Impian Milenial Miliki Rumah Pribadi Bukan Lagi Sebatas Mimpi
Perumahan subsidi dengan harga yang terjangkau menjadi harapan bagi kaum milenial mewujudkan mimpinya memiliki rumah.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Perumahan subsidi dengan harga yang terjangkau menjadi harapan bagi kaum milenial mewujudkan mimpinya memiliki rumah.
Hingga kini, diperkirakan masih ada jutaan keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah sendiri.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2019, jumlah keluarga di Indonesia yang memiliki rumah baru sebesar 80,07 persen.
Sehingga, sampai saat ini diperkirakan masih ada 20 persen keluarga lagi yang belum memiliki rumah.
Jika merujuk pada rasio jumlah penduduk milenial yang dicatat Badan Pusat Statistik, diperkirakan jumlahnya mencapai 81 juta jiwa atau sekitar 60 persen dari jumlah penduduk di Indonesia.
Di sisi lain, fenomena milenial sekarang ini memandang kebutuhan lifestyle menjadi kebutuhan dasar dalam menggunakan penghasilannya.
Baca juga: Vaksin Covid-19 yang Rusak di Indramayu Kembali Bertambah, Total Ada 47 Dosis Vaksin Rusak
Seperti untuk berlibur, berburu kuliner, berbelanja, dan berbagai kebutuhan konsumtif lainnya.
Hal ini tentu menjadi kekhawatiran sendiri karena membuat mereka lupa akan kebutuhan primer untuk memiliki rumah sendiri.
Berbagai terobosan terus dilakukan baik oleh pemerintah, bank, maupun developer untuk memancing minat milenial memiliki rumah.
Di Kabupaten Indramayu contohnya, berbagai developer mulai menawarkan perumahan bersubsidi dengan desain milenial.
Penawaran untuk menyasar pangsa pasar milenial itu pun semakin dipermudah dengan sistem berbasis platform digital.
Salah satunya, media sosial yang menjadi pusat interaksi anak muda disulap menjadi pasar yang cukup menjanjikan.
Dhika (24) salah satunya, ia mengaku sudah lama ingin memiliki rumah pribadinya sendiri. Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini melanda pun tidak menyurutkan keinginannya tersebut.
Komitmen itu ingin ia wujudkan sebelum menikah.
"Harus punya rumah dulu, baru nanti tangganya," selorohnya sembari tertawa kepada Tribuncirebon.com, Kamis (18/2/2021).
Pria yang bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta itu tak mampu menyembunyikan rasa bangga sekaligus bahagia, senyumnya terus mengembang.
Pasalnya, saat itu ia mendapat kabar bahwa akan melakukan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank BTN Syariah pada tanggal 20 Februari 2021 besok.
Baca juga: Warga Takut Tanggul Sungai Cimanuk Indramayu Jebol Soalnya Hanya Diikat Tambang Usai Ambrol Kemarin
Menurut dia, rumahnya terbilang istimewa. Rumah berukuran 36 meter persegi dengan luas tanah 66 meter persegi itu, memiliki ruang tamu, dua kamar tidur, kamar mandi, serta carpot.
Selain itu, tinggi plafound rumah mencapai 3,5 meter dan dilengkapi listrik 1.300 watt serta air PDAM. Jalan perumahan pun terbilang cukup lebar dan terdapat taman bermain.
Walau bukan rumah berukuran besar, ia menganggap rumah tersebut seperti istana, mengingat nyaris semua uang tabungannya dipergunakan untuk membeli rumah tersebut.
Dhika harus membayar uang muka senilai Rp 17 juta untuk rumah seharga Rp 150 juta itu.
"Dapat yang jangka waktu 15 tahun dengan angsuran sekitar Rp 1,1 juta per bulan," ujar Dhika sekaligus warga yang berdomisili di Jalan Pahlawan 1, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
Dhika mengakui, keinginan memiliki rumah sendiri pertama muncul di tahun 2020 lalu, tidak sedikit teman satu pekerjaannya mengambil perumahan sehingga membuatnya termotivasi.
Sejak Oktober 2020 lalu, ia pun mulai mencari informasi soal perkreditan yang ditawarkan sejumlah bank melakui berbagai situs di internet, termasuk mencari-cari seperti apa rumah idamannya nanti.
Ia pun tertarik dengan program yang ditawarkan Bank BTN yang merupakan bank milik negara. Salah satunya program KPR Gaeesss for Millenials.
Sesuai dengan namanya, program KPR Gaeesss for Millenials memang dikhususkan bagi kaum milenial berusia 21-35 tahun yang ingin memiliki hunian idaman, baik berupa rumah maupun apartemen.
Menariknya, KPR jenis ini tidak membatasi plafon kredit yang diberikan karena menyesuaikan dengan kemampuan calon debitur.
Untuk KPR, jangka waktu yang diberikan sampai 30 tahun, sementara untuk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) hanya sampai 20 tahun. Uang mukanya pun sangat ringan, yakni mulai dari 1 persen.
Bank BTN juga memiliki KPR subsidi syariah yang dinamakan KPR BTN Bersubsidi iB.
Berbeda dengan KPR subsidi konvensional, KPR BTN Bersubsidi iB menggunakan akad “Murabahah” (jual beli) yang memberikan berbagai macam manfaat.
Seperti, angsuran ringan dan tetap sampai dengan lunas, bebas PPN, perlindungan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran, subsidi bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta khusus rumah tapak, dan jangka waktu sampai 20 tahun.
Syarat untuk mengajukan KPR BTN Bersubsidi iB ini antara lain berusia minimal 21 tahun dan pada saat pembiayaan lunas usia tidak lebih dari 65 tahun, minimum masa kerja/usaha 1 tahun, tidak memiliki kredit/pembiayaan bermasalah, pemohon tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah, menyampaikan NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi, serta penghasilan pokok maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rusun.
Ia pun melakukan survey langsung ke berbagai lokasi perumahan yang bekerja sama dengan Bank BTN dan mulai menggenapkan niat untuk mengambil perumahan di Pesona Citra Residence yang berlokasi di Desa Tambak, Kecamatan/Kabupaten Indramayu pada Desember 2020.
Dhika menceritakan, alasannya mengambil perumahan itu karena tertarik dengan desain rumah.
Walau statusnya subsidi, namun tidak kalah menarik dengan rumah komersial. Lokasinya pun terbilang strategis karena berada di pusat kota Indramayu.
Masih dikatakan Dhika, yang menjadi daya tarik utama ingin segera mengambil perumahan ialah karena menilai dari sisi investasi.
Harga tanah diketahui terus melonjak naik, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Indramayu untuk menjadi Kawasan Peruntukan Industri (KPI) menjadi nilai lebih.
"Mumpung sekarang harganya masih terjangkau dan masih muda, kalau gak sekarang kapan lagi, ingin sakit-sakitan dulu istilahnya," ucapnya.
Impian untuk memiliki rumah sendiri itu pun terwujud melalui pembiayaan perumahan dari BTN Syariah, boleh jadi merupakan impian dan harapan banyak kaum milenial lainnya di Indonesia.
Sementara itu, Marketing Pemasaran Perumahan Citra Residence Indramayu, Ikhwan mengatakan, walau di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, namun antusiasme masyarakat dalam berburu rumah memang cukup tinggi.
Dalam sebulannya selalu ada 20-30 orang yang membooking unit rumah. Ia mengakui, sebagian di antaranya adalah kaum milenial.
Ada sebanyak 220 unit rumah subsidi yang disediakan. Kini sudah dibooking sebanyak 192 unit sejak pembangunan pada Juni 2020 lalu.
Atau dengan kata lain, dalam kurun waktu 8 bulan, unit rumah di sana hanya tersisa sebanyak 28 unit lagi.
Ikhwan menyampaikan, walau termasuk rumah bersubsidi, namun pihaknya ingin menawarkan kualitas yang setara dengan rumah komersil.
Konsumen pun dipermudah dengan adanya sistem informasi dalam penyaluran KPR subsidi perumahan melalui aplikasi SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan).
Melalui aplikasi SiKasep, konsumen bisa terhubung secara online dengan pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang untuk mengetahui proses pengajuan KPR.
"Kebayakan memang masyarakat dalam daerah, masyarakat Indramayu sendiri, kalau luar daerahnya hanya sekitar 10 persen saja," ujar dia.
Sementara itu, Financing Service Bank BTN Syariah KCP Indramayu, Arief Dermawan mengatakan, untuk program rumah bersubsidi di Indramayu mayoritas menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Sasarannya, membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk bisa mendapat rumah impiannya sendiri.
Ia mengakui, walau tingginya permintaan pengajuan rumah bersubsidi, namun tidak sebanding dengan alokasi kuota yang tersedia.
"Pakai kuota sekarang itu. Kalau dulu kan akad-akad saja. Kalau saat ini akadnya itu dibatasi ada kuota, misal per kecamatan hanya dapat 100 unit," ucapnya.
Meski demikian, disampaikan Arief Dermawan, Bank BTN Syariah KCP Indramayu mendapat target untuk bisa melakukan akad sebanyak 500 unit rumah bersubsidi di tahun 2021.
Dalam memenuhi target itu, tingginya jumlah generasi Y atau kaum milenial, diakui dirinya menjadi target pangsa pasar yang menggiurkan.
Bank BTN Syariah pun terus berinovasi untuk menarik minat anak muda agar lebih akrab dengan perbankan dan pembiayaan perumahan.
Hasilnya, sejumlah anak muda baik dari kalangan pengusaha maupun karyawan swasta mulai banyak yang mengajukan akad KPR.
"Kalau saat ini untuk subsidi kita belum ada akad. Kemungkinan akad itu minggu depan atau di awal Maret," ujar dia.
BTN Syariah, disampaikan Arief Dermawan, juga sangat mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
Program ini sudah berjalan sejak tahun 2015 lalu. Melalui Kementerian PUPR, BTN Syariah turut digandeng mendukung pembiayaan program skema FLPP ini.
Di tahun anggaran 2021, Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 380.376 unit bantuan pembiayaan perumahan.
Bantuan ini terdiri dari empat program yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Alokasi FLPP ada sebanyak 157.500 unit senilai Rp 16,66 triliun, BP2BT 39.996 unit senilai Rp 1,6 triliun, SBUM 157.500 unit senilai Rp 630 miliar dan Tapera dari dana masyarakat untuk 25.380 unit senilai Rp 2,8 triliun.
Anggaran untuk FLPP sendiri di tahun 2021 ini merupakan yang tertinggi sejak program tersebut dimulai.
“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/perumahan-subsidi-dengan-harga-yang-terjangkau-di-indramayu.jpg)