Breaking News:

PNS Tajir Rohadi Sesenggukan Membantah Kesaksian Mantan Komisaris RS Reysa Indramayu: Semua Bohong

Dengan suara bergetar terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rohadi membantah kesaksian Saanan.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews/Iqbal Firdaus
Mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, memberi keterangan kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - PNS tajir Rohadi membantah kesaksian yang diungkap mantan Komisaris PT Reysa Mitra Medika, Saanan, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Dengan suara bergetar terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rohadi membantah kesaksian Saanan.

Mantan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengatakan kesaksian yang disampaikan Saanan di persidangan bohong semua.

"Saksi Saanan itu bohong semua," kata Rohadi yang dihadirkan secara virtual di persidangan.

Sejumlah hal yang dibantah Rohadi dari kesaksiaan Saanan di antaranya terkait dengan mobil untuk operasional Saanan.

Baca juga: Pemda Indramayu Ajukan Peminjaman Rumah Sakit Milik PNS Tajir, Aset Rohadi Kini Telah Disita

Baca juga: Begini Penampakan RS Reysa di Indramayu Milik PNS Tajir Rohadi yang Diminta Pemkab

Menurut Rohadi, mobil tersebut bukan dibelikan atas permintaannya melainkan atas permintaan Saanan sendiri.

"Bahkan mobil pun dia (Saanan) minta," kata Rohadi.

Mantan Wakil Direktur PT Reysa Mitra Medika tersebut juga mengatakan pada akhirnya mobil tersebut diambilnya untuk membayar uang petani yang sawahnya telah diurug untuk membuat perumahan.

Sambil sesegukan, Rohadi mengaku ia dijanjikan Saanan uang sebesar Rp50 miliar dan Rp 3 triliun untuk membayar sawah para petani yang telah diurug tersebut.

Namun demikian, uang tersebut tak kunjung datang hingga ia dikejar-kejar petani.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved