Jembatan Majalengka Sumedang Putus

Pemdes Babakan Anyar Minta Pangdam III Siliwangi Ikut Tangani Jembatan Penghubung yang Putus

Pemerintah Desa Babakan Anyar meminta Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto turun tangan langsung menangani jembatan yang terputus.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Budi Wahyu Darmadi 

Salah satunya, menumbuhkan perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai pedagang.

Baca juga: Pemerintah Tiadakan Mudik Lebaran Tahun 2021, Begini Pernyataan Lengkap Menteri Muhadjir Effendy

Nurjali (79), salah satu warga Desa Babakan Anyar yang terdampak putusnya jembatan mengaku, ia merasa paling tidak puas atas apa yang terjadi di jembatan penghubung dua kabupaten tersebut.

Pasalnya, ia selama ini memanfaatkan jembatan tersebut untuk menjual hasil pencariannya sebagai pencari rumput.

Nurjali (79), salah satu warga Desa Babakan Anyar yang terdampak dengan adanya peristiwa putusnya jembatan.
Nurjali (79), salah satu warga Desa Babakan Anyar yang terdampak dengan adanya peristiwa putusnya jembatan. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

"Dibanding menjual ke daerah sendiri, saya lebih enak dijual ke Sumedang. Karena banyak pelanggan di sana," ujar Nurjali kepada Tribun, Jumat (26/3/2021).

Ia pun kini, harus menyiapkan sejumlah biaya lebih besar untuk kembali menjual ke para pelanggan.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan, Puluhan Personel Ditpolairud Polda Jabar Ikuti Pelatihan Sidik dan Lidik

Sebab, Nurjali harus kembali menempuh perjalanan selama 1 jam untuk bisa tiba di Desa Palabuan yang jika lewat jembatan tersebut tempuh hanya 5 menit.

"Ya kembali lagi ke sana (mutar), lebih jauh. Ya golongan berapa kilo ya, adalah sekitar 20 KM mah," ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Babakan Anyar, Budi Wahyu Darmadi membenarkan bahwa putusnya jembatan membuat perekonomian masyarakat kembali terhambat.

Baca juga: Belum Lama Diresmikan, Jembatan Gantung Penghubung Majalengka-Sumedang Terputus

Pasalnya, banyak masyarakat dari dua desa tersebut lalu lalang untuk melakukan transaksi hasil pertaniannya.

"Jelas merugikan, khususnya masyarakat. Karena banyak warga dari Desa Palabuan, Desa lainnya itu banyak yang menjual pertaniannya ke Pasar Kadipaten. Begitu sebaliknya," jelas Budi.

Ia hanya berharap, para anggota TNI selaku pemilik hajat dalam pembuatan jembatan tersebut bisa segera memperbaiki jembatan yang dinamakan 'Jembatan Gantung Hum 54' ini.

Sehingga, masyarakat tak harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menumbuhkan perekonomian antar dua desa dari dua kabupaten tersebut.

Jembatan gantung penghubung desa Majalengka-Sumedang yang berada di Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka terputus, Kamis (25/3/2021) malam.
Jembatan gantung penghubung desa Majalengka-Sumedang yang berada di Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka terputus, Kamis (25/3/2021) malam. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Diberitakan sebelumnya, jembatan gantung penghubung desa Majalengka-Sumedang yang berada di Desa Babakan Anyar, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka terputus, Kamis (25/3/2021) malam.

Putusnya jembatan diduga terlalu beratnya menahan beban arus Sungai Cimanuk yang meluap pada saat curah hujan tinggi.

Diketahui, jembatan sejatinya baru saja diresmikan oleh Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pada Kamis (11/3/2021) lalu.

Baca juga: Perjuangan Ramun Memulung Sampah di Sungai Cimanuk Indramayu Demi Nafkahi Istri dan 5 Anaknya

Baca juga: Jokowi Disebut Sangat Mendukung Soal Gaji PNS, Karyawan BUMN, dan Swasta Dipotong Zakat 2,5 Persen

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved