Breaking News:

Sudah Divaksin, Kok Masih Ada Orang yang Terinfeksi Covid-19? Begini Penjelasannya

Badan Kesehatan Amerika Serikat menjelaskan mengapa orang yang sudah divaksin masih bisa terinfeksi Covid-19. 

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Istimewa
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China. 

"Bukti awal menunjukkan bahwa dalam kasus yang jarang terjadi di mana seseorang terinfeksi setelah divaksinasi penuh, mereka mengalami penyakit yang lebih ringan daripada yang seharusnya," tambahnya.

Kasus Lainnya: Penderita Long Covid Sembuh setelah Divaksin

Meski tidak memberikan perlindungan 100% persen mencegah Covid-19, vaksinasi tetap direkomendasikan.

Dalam beberapa kasus, vaksin bahkan dapat menghilangkan gejala dari penderita Long Covid, di mana penderita merasakan gejala selama berbulan-bulan setelah dinyatakan positif.

Seorang wanita yang mengalami Long Covid menyebut gejala yang dialami selama 8 bulan menghilang 36 jam setelah mendapatkan suntikan kedua vaksin virus corona, The Washington Post mengabarkan.

Arianna Eisenberg (34) mengalami nyeri otot, insomnia, kelelahan, dan kabut otak selama delapan bulan setelah positif Covid-19.

Gejala-gejala ini khas dari apa yang dikenal sebagai "Long Covid" atau "COVID panjang".

Tetapi 36 jam setelah menerima dosis kedua vaksin Covid-19, gejalanya hilang.

Kisah Eisenberg adalah salah satu dari sekian cerita yang menggambarkan efek serupa.

Baca: Apa Itu Long Covid? Pasien 02 Covid-19 di Indonesia Masih Merasakannya, Ini Gejalanya

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved