Banjir di Majalengka, 16.834 Jiwa Terdampak, Tersebar di 8 Kecamatan

Bencana banjir ekstrem di Kabupaten Majalengka pada Minggu-Senin (7-8/2/2021) kemarin, mengakibatkan belasan ribu jiwa terdampak.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kondisi banjir masih terjadi di Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka pada Selasa (9/2/2021) siang. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Bencana banjir ekstrem di Kabupaten Majalengka pada Minggu-Senin (7-8/2/2021) kemarin, mengakibatkan belasan ribu jiwa terdampak.

Bencana tersebut tersebar di 23 desa, khususnya di wilayah Utara Majalengka.

Tak hanya itu, banjir juga merendam sedikitnya 6.284 rumah dan merenggut 1 korban jiwa.

Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Majalengka, Reza Permana mengatakan setelah pihaknya meninjau langsung seluruh wilayah terdampak banjir, ada sekitar 16.834 jiwa terdampak.

Mereka sebagian mengungsi ke tempat lebih aman, dikarenakan wilayah rumahnya sangat beresiko jika tetap ditempati.

Jumlah tersebut tersebar di 8 kecamatan.

"Kecamatan terdampak, yakni Kertajati, Kadipaten, Jatitujuh, Panyingkiran, Dawuan, Kasokandel, Ligung dan Sumberjaya," ujar Reza melalui pesan singkat, Rabu (10/2/2021).

Ia merinci, di Kecamatan Kertajati sendiri ada 1.806 jiwa terdampak dan 610 rumah terendam.

Selain itu, Kecamatan Kadipaten ada 4.548 jiwa terdampak dan 1.604 rumah terendam.

"Untuk di Kecamatan Jatitujuh ada 4.187 jiwa, 1.232 rumah terendam dan 1 orang meninggal dunia. Di Kecamatan Panyingkiran yang rumahnya terendam ada 4 rumah dan 11 jiwa terdampak. Serta di Kecamatan Dawuan ada 337 jiwa dan 794 rumah,"

"Selanjutnya di Kecamatan Kasokandel ada 1.450 jiwa dan 560 rumah. Di Ligung 4.360 jiwa dan 1.437 rumah dan di Kecamatan Sumberjaya 135 jiwa dan 43 rumah," ucapnya.

Masih disampaikan Reza, selain merendam ribuan rumah, banjir juga mengakibatkan fasilitas publik terendam.

Seperti, pesawahan, kantor pemerintahan, fasilitas peribadatan, fasilitas pendidikan, kesehatan, pasar dan lainnya.

"Ada 7 kantor pemerintahan terendam, 34 peribadatan, 23 pendidikan, 5 fasilitas kesehatan, 1 pasar, 1 pembakar sampah dan 802 hektar sawah," jelas dia.

Selama ini, Reza menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya penanganan.

Seperti mengaktifkan Posko Komando, melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, mengevakuasi korban terdampak banjir dan memantau titik-titik bendung.

"Untuk jumlah desa yang saat ini masih terendam masih kita cek, nanti diinformasikan lebih lanjut," kata Reza.

TRAGIS, Tiga Korban Banjir di Pamanukan Subang Meninggal di Pengungsian

Daftar Harga HP Oppo Februari 2021 Ada yang Rp 1 Jutaan, Ada Oppo A12, Oppo A11K, hingga Oppo Reno3

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved