Kasus Covid di Lapasustik Cirebon
Warga Binaan Lapasustik Kelas IIA Cirebon yang Positif Covid-19 Diisolasi di Sel Khusus
Sebanyak 20 orang di Lapas Khusus Narkotika (Lapasustik) Kelas IIA Cirebon terpapar Covid-19.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sebanyak 20 orang di Lapas Khusus Narkotika (Lapasustik) Kelas IIA Cirebon terpapar Covid-19.
Mereka dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test yang dilakukan pada akhir pekan lalu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, 20 orang itu terdiri dari 18 warga binaan dan dua petugas kantin lapas.
Baca juga: Penderita Tekanan Darah Rendah Sering Pusing Hingga Mual, Begini Cara Ampuh Atasi Hipotensi
Menurut dia, 18 warga binaan itupun telah ditempatkan di sel khusus untuk menjalani isolasi mandiri.
"Warga Binaan diisolasi di Blok D44," kata Enny Suhaeni kepada Tribuncirebon.com, Senin (25/1/2021).
Pasalnya, mereka masuk kategori pasien kasus konfirmasi tanpa gejala sehingga tidak perlu dirawat di ruang isolasi rumah sakit.
Baca juga: Salah Kirim Jenazah, TKW Asal Jember Meninggal di Malaysia, yang Dikirm Malah Jenazah Warga Sragen
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Lapasustik Kelas IIA Cirebon untuk penanganan lebih lanjutnya.
Bahkan, seluruh ruangan di lapas juga telah disemprot disinfektan sebagai penanganan awal munculnya klaster penyebaran virus corona di lapas.
"Mudah-mudahan isolasi mandirinya berjalan lancar," ujar Enny Suhaeni.
Kala itu, swab test massal di Lapasustik Kelas IIA Cirebon diikuti 670 warga binaan.
Tes masif tersebut merupakan tindak lanjut adanya tigas petugas lapas yang terpapar Covid-19
Warga Binaan dan Petugas Kantin positif Covid-19
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon melaksanakan swab test massal di Lapas Khusus Narkotika (Lapasustik) Kelas IIA Cirebon.
Swab test massal yang digelar pada akhir pekan lalu diikuti 670 warga binaan lapas.
Tes masif tersebut merupakan tindak lanjut adanya tiga petugas Lapasustik Kelas IIA Cirebon yang terpapar Covid-19.
Baca juga: VIRAL Komisioner KPU Situbondo Joget Dangdutan dengan Biduan, Tak Jaga Jarak dan Tak Pakai Masker
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, hasilnya terdapat 20 orang yang dinyatakan positif Covid-19.
"Terdiri dari 18 warga binaan dan dua petugas kantin Lapasustik Kelas IIA Cirebon," kata Enny Suhaeni kepada Tribuncirebon.com, Senin (25/1/2021).
Ia mengatakan, mereka berjenis kelamin laki-laki dan rentang usianya berkisar antara 26 tahun - 59 tahun.
Menurut dia, seluruh pasien dipastikan tengah menjalani isolasi mandiri, karena merupakan kasus konfirmasi tanpa gejala.
Baca juga: Rumah Warga di Kuningan Jebol Diterjang Longsor, BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Bencana Alam
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Lapasustik Kelas IIA Cirebon untuk penanganan lebih lanjut munculnya klaster penyebaran tersebut.
"Seluruh ruangan lapas juga sudah disemprot disinfektan sebagai upaya penanganan awalnya," ujar Enny Suhaeni.
Enny berharap, mereka tidak mengalami gejala apapun saat menjalani isolasi mandiri.
Agar 20 orang itu tidak perlu dirawat intensif di ruang isolasi rumah sakit.
20 orang positif Covid-19
Sebanyak 20 orang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab test massal di Lapas Khusus Narkotika (Lapasustik) Kelas IIA Cirebon.
Swab test massal itu dilaksanakan pada akhir pekan lalu dan diikuti 670 warga binaan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, hasil swab test massal diterimanya pada Minggu (24/1/2021).
Baca juga: Ini Sosok Pangeran Cendana Tommy Soeharto Yang Gugat Pemerintah Rp 56 M Gara-gara Proyek Tol Desari
Menurut dia, tes masif tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya tiga petugas lapas yang terpapar virus corona.
"Hasilnya ditemukan ada 20 orang yang positif (Covid-19)," ujar Enny Suhaeni kepada Tribuncirebon.com, Senin (25/1/2021).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Lapasustik Kelas IIA Cirebon untuk menangani 20 orang tersebut.
Ia mengatakan, 20 orang itupun masuk kategori pasien kasus konfirmasi tanpa gejala.
Baca juga: Digugat Anak Kandung Soal Tanah, Seorang Ibu Kelelahan Hingga Sakit Karena Bolak-balik ke Pengadilan
"Saat ini, mereka tengah menjalani isolasi mandiri," kata Enny Suhaeni.
Enny berharap, mereka tidak mengalami gejala apapun saat menjalani isolasi tersebut.
Agar 20 orang itu tidak perlu dirawat intensif di ruang isolasi rumah sakit.
"Seluruh ruangan lapas juga sudah disemprot disinfektan sebagai upaya penanganan awalnya," ujar Enny Suhaeni.