Breaking News:

Virus Corona

Studi Terbaru Vaksin Pfizer Efektif 94 Persen Cegah Virus Corona untuk Semua Kelompok Usia

Baru-baru ini sebuah studi di Israel menunjukkan jika vaksin Pfizer/BioNTech efektif mencegah Covid-19.

SHUTTERSTOCK
vaksin: Studi Terbaru Vaksin Pfizer Efektif 94 Persen Cegah Virus Corona untuk Orang Tua dan Anak Muda 

TRIBUNCIREBON.COM - Hingga saat ini Pandemi Covid-19 masih berlangsung di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Bahkan setiap negara tengah berupaya mencegah penyebaran virus corona dengan vaksinasi Covid-19.

Baru-baru ini sebuah studi di Israel menunjukkan jika vaksin Pfizer/BioNTech efektif mencegah Covid-19.

Hingga saat ini, sebagian besar data mengenai kemanjuran vaksin Covid-19 masih sampai pada tahap uji klinis.

Dilansir The Guardian, ini memunculkan ketidakpastian mengenai bagaimana hasil pasti vaksin bila sudah disuntikkan. 

Baca juga: Dipakai Indonesia Vaksin Sinovac Buatan China Justru Diragukan Banyak Kalangan di Jepang Ini Katanya

Baca juga: Mulai Besok 120 Ribu Lansia di Kota Bandung akan Disuntik Vaksin, Ini Lansia Yang Tak Boleh Divaksin

Sebuah penelitian di Israel menujukkan dua dosis vaksin Pfizer dapat mengurangi kasus simptomatik sebesar 94 persen untuk semua kelompok usia dan penyakit bawaan.

Studi terhadap sekitar 1,2 juta orang juga menunjukkan satu suntikan Pfizer, 57 persen efektif melindungi dari gejala penyakit setelah dua minggu.

Ini berdasarkan data yang diterbitkan dan ditinjau rekan sejawat di New England Journal of Medicine pada Rabu (24/2/2021) lalu.

Menurut hasil studi Clalit Research Institute pada uji klinis tahun lalu, dua dosis suntikan Pfizer 95 persen efektif.

Pekerja medis Michelle Chester menunjukkan vaksin penyakit virus korona Pfizer (Covid-19) sebelum memberikannya kepada perawat Sandra Lindsay, yang termasuk di antara yang pertama menerimanya, dan yang akan menerima dosis kedua di Long Island Jewish Medical Center di daerah Queens Kota New York, pada 4 Januari 2021.
Pekerja medis Michelle Chester menunjukkan vaksin penyakit virus korona Pfizer (Covid-19) sebelum memberikannya kepada perawat Sandra Lindsay, yang termasuk di antara yang pertama menerimanya, dan yang akan menerima dosis kedua di Long Island Jewish Medical Center di daerah Queens Kota New York, pada 4 Januari 2021. (SHANNON STAPLETON/POOL/AFP)

Penulis penelitian, Ran Balicer mengatakan kepada Reuters bahwa hasil studi ini mengejutkan baginya.

Halaman
1234
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved