Senin, 27 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Tol Cipali Km 122 Ambles

Ruas Tol Cipali Km 122 Ambles Sepanjang 30 Meter, Begini Penjelasan Kepala PVMBG

berdasarkan Peta Geologi Lembar Bandung, Jawa, daerah bencana tersusun oleh batu pasir tufaan, lempung dan konglomerat (Qos).

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Jalan tol Cipali Km 122.400 ambles. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ruas Jalan tol Cipali KM 122 ambles sekira 20-an meter dengan kedalaman 1 meter arah Jakarta pada Selasa (9/2/2021) sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Andiani menerangkan, titik ambles merupakan daerah landai dan berada di bantaran Sungai Cipunagaraga.

Kata dia, berdasarkan Peta Geologi Lembar Bandung, Jawa, daerah bencana tersusun oleh batu pasir tufaan, lempung dan konglomerat (Qos).

"Di sekitar area gerakan tanah tidak terdapat struktur geologi berupa lipatan maupun sesar/patahan. Dari peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah Februari 2021 di Subang, KM 122 berada di wilayah potensi gerakan tanah rendah. Artinya daerah ini punya potensi rendah terjadi gerakan tanah," ujar Andiani, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun.

Kiper Persib Bandung I Made Wirawan Coba Olahraga Muay Thai untuk Jaga Kondisi Fisik

Mega Proyek Waduk Kuningan Bakal Jadi Bencana Besar bagi Warga, 6 Desa Terancam Terendam

Suami Istri Bos Besar Aneka Sandang Kuningan Meninggal Dunia, Adik Bilang Haji Udin Positif Covid-19

PVMBG mengungkap penyebab terjadinya gerakan tanah karena kemiringan lereng yang tidak terlampau curam sehingga gerakan tanah relatif lambat. Kemudian, adanya kemungkinan material timbunan yang kurang padu atau mudah tererosi.

"Pengaruh dari erosi air permukaan (air hujan maupun aliran sungai) di kaki lereng mengingat lokasinya yang berada tidak jauh dari sungai besar. Selain itu, dipengaruhi juga curah hujan yang tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah," ucap dia.

Imbas pergerakan tanah itu, saat ini, Ditlantas Polda Jabar memberlakukan contra flow. Perbaikan jalan akan segera dilakukan.

Pihaknya merekomendasikan agar pihak terkait amblasnya jalan ini untuk membuat perkuatan lereng di tepian badan jalan yang berada dekat dengan sungai untuk mengurangi laju erosi dan meningkatkan kestabilan lereng.

"Kemudian memantau area retakan, jika retakan berkembang dan bertambah luas agar segera menutup jalan dan mengalihkan kendaraan yang melintas," ucap Andiani.

Sungai Cipunagara sendiri mengalir dari selatan Kabupaten Subang dan bermuara di Laut Jawa. Sungai Cipunagara airnya meluap dan menggenangi kawasan Pamanukan. 

Diberitakan sebelumnya, Ruas jalan Tol Cipali di KM 122.400 arah Jakarta ambles, Selasa (9/2/2021). Informasi yang dihimpun, amblesnya jalan tol yang dikelola PT Lintas Marga Sedaya itu sudah ada sejak dini hari tadi.

"Iya betul," ujar Direktur Ditlantas Polda Jabar Kombes Eddy Djunaedi via ponselnya.

Dari foto yang diterima Tribun, tampak kondisi jalan tol di utra Jabar itu retak-retak. Posisi tanah sudah tidak rata karena sebagian sudah turun.

Saat Proses Evakuasi, Petugas Temukan Dua Warga di Indramayu Meninggal Dunia di Tengah Banjir

BPBD Perkirakan Jumlah Pengungsi Akibat Banjir di Indramayu Mencapai 15 Ribu Jiwa

Indramayu dan Kota Cirebon Bebas dari Zona Merah Covid-19, Tinggal Kota Bogor yang Berisiko Tinggi

Kasat PJR Tol Cipali Kompol Zaenal Abidin membenarkan kondisi ambles tersebut dan saat ini kendaraan sedang diberlakukan Contra flow.

"Betul ambles dari KM 122.400 sepanjang kurang lebih 30 M. Ada Contra flow," ujar Zaenal.

Ia menyebut Contra flow diberlakukan untuk menghindari jalan yang ambles tersebut.

"Contra flow dari dari Km 126 Cipali sampai Km 117. Kendaraan dari arah Timur (Jawa) masuk jalur contra flow di Km 126 dan kembali ke jalur B kembali / Keluar dari Jalur contra flow di Km 117 Cipali," ujarnya.

Tol Cipali Km 122.400 Ambles.
Tol Cipali Km 122.400 Ambles. (Istimewa)

Terendam Banjir

Ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) kembali tergenang air pada Minggu (7/2/2021).

Genangan air itu terjadi di KM 136+100 sampai dengan KM 136+200, akibatnya baik kendaraan yang datang dari arah Jakarta maupun Cirebon tersendat.

Adapun ketinggian banjir yang menggenangi ruas jalan tol itu setinggi 10 centimeter.

Banjir itu merupakan kiriman dari sejumlah wilayah di hulu Kabupaten Indramayu yang terdampak banjir, sehingga membuat Sungai Cilalanang yang melintasi ruas jalan tol ikut meluap.

Ruas Tol Cipali KM 136 Terendam Banjir, Air Datang Kiriman dari Hulu Indramayu

Tol Cipali KM 136 Tergenang Air Seusai Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah di Kabupaten Indramayu

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya mengatakan, banjir yang menggenangi ruas Jalan Tol Cipali menyita perhatian Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Pada kesempatan itu, Basuki Hadimuljono langsung meninjau lokasi banjir. Ia ingin, fenomena ruas jalan Tol Cipali bisa segera diatasi.

"Tadi Pak Menteri bilang akan ditangani secara terpadu, mulai dari hulu sampai hilir," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler.

Lanjut Caya, dari hulu sampai hilir itu akan dibuat long storage atau bangunan penahan air yang berfungsi menyimpan air di dalam sungai.

Yakni, dari mulai Sungai Cilalanang di bagian hulu hingga Sungai Ciperawan di bagian hilir.

Ia mengatakan, sejauh ini normalisasi sungai tersebut baru dilakukan tahun kemarin.

Penanganan itu pun baru dilakukan masing-masing setengah kilometer baik di hulu maupun hilir sungai.

Hal ini lah yang menjadi penyebab, ruas Jalan Tol Cipali di wilayah Kabupaten Indramayu terus tergenang banjir.

"Nanti BPBD yang mengkoordinir bersama BBWS, dan pengelola Tol," ucapnya.

Saat ini, banjir yang menggenangi ruas Jalan Tol Cipali sudah surut sekitar pukul 16.00 WIB.

"Sekarang sudah surut, air sudah masuk ke sungai semua, tadi surut jam 4 sore," ujar dia.

Letkol MI Dipecat Setelah Selingkuh dengan Istri Bawahannya Sendiri yang Berstatus PNS

Agar Pasangan Tidak Berpura-pura Sudah Puas, Ini Tanda-tanda Orgasme pada Wanita, Anda Harus Tahu!

Banjir yang merendam ruas Jalan Tol Cipali KM 136, Minggu (7/2/2021).
Banjir yang merendam ruas Jalan Tol Cipali KM 136, Minggu (7/2/2021). (Istimewa)

Intensitas curah hujan yang tinggi membuat sejumlah wilayah di bagian barat Kabupaten Indramayu terendam banjir.

Seperti di Kecamatan Haurgeulis. Berdasarkan informasi yang diterima Tribuncirebon.com, banjir sedikitnya merendam tiga desa sekaligus.

Meliputi Desa Mekarjati, Desa Sukajati dan Desa Kertanegara.

Salah seorang warga Desa Sukajati, Kusnadi (38) mengatakan, banjir sudah menggenangi pemukiman setempat sejak pagi hari tadi.

Ruas Tol Cipali KM 136 Terendam Banjir, Air Datang Kiriman dari Hulu Indramayu

Kondisi Pemecah Ombak di Pesisir Indramayu Mengkhawatirkan Setelah Diterjang Banjir Rob Tiap Hari

Tingginya air pun bervariatif mulai 50-80 centimeter.

"Banjir sejak pukul 07.00 atau pukul 08.00 WIB tadi pagi, beberapa rumah tergenang banjir," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di lokasi banjir, Minggu (7/2/2021).

Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Salah seorang warga setempat, Hendri (39) mengatakan, banjir tersebut dikarenakan meluapnya sungai yang melintasi Desa Cikawung.

"Soalnya setiap hari hujan terus, jadi sungai juga meluap," ujarnya.

Hendri mengatakan, akibat banjir tersebut turut membuat Ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) terendam genangan air, baik dari arah Jakarta maupun Cirebon.

Genangan air tersebut terjadi di kM 136+100 sampai dengan KM 136+300.

"Air berasal dari hulu di daerah Indramayu yang banjir, tapi sekarang sudah mulai surut," ujar General Manager Operation ASTRA Tol Cipali, Suyitno.

Ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di wilayah Kabupaten Indramayu tergenang banjir pada Minggu (7/2/2021) siang sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat dikonfirmasi, General Manager Operation ASTRA Tol Cipali, Suyitno membenarkan hal tersebut.

Suyitno mengatakan, ruas jalan tol yang terendam banjir berada di KM 136+100 sampai dengan 136+300.

Kondisi Pemecah Ombak di Pesisir Indramayu Mengkhawatirkan Setelah Diterjang Banjir Rob Tiap Hari

Gerakan Tubuh Nobu di Video Baru Jadi Sorotan, Dampak Video Syur Dengan Gisel Terlihat di IG MYD

"Air berasal dari hulu di daerah Indramayu yang banjir, tapi sekarang sudah mulai surut," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Ia menjelaskan, hujan hingga saat ini masih melanda kawasan setempat.

Imbasnya, baik ruas jalan yang mengarah ke Jakarta maupun Cirebon tergenang genangan banjir.

Petugas saat ini sudah disiagakan untuk membantu melancarkan arus kendaraan.

Kepada pengguna jalan yang hendak melintasi Tol Cipali diimbau untuk selalu berhati-hati.

"Di sini masih hujan, ini saya masih di lokasi sedang mengarahkan pengguna jalan," ucap dia.

Agar Pasangan Tidak Berpura-pura Sudah Puas, Ini Tanda-tanda Orgasme pada Wanita, Anda Harus Tahu!

Satu Keluarga Meninggal karena Istri Tak Jujur Positif Covid-19, Paru-paru Suami Menghitam

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved