Penemuan Korban Tabrakan Kapal

Seorang Korban Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu Ditemukan, 13 Orang Masih Hilang

Satu korban lagi dalam insiden tabrakan kapal di Perairan Indramayu berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Istimewa
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban dalam insiden tabrakan kapal di Pelabuhan Eretan Indramayu, Selasa (6/4/2021) malam pukul 23.00 WIB.  

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Satu korban lagi dalam insiden tabrakan kapal di Perairan Indramayu berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tepatnya pada Selasa (6/4/2021) pukul 17.45 WIB.

Menggunakan KN SAR Wisnu, Jenazah korban tiba di Pelabuhan Eretan Indramayu pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga: UPDATE: Pencarian Korban Tabkaran Kapal di Indramayu Masih Nihil, 2 Kapal Nelayan Ikut Diturunkan

Baca juga: Pelajar Ini Jadi ABK Demi Bisa Beli HP Buat Sekolah Online, Beruntung Selamat dalam Tabrakan Kapal

"Sebelumnya pada pukul 17.45 WIB KN SAR Wisnu mengevakuasi satu korban yang berada di sekitar MV Habcoo," ujar dia kepads Tribuncirebon.com.

Deden Ridwansah menambahkan, dengan tibanya jenazah membuat operasi SAR dihentikan sementara untuk istirahat, hal ini seiring dengan cuaca yang tidak mendukung.

Rencananya, pencarian di hari berikutnya seluruh kekuatan akan kembali dimaksimalkan, termasuk ada tambahan alut sebanyak 2 kapal nelayan yang akan membantu pencarian.

Dengan ditemukannya satu korban ini, total sudah ada 19 orang yang ditemukan, empat di antaranya meninggal dunia dan 15 orang selamat.

Sedangkan 13 orang lainnya masih belum diketahui kondisinya.

"Kami juga meminta doa restu dari masyarakat agar pencarian berjalan dengan lancar dan cuaca pun mendukung, dan tentunya seluruh korban hisa ditemukan," ujar dia.

Seperti diketahui, kecelakaan laut itu melibatkan kapal nelayan Barokah Jaya dan MV Habcoo Pioneer pada Sabtu (3/4/2021) sekitar pukul 16.45 WIB.

Akibatnya, kapal nelayan itu terbalik dan 32 anak buah kapal (ABK) MV Barokah Jaya menjadi korban kecelakaan.

Detik-detik Tabrakan

Sebanyak 15 orang ABK selamat, 3 orang tewas dan 14 orang lainnya belum diketahui kabarnya sampai dengan Selasa (6/4/2021) sore.

Mereka merupakan anak buah kapal (ABK) MV Barokah Jaya yang terlibat tabrakan dengan MV Habco Pioneer di Perairan Indramayu pada Sabtu (3/4/2021) pukul 16.45 WIB kemarin.

Kejadian mengerikan itu pun tidak bisa dilupakan oleh para korban selamat, sekarang mereka sudah berhasil evakuasi dan kembali ke daratan.

Salah satunya Reyhan (16), saat kejadian ia mengaku sedang tertidur. Tiba-tiba saja seluruh awak kapal berteriak hingga membuatnya terbangun.

Baca juga: Anaknya Jadi Korban Tabrakan Kapal di Indramayu Sebelumnya Melarang Ayahnya Melaut: Saya Nitip Ibu

Baca juga: Seorang Ibu Menangis Sepanjang Malam Saat Tahu Anaknya Jadi Korban Tabrakan Kapal MV Barokah Jaya

"Saya lagi tidur, terus ada yang teriak awas kapal," ujar dia kepada Tribuncirebon.com menirukan suasana saat kejadian, Selasa (6/4/2021) malam.

Seketika, lanjut Reyhan, saat itu tubuhnya sudah terapung-apung di air.

Kapal yang dinaiki pelajar kelas 9 SMP bersama dengan ABK lainnya itu terbaik dan tenggelam.

"Pokonya pas melek udah ada di air, kapalnya udah terbaik. Di dalam kapal waktu itu ada 32 orang," ujarnya.

Hal yang sama diceritakan, Amran (15). Saat kejadian, pelajar kelas 2 SMP itu juga mengaku sedang tertidur dan seketika kejadian mengerikan tersebut terjadi.

"Pas kejadian langsung bangun, posisi sudah ada di air," ujarnya.

Baca juga: Ayah Ini Menangis Tersedu saat Bertemu Kembali Anaknya yang Hilang Setahun Ternyata Jadi Gelandangan

Baca juga: HEBOH Oknum Guru Ngaji Cabuli Muridnya Sendiri, Warga Geram dan Membakar Tempat Ngaji di Garut

Haji Tohir Belum Ditemukan

H Tohir, Bos MV Kapal Nelayan Barokah Jaya menjadi salah satu korban yang masih hilang.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih berusaha mencari para korban, total masih ada 17 ABK yang masih dalam pencarian.

"H Tohir ini bos sekaligus nakhoda, juragan, dan pemilik kapal Barokah Jaya, usianya sekitar 60 tahun warga Desa Eretan Wetan," ujar salah seorang tetangga korban Hendri (50) kepada Tribuncorebon.com di TPI Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/4/2021).

Hendri menyampaikan, hingga saat ini keberadaan H Tohir belum diketahui, ia tidak masuk dalam daftar korban yang sudah berhasil dievakuasi.

Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono mengatakan, upaya pencarian sampai saat ini masih dilakukan.

Baca juga: 15 ABK MV Barokah Jaya Berhasil Selamat, Kini Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian ABK yang Hilang

Baca juga: Persib Bandung Akan Lawan Runner Up Grup C di Perempat Final Piala Menpora, Tak Bisa Main di Bandung

Ada 5 alut yang diterjunkan, meliputi KN SAR Wisnu, KM Baru Rugem, dan RIB 09 Bandung, KN Gelora Asmara, dan satu unit kapal Syahbandar.

Operasi penyelamatan ini melibatkan 50 personil dan 11 penyelam dari BSG (Basarnas Special Group).

Adapun jarak dari TPI menuju titik lokasi kejadian di KLP koordinat 5°37'35.00"S-108°17'18.00"E sejauh kurang lebih 48 mil

Baca juga: Bu Balqis Tinggal di Gerobak Bersama Anjing dan Kucingnya, Kini Terima Donasi hingga Rp 10 Juta

"Sekarang ini sedang dilakukan upaya penyelaman," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 anak buah kapal (ABK) nelayan MV Barokah Jaya berhasil selamat dari musibah tabrakan dua kapal di Perairan Indramayu, Sabtu (3/4/2021).

Sementara 17 ABK lainnya hilang dan masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

ABK yang selamat berhasil dievakuasi oleh awak kapal yang ditabraknya, MV Habco Pioneer, tak lama setelah terjadi tabrakan.

Saat ini, ke-15 ABK itu sudah dipindahkan ke Kapal Negara (KN) SAR Wisnu 102 milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang turut dikerahkan dalam operasi SAR ini.

Tim SAR Gabungan saat hendak melakukan pencarian ABK yang hilang di hari kedua, Minggu (4/4/2021).
Tim SAR Gabungan saat hendak melakukan pencarian ABK yang hilang di hari kedua, Minggu (4/4/2021). (Foto istimewa)

Informasi kondisi ABK yang selamat ini disampaikan Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, Minggu (4/4/2021) pagi.

Menurut Deden, sebanyak 15 korban selamat yang sudah dievakuasi oleh MV Habco Pioneer telah dipindahkan ke KN SAR Wisnu Jakarta pada pukul 06.55 WIB.

Hari Minggu (4/4/2021) ini, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian ABK pada hari kedua.

Baca juga: AC Milan Gagal Menang Lawan 10 Pemain Sampdoria, Tertinggal 5 Angka di Belakang Inter Milan

Baca juga: Istrinya Baru Melahirkan, Sopir Taksi Main Gila dengan Perempuan Lain, Cium Tangan Istri Minta Maaf

Baca juga: Hati Jokowi Tersentuh, Kirim Utusan Antar Bantuan untuk Istri Terduga Teroris yang Terlilit Utang

Selain KN SAR Wisnu, kata Deden, pencarian juga dibantu KM Baru Rugem, dan RIB 09 Bandung. Selain itu, Tim SAR Gabungan juga akan melakukan penyelaman oleh tim penyelam BSG (Basarnas Special Group).

"Jika korban ditemukan selanjutnya korban akan dievakuasi menggunakan KN SAR Wisnu. Hingga saat ini 17 orang masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Unsur SAR terlibat yaitu Kansar Bandung, Kansar Jakarta, Lanal Cirebon, UPP Indramayu, Satpolair Polres Cirebon dan  HNSI Indramayu. Alut yang digunakan yaitu KN SAR Wisnu, RIB 09 Bandung, KM Baru Ragem,  Truck personil 1 unit,  Rescue car doble cabin 1 unit dan Rescue carrier 1 unit.

Seperti diberitakan sebelumnya, tabrakan kapal terjadi di perairan utara Balongan Kabupaten Indramayu, Sabtu (3/4/2021).

Kapal yang bertabrakan yakni MV Habco Pionner dan kapal nelayan MV Barokah Jaya.

Personel Basarnas menyiapkan KN SAR Wisnu Jakarta untuk berangkat ke lokasi tabrakan kapal di perairan utara Balongan, Indramayu, Sabtu (3/4/2021).
Personel Basarnas menyiapkan KN SAR Wisnu Jakarta untuk berangkat ke lokasi tabrakan kapal di perairan utara Balongan, Indramayu, Sabtu (3/4/2021). (Istimewa)

Kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.45 WIB.

"Pada Sabtu (3/4/2021) pukul 16.45 LT, Kantor SROP/VTS Cirebon menerima laporan dari Capt. Muhammad Ferdinan Rizal Tanjung, Kapten dari kapal Habco Pionner mengenai musibah di laut," ujar Kepala SROP/Vessel Traffic Services (VTS) Cirebon, Hapiszar berdasarkan berita acara yang diterima Tribuncirebon.com.

Hapiszar mengatakan, kejadian tersebut tepatnya berada di titik koordinat 05°37.35'S - 108°17.18' E.

Saat itu, kapal nelayan Barokah Jaya menabrak kapal Habco Pionner sehingga menyebabkan kapal nelayan itu terbalik.

Dari sebayak 32 anak buah kapal (ABK) Barokah Jaya, sebanyak 15 di antaranya berhasil dievakuasi oleh kapal Habco Pionner.

"Dan ABK yang belum ditemukan sebanyak 17 orang (informasi dari kapal Habco Pionner)," ujar dia. 

Tim SAR Langsung Meluncur

Tim SAR langsung meluncur ke lokasi insiden kecelakaan kapal yang terjadi di Perairan Indramayu, Sabtu (3/4/2021) malam.

Kecelakaan itu tepatnya terjadi pada koordinat 5°37'35.00"S 108°17'18.00"E.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, pihaknya meminta pergerakan KN SAR Wisnu Jakarta untuk melakukan operasi SAR di sekitar LKP.

KN SAR Wisnu itu kini sudah bertolak dari Dermaga Inggom Tj Priok pada pukul 21.24 WIB.

Adapun estimasi waktu tempuh ke lokasi kejadian sekitar 8 jam. Tim diperkirakan akan tiba pada besok hari sekitar pukul 06.24 WIB.

"KN SAR Wisnu dengan POB 30 Orang yang terdiri dari 19 ABK dan 11 Penyelam BSG (Basarnas Special Group) untuk melakukan operasi SAR," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Deden Ridwansah menyampaikan, Kantor SAR Bandung menerima informasi adanya kecelakaan itu dari kepala VTS Cirebon pada pukul 18.31 WIB.

Baca juga: Dua Wanita Muda Jadi Korban Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Ternyata Masih Remaja

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Qadha, Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 1442 H Kota Cirebon & Sekitarnya 

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Minggu 4 April 2021, Cancer Merasa Kurang Puas, Aries Si Dia Butuh Perhatian

Berdasarkan laporan yang kami terima Kantor SAR Bandung, kecelakaan diperkirakan terjadi pada pukul 16.45 WIB sore tadi.

Saat itu, VTS Cirebon menerima laporan dari kapten kapal Habco Pioneer bahwa Kapal Nelayan MV Barokah Jaya menabrak MV Habco pioneer yang menyebabkan kapal nelayan itu Terbalik,

Deden Ridwansah menambahkan, saat ini tercatat ada 15 Anak Buah Kapal (ABK) yang berhasil dievakuasi oleh MV Habco Pioneer dari total ABK sebanyak 32 orang.

Sedangkan 17 ABK lainnya masih hilang dan dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

"MV Habco Pioneer sedang berlayar dari Balikpapan menuju Merak sedangkan MV Barokah Jaya sedang dalam perjalanan dari Tanjungan ke Balongan," ujar dia.

Selain itu, Kantor SAR Bandung juga telah melakukan info pemapelan kepada SROP Cirebon, SROP Indramayu, Lanal Cirebon, VTS Cirebon dan Ditpolair Polda jabar agar kapal kapal yang melewati rute tersebut untuk melaporkan hasilnya ke Kantor SAR Bandung dan VTS Cirebon. 

Nama-nama ABK yang Dievakuasi

Sebanyak 15 anak buah kapal Kapal Nelayan MV Barokah Jaya berhasil dievakuasi oleh kapal MV Habco Pioneer, beberapa saat setelah kapal bertabrakan dan terbalik, Sabtu (3/4/2021).

Sementara 17 ABK lainnya masih belum ditemukan.

Informasi yang disampikan Humas Basarnas, Heni Yuwono, Basarnas sudah menggerakkan KN SAR Wisnu Jakarta dari Tanjung Priok menuju lokasi kecelakaan di perairan utara Balongan, Indramayu.

Diperkirakan kapal yang akan melakukan operasi SAR itu baru tiba di lokasi pada Minggu (4/4/2021) sekitar pukul 06.24 WIB.

Baca juga: Malam Ini Tim SAR Langsung Meluncur ke TKP Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu, 17 ABK Masih Hilang

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Minggu 4 April 2021, Cancer Merasa Kurang Puas, Aries Si Dia Butuh Perhatian

Baca juga: Dua Wanita Muda Jadi Korban Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Ternyata Masih Remaja

Nama-nama ABK yang berhasil dievakuasi adalah sebagai berikut:

  1.  Supriyanto
  2. Asep
  3. Amran
  4. Udin
  5. Onyon
  6. Hanip
  7. Ronald
  8. Reyhan
  9. Feri
  10. Samsudin
  11. Eriyanto
  12. Yudi
  13. Agus
  14. Tatang
  15. Saba Cipir 

Turunkan BSG

Badan SAR Nasional (Basarnas) menerjunkan personel Basarnas Special Group atau disingkat (BSG) dalam pencarian 17 anak buah kapal (ABK) MV Barokah Jaya yang hilang di perairan utara Balongan, Indramayu, Sabtu (3/4/2021).

Jumlah personel Basarnas yang turut dalam operasi SAR ini sebanyak 30 orang. Mereka ikut dalam KN SAR Wisnu Jakarta yang berangkat dari  Dermaga Inggom Tanjung Priok pada pukul 21.24.

Diperkirakan KN SAR Wisnu akan tiba di lokasi sekitar pukul 06.24 WIB.

Di dalam personel Basarnas yang turut dalam operasi SAR ini terdapat 11 penyelam BSG. Sisanya sebanyak19 adalah ABK.

Apa itu BSG? Basarnas Special Group atau BSG merupakan tim elite Basarnas yang mempunyai keahlian khusus.

Basarnas Special Group dibentuk guna membantu dan mempercepat penyelenggaraan operas SAR pada musibah penerbangan pelayaran, bencana dan musibah lainnya yang berskala nasional, atau memiliki tingkat kesulitan tinggi yang tidak dapat ditangani sendiri oleh Kantor SAR.

Baca juga: Hingga Kamis Siang Korban Hanyut di Cisanggarung Belum Ditemukan, Basarnas Cirebon Alih Komando SAR

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Qadha, Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 1442 H Kota Cirebon & Sekitarnya 

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Minggu 4 April 2021, Cancer Merasa Kurang Puas, Aries Si Dia Butuh Perhatian

Personel Basarnas Special Group terdiri dari personel Basarnas terpilih yang telah melalui sejumlah tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi, tes psikologi, kesehatan fisik, kesehatan jiwa, dan kesamaptaan.

Setelah lulus seleksi, calon BSG wajib menjalani diklat. Diklat yang dimaksud meliputi dasar-dasar dan pengetahuan di berbagai bidang.

Rinciannya, yaitu Medical First Responder (MFR), High Angle Rescue Technique (HART), Jungle Rescue, Water Rescue, Heli Rescue, Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR), dan Terjun Payung.

Diketahui, BSG terdiri dari tiga tim dengan kemampuan bidang yang berbeda.

Setiap tim yang dipimpin seorang Komandan Pleton ini terdiri dari Underwater Rescue, Urban SAR, dan Aviation Rescue.

Komandan Basarnas Special Group (BSG) Charles Batlajery menjelaskan, BSG berbeda dengan personel Basarnas biasa.

"Kami diajari segala kemampuan penyelamatan, baik di udara, laut, dan di daratan. Sedangkan, anggota biasa hanya diajarkan satu bidang keterampilan saja," ujar Charles.

Diberitakan sebelumnya, Tabrakan kapal terjadi di perairan utara Balongan Kabupaten Indramayu, Sabtu (3/4/2021).

Kapal yang bertabrakan itu yakni MV Habco Pionner dan kapal nelayan MV Barokah Jaya.

Kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.45 WIB.

"Pada Sabtu (3/4/2021) pukul 16.45 LT, Kantor SROP/VTS Cirebon menerima laporan dari Capt. Muhammad Ferdinan Rizal Tanjung, Kapten dari kapal Habco Pionner mengenai musibah di laut," ujar Kepala SROP/Vessel Traffic Services (VTS) Cirebon, Hapiszar berdasarkan berita acara yang diterima Tribuncirebon.com.

Hapiszar mengatakan, kejadian tersebut tepatnya berada di titik koordinat 05°37.35'S - 108°17.18' E.

Saat itu, kapal nelayan Barokah Jaya menabrak kapal Habco Pionner sehingga menyebabkan kapal nelayan itu terbalik.

Dari sebayak 32 anak buah kapal (ABK) Barokah Jaya, sebanyak 15 di antaranya berhasil dievakuasi oleh kapal Habco Pionner.

"Dan ABK yang belum ditemukan sebanyak 17 orang (informasi dari kapal Habco Pionner)," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved