Breaking News:

Pelajar Ini Jadi ABK Demi Bisa Beli HP Buat Sekolah Online, Beruntung Selamat dalam Tabrakan Kapal

Ia mengatakan, sengaja ikut melaut demi bisa membeli gadget untuk kebutuhan belajar secara daring.

Istimewa
Reyhan (16), salah satu ABK MV Barokah Jaya yang selamat dalam insiden tabrakan kapal di Perairan Indramayu, Selasa (6/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sejumlah pelajar diketahui menjadi Anak Buah Kapal (ABK) MV Barokah Jaya.

Mereka pun turut menjadi korban dalam insiden tabrakan yang terjadi di Perairan Indramayu pada Sabtu (3/4/2021) pukul 16.45 WIB kemarin.

Dalam insiden itu, diketahui melibatkan kapal nelayan Barokah Jaya dan MV Habco Pioneer, imbasnya kapal nelayan itu terbalik dan tenggelam.

Beruntung, sebagian dari pada remaja yang menjadi ABK itu diketahui selamat.

Salah satunya adalah Reyhan (16) pelajar yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP.

Baca juga: Detik-detik Tabrakan Kapal di Indramayu Diceritakan ABK yang Selamat: Ada Teriakan Saat Saya Tidur

Baca juga: Ayah Ini Menangis Tersedu saat Bertemu Kembali Anaknya yang Hilang Setahun Ternyata Jadi Gelandangan

Ia mengatakan, sengaja ikut melaut demi bisa membeli gadget untuk kebutuhan belajar secara daring.

"Orang tua gak punya uang, pengen beli Hp," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (6/4/2021).

Reyhan mengaku, selama ini ia selalu ketinggalan dalam belajar karena tidak memiliki gadget.

Hal ini yang membuatnya mencari uang tambahan untuk bisa membeli hp tanpa harus merepotkan orang tua.

"Pengen bantu orang tua, soalnya orang tua gak punya uang buat beli hp," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan disekitaran lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan dengan cara melakukan penyisiran.

"Mudah-mudahan malam ini membuahkan hasil," ujar dia.

Sampai dengan Selasa (6/4/2021) sore, diketahui jumlah korban dalam insiden tersebut tercatat ada sebanyak 15 orang selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 14 orang belum diketahui kabarnya.

Baca juga: Profesor M Berhubungan dengan Era Setyowati di Bali dan Bantu Biayai Kuliah Miss Landscape di LSPR

Baca juga: HEBOH Oknum Guru Ngaji Cabuli Muridnya Sendiri, Warga Geram dan Membakar Tempat Ngaji di Garut

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved