Pemuja di Gunung Simpay Kuningan Diingatkan Kuncen Pesugihan, Mati Kalau Ingkari Kontrak dengan Jin
Terutama mengenai pelaksanaan perjanjian atau kontrak antara pemuja dengan jin bersangkutan.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ading (41), juru kunci lokasi pesugihan di Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Kuningan, tak bosan mengingatkan calon pencari pesugihan untuk selalu waspada.
Terutama mengenai pelaksanaan perjanjian atau kontrak antara pemuja dengan jin bersangkutan.
Pasalnya, kata Ading, bangsa jin selalu mengikuti kehendak yang disepakati dalam perjanjian sebelumnya.
Karena itu, tidak sedikit orang yang sudah melakukan perjanjian dalam mencari pesugihan itu ingkar janji dan berakibat fatal hingga terjadi kematian.
Menghadapi persoalan demikian, kata dia, sebaiknya perjanjian dengan bangsa jin itu dilakukan jauh di luar logika.
Sebab, ketika perjanjian dilakukan berdasarkan logika dan tidak bisa menepatinya, ini malah menjadi bumerang dan mengakibatkan kematian sehingga masuk menjadi pasukan dalam dunia atau bangsa jin tersebut.
"Pada dasarnya, ketika seseorang dalam mencari pesugihan di tempat keramat itu ada perjanjian," ujar Ading saat ditemui di rumahnya di desa setempat, Jumat (26/2/2021).
"Nah, jika janji itu dinilai masuk logika maka pemuja siap-siap menghadapi dengan terus-menerus selama hidupnya."

Di samping itu, maksud perjanjian di luar logika, ini banyak dicontohkan saat melakukan perjanjian dengan bangsa jin tersebut.
"Misalnya perjanjian luar logika, Ya saya terima jika nanti kaya raya dan rumah saya gentingnya dari emas, saya pasti kabulkan atau tidak akan mengingkari perjanjian ini."
"Nah, kata-kata genting emas itu kan tak masuk akal. Jadi hal semacam itu salah satu siasatnya," katanya.
Ading mencontohkan bahwa uang dengan pecahan besar menjadi salah satu syarat melaksanakan ritual di lokasi pesugihan.
Ini semata memberikan pengetahuan kepada jin untuk melaksanakan pencarian uang yang sama dalam persyaratan tersebut.
"Terus bahasa dalam ritual saat menunjukkan uang dalam syarat tadi kurang lebih, 'Hai, jin, bantu kami carikan kertas atau barang bentuk begini."