Senjata Andalan Israel untuk Lawan Ribuan Roket Hamas, Ternyata Butuh Rp 711 Juta Setiap Diaktifkan

etegangan Israel dan Palestina kini memasuki babak baru setelah Hamas menembakkan roket dari Jalur Gaza.

AFP/ANAS BABA
Sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) Israel bekerja keras menahan gelombang serangan roket kelompok Hamas dari Jalur Gaza, Selasa 911/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021). 

Setiap pengaktifan senjata itu, Tel Aviv harus membayar setidaknya 50.000 dollar AS, atau Rp 711 juta.

Sistem pertahanan tersebut berbentuk seperti korek api raksasa, yang selalu diarahkan ke Jalur Gaza.

Bagaimana sistem itu mencegah serangan misil?

Jika serangan terjadi, Iron Dome akan memantau pergerakannya menggunakan radar dan memprediksi titik jatuhnya.

Pusat kendali akan menghitung titik intersep, dan memerintahkan peluncuran sebelum misilnya mencapai area penduduk.

Setiap peluncur dilengkapi 20 rudal Tamir dengan hulu ledak jarak dekat, dan ditempatkan di seluruh negeri.

Sistem komputernya dilaporkan selalu mengalami pembaruan untuk meningkatkan akurasi dari pertahanan terkuat Israel tersebut.

Seberapa hebat sistem itu mencegat serangan musuh?

Dalam tulisannya di Defence News, Purnwirawan Letnan Jenderal AS Henry A Obering berkata, Kubah Besi bisa mecegat 2.000 rudal dan roket musuh.

"Iron Dome merupakan pilihan paling terbukti dan paling bagus menghadapi tembakan jarak sangat pendek," ulasnya.

Sistem pertahanan tersebut pernah ditempatkan di Operation Pillar of Defence di November 2012, dan Operation Protective Edge pada 2014.

Hasilnya, Kubah Besi mempunyai tingkat akurasi masing-masing 84 dan 91 persen di dua kampanye militer tersebut.

Artikel di Harvard National Security Journal menyatakan, sistem itu jelas mengSenjata Andalan Israel Lawan Ribuan Roket Hamas, Setiap Diaktifkan Harus Bayar Rp 711 Jutaurangi ancaman baik bagi warga Israel maupun Palestina.

Meski begitu, artileri tersebut memaparkan sistem intelijen pertahanan (IDSs) bisa memicu Hamas untuk meningkatkan serangannya.

Apa itu Rudal Tamir?

Tamir berasal dari sebuah akronim Ibrani berbunyi Til Meyaret, yang berarti pencegat peluru kendali.

Setiap misil dilengkapi sensor dan sirip untuk memastikan mereka bertabrakan dengan senjata musuh.

Setiap rudal mempunyai jangkauan hingga 69 kilometer, mempunyai tinggi sekitar tiga meter, dan menghabiskan Rp 711 juta per unit.

Berita tentang Israel


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved