Breaking News:

Virus Corona

Studi Terbaru Vaksin Pfizer Efektif 94 Persen Cegah Virus Corona untuk Semua Kelompok Usia

Baru-baru ini sebuah studi di Israel menunjukkan jika vaksin Pfizer/BioNTech efektif mencegah Covid-19.

SHUTTERSTOCK
vaksin: Studi Terbaru Vaksin Pfizer Efektif 94 Persen Cegah Virus Corona untuk Orang Tua dan Anak Muda 

Vaksinasi di Israel dimulai sejak 19 Desember lalu, hingga disebut negara dengan vaksinasi tercepat di dunia.

Ini membuat negara tersebut dijadikan lokasi utama untuk studi nyata tentang kemampuan vaksin untuk membendung pandemi.

Studi tersebut meneliti sekitar 600.000 orang yang divaksinasi terhadap kelompok kontrol berukuran sama dari orang yang tidak divaksinasi.

Para peneliti di Harvard TH Chan School of Public Health, Harvard Medical School dan Boston Children's Hospital, juga ikut dalam pengujian ini.

"Ini adalah berita yang lebih baik, mengkonfirmasikan bahwa vaksin tersebut sekitar 90 persen efektif dalam mencegah infeksi terdokumentasi pada tingkat keparahan apa pun sejak tujuh hari setelah dosis kedua," kata Peter English, konsultan pemerintah Inggris dalam pengendalian penyakit menular.

"Makalah yang baru-baru ini dipelajari dari Israel adalah studi observasional."

May Parsons (kanan) memberikan vaksin Pfizer / BioNtech Covid-19 kepada Margaret Keenan (kiri), 90, di University Hospital di Coventry, Inggris tengah, pada 8 Desember 2020. Keenan menjadi orang pertama yang menerima vaksin di negara itu sebagai bagian program imunisasi terbesar yang pernah ada.
May Parsons (kanan) memberikan vaksin Pfizer / BioNtech Covid-19 kepada Margaret Keenan (kiri), 90, di University Hospital di Coventry, Inggris tengah, pada 8 Desember 2020. Keenan menjadi orang pertama yang menerima vaksin di negara itu sebagai bagian program imunisasi terbesar yang pernah ada. (Jacob King / POOL / AFP)

"(Penelitian kali ini) menggunakan desain eksperimental yang dikenal sebagai studi kasus-kontrol, memberikan keyakinan yang lebih besar bahwa perbedaan antara kelompok disebabkan oleh status vaksinasi mereka, dan bukan karena beberapa faktor lain."

Studi yang diterbitkan pada Rabu itu merupakan analisis pertama dari strategi vaksinasi Covid nasional untuk ditinjau sejawat.

Studi ini juga menawarkan gambaran yang lebih rinci tentang bagaimana vaksin itu bertahan dalam interval mingguan, sembari mencocokkan orang yang menerima vaksin dengan yang tidak.

Pencocokan didasarkan riwayat medis, jenis kelamin, usia, dan karakteristik geografis yang serupa.

Halaman
1234
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved