar RS Reisya di Indramayu.

Ia juga membenarkan namanya yang tercatat dalam STNK sebagai pemilik kendaraan tersebut meski mengaku bukan ia sendiri yang membelinya.

"Jadi begini Pak, saya karena tinggal saya kan di Bekasi. Saya mondar-mandir Jakarta Indramayu, akhirnya saya dikasih kendaraan operasional itu," kata Saanan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Dibangun di Kolong Flyover Cibinong, Musala Al-Sadar Terinspirasi dari Prostitusi dan Narkoba

Baca juga: Polisi Gerebek Istri Sendiri Tengah Ngamar dengan Pria Lain di Hotel, Keduanya Nakes Berstatus PNS

Suasana sidang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa mantan Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (20/5/2021).
Suasana sidang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa mantan Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Kamis (20/5/2021). (Tribunnews.com/ Gita Irawan)

Namun demikian, kata Saanan, ia tidak tahu berapa harga mobil tersebut.

Saanan juga mengaku tidak mengetahui di mana Rohadi membeli mobil tersebut.

"Tidak tahu, Pak," jawab Saanan.

Dalam perkara TPPU Rohadi didakwa mencuci uang hasil suapnya sejumlah Rp40.598.862.000.

Perbuatan Rohadi tersebut didakwa melanggar Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Berita lain terkait PNS Tajir Indramayu

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved