Kamis, 30 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Impian Milenial Miliki Rumah Pribadi Bukan Lagi Sebatas Mimpi

Perumahan subsidi dengan harga yang terjangkau menjadi harapan bagi kaum milenial mewujudkan mimpinya memiliki rumah.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Perumahan subsidi dengan harga yang terjangkau di Indramayu 

Konsumen pun dipermudah dengan adanya sistem informasi dalam penyaluran KPR subsidi perumahan melalui aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan).

Melalui aplikasi SiKasep, konsumen bisa terhubung secara online dengan pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang untuk mengetahui proses pengajuan KPR.

"Kebayakan memang masyarakat dalam daerah, masyarakat Indramayu sendiri, kalau luar daerahnya hanya sekitar 10 persen saja," ujar dia.

Sementara itu, Financing Service Bank BTN Syariah KCP Indramayu, Arief Dermawan mengatakan, untuk program rumah bersubsidi di Indramayu mayoritas menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sasarannya, membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa mendapat rumah impiannya sendiri.

Ia mengakui, walau tingginya permintaan pengajuan rumah bersubsidi, namun tidak sebanding dengan alokasi kuota yang tersedia.

"Pakai kuota sekarang itu. Kalau dulu kan akad-akad saja. Kalau saat ini akadnya itu dibatasi ada kuota, misal per kecamatan hanya dapat 100 unit," ucapnya.

Meski demikian, disampaikan Arief Dermawan, Bank BTN Syariah KCP Indramayu mendapat target untuk bisa melakukan akad sebanyak 500 unit rumah bersubsidi di tahun 2021.

Dalam memenuhi target itu, tingginya jumlah generasi Y atau kaum milenial, diakui dirinya menjadi target pangsa pasar yang menggiurkan.

Bank BTN Syariah pun terus berinovasi untuk menarik minat anak muda agar lebih akrab dengan perbankan dan pembiayaan perumahan.

Hasilnya, sejumlah anak muda baik dari kalangan pengusaha maupun karyawan swasta mulai banyak yang mengajukan akad KPR.

"Kalau saat ini untuk subsidi kita belum ada akad. Kemungkinan akad itu minggu depan atau di awal Maret," ujar dia.

BTN Syariah, disampaikan Arief Dermawan, juga sangat mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Program ini sudah berjalan sejak tahun 2015 lalu. Melalui Kementerian PUPR, BTN Syariah turut digandeng mendukung pembiayaan program skema FLPP ini.

Di tahun anggaran 2021, Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 380.376 unit bantuan pembiayaan perumahan.

Bantuan ini terdiri dari empat program yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Alokasi FLPP ada sebanyak 157.500 unit senilai Rp 16,66 triliun, BP2BT 39.996 unit senilai Rp 1,6 triliun, SBUM 157.500 unit senilai Rp 630 miliar dan Tapera dari dana masyarakat untuk 25.380 unit senilai Rp 2,8 triliun.

Anggaran untuk FLPP sendiri di tahun 2021 ini merupakan yang tertinggi sejak program tersebut dimulai.

“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved