Breaking News:

Pesantren di Nagarasari Dilockdown, Santri Tak Boleh Pulang, 1.000 Penghuni Jalani Tes Swab

Lockdown itu dilakukan menyusul adanya tiga santri di pondok pesantren (pontren) besar di Kelurahan Nagarasari, positif covid-19

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Seluruh penghuni pondok pesantren (pontren) di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasimalaya, menjalani swab test.

Jumlah penghuni, terdiri dari santri dan ustaz serta pengelola sekitar 1.000 orang. Semuanya menjalani swab test.

"Yang menjalani swab test awalnya hanya santri sekitar 700 orang. Tapi karena melebar, kemudian ditambah ustad dan pengelola sehingga totalnya sekitar 1.000 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota, Uus Supangat, Selasa (9/2).

Seluruh sampel swab test tersebut sudah dikirim ke laboratorium kesehatan di Bandung.

"Hasilnya belum keluar, masih menunggu sekitar seminggu lagi," kata Uus, seraya berharap semuanya negatif.

Profil Habib Luthfi bin Yahya, Ulama Kharismatik Asal Pekalongan Sempat Bikin Ustaz Maaher Menyesal

Banjir di Majalengka, 16.834 Jiwa Terdampak, Tersebar di 8 Kecamatan

Viral di TikTok Bocah Ngadem di ATM Tinggal di Kos Sepetak, Jualan Donat untuk Bantu Orangtua

Namun untuk mengantisipasi terjadinya paparan di luar, aktivitas keluar masuk pontren dihentikan.

"Seluruh santri pun tidak diperbolehkan pulang. Semuanya harus menunggu hasil swab test. Yang negatif sudah tentu akan dipulangkan demi menjaga kesehatannya," ujar Uus.

Pihak Dinkes, tambah Uus, belum bisa memastikan sumber paparan klaster pontren tersebut.

"Hanya saja diketahui tiga santri mengalami gejala hilang rasa dan saat diswab test ternyata hasilnya positif," kata Uus. 

Lockdown itu dilakukan menyusul adanya tiga santri di pondok pesantren (pontren) besar di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami menemukan klaster keagamaan yang baru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Selasa (9/2).

Uus menyebutkan, munculnya klaster baru pontren berawal dari adanya tiga santri yang mengalami kehilangan indra penciuman.

"Ketiganya langsung menjalani swab antigen dan hasilnya positif. Begitu juga saat dilakukan swab test PCR, hasilnya tetap positif," ujar Uus.

Suami Istri Bos Besar Aneka Sandang Kuningan Meninggal Dunia, Adik Bilang Haji Udin Positif Covid-19

Mega Proyek Waduk Kuningan Bakal Jadi Bencana Besar bagi Warga, 6 Desa Terancam Terendam

Lansia akan Mendapat Vaksinasi Covid-19 di Tahap Selanjutnya, Izin BPOM -nya Sudah Terbit

Kini ketiga santri menjalani isolasi mandiri di sebuah tempat di lingkungan pontren.

Pergerakan keluar masuk santri maupun keluarga untuk sementara dihentikan.

"Kami mengimbau para keluarga pasien positif tetap tenang. Anak-anak mereka dalam penanganan Dinas Kesehatan meski isolasi di lokasi," ujar Uus. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved