Breaking News:

Kisah Kepala Desa di Desa Miliarder Kuningan, Kerap Dikunjungi Sales dari Berbagai Kota

Saat ditemui di rumahnya Kusto mengaku merasa sibuk dengan kunjungan dan kerap menerima telepon yang masuk dengan nomor asing.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Selain Sawer Ada Budaya Gilas Telur Saat Punya Motor Baru, Berikut Penjelasan Warga Desa Miliarder 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Masih ingat dengan desa miliarder di Kuningan?

Hal itu mendapat tanggapan dari Kusto Kepala Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum, Kuningan, Jawa Barat.

Saat ditemui di rumahnya Kusto mengaku merasa sibuk dengan kunjungan dan kerap menerima telepon yang masuk dengan nomor asing.

"Iya pas waktu pencairan uang ganti untung yang dirasakan warga kami. Saya sering terima telepon nomor asing dan ada saja sales yang mengunjungi langsung ke rumah. Mereka (Sales dari Semarang) datang, tidak lain untuk izin dan ada saja yang menawarkan barang jualannya," ungkap Kusto kepada Tribuncirebon.com, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Warga 3 Desa di Indramayu Mendadak Jadi Jutawan & Miliarder, Duit Ganti Rugi Proyek Pertamina Cair

Baca juga: Ekspresi Warga Setelah Mendadak Jadi Miliarder Usai Merelakan Sawahnya Demi Mega Proyek Pertamina

Warga Desa Miliarder di Kuningan, Marketing Dealer Motor di Luragung Klaim Baru 70 Motor Terjual
Warga Desa Miliarder di Kuningan, Marketing Dealer Motor di Luragung Klaim Baru 70 Motor Terjual (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Belum lama ini, Kusto mengaku sudah memediasi ulang atas pembayaran yang dilakukan pemerintah kepada warga terdampak Pembangunan Mega Proyek Waduk Kuningan.

"Beberapa hari sebelum bulan Ramadhan ini, Alhamdulilah ada pencarian tahap ketiga sebanyak 96 bidang sudah cair. Namun ada juga masyarakat yang belum dapat uang sekitar 14 bidang lagi," ungkapnya.

Meski demikian, kata Kusto, saat pelaksanaan ibadah puasa seperti ini, kegiatan masyarakat seperti biasa normal, dan melaksanakan shalat tarawih juga masih dilakukan dengan berpatokan pada standar kesehatan protokol kesehatan.

"Iya, kita disini biasa melaksanakan ibadah puasa seperti solat tarawih dengan menggunakan protokol kesehatan," ujarnya.

Mengenai sekarang tahun terakhir melaksanakan ibadah puasa di lingkungan masyarakat disini.

Hal itu karena rencananya bulan 6-10 harus pindah.

Namun sempat melihat situasi tempat relokasi sekarang belum 100 persen jadi.

Baca juga: Mendadak Jadi Miliader, BPN Indramayu Berharap Warga Tak Berbondong-bondong Membeli Mobil

Baca juga: Pembagian Grup Top 42 LIDA 2021, Lengkap Daftar Duta Provinsi yang Tersenggol di Top 56 dan Top 70

"Iya calon rumah bagi warga kami itu tipe 28 dan belum selesai 100 persen. Kemudian mengenai sebagian memang sudah ada yang pindah ada 5-4 orang. Ada yang beli rumah jadi di desa tetangga, ada yang bangun rumah sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan ada sekitar 15 kk (Kepala Keluarga) yang sudah pindah tapi aktivitas masih disini.

Kemudian untuk total jumlahnya itu ada sebanyak 362 KK dan sebanyak 1150 jiwa.

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved