Pedagang Daging Sapi di Majalengka Mengeluh, Harga Kian Mahal, Hari Ini Per Kilogram Rp 120 Ribu

Dampak dari mogoknya para pedagang daging sapi di kota-kota besar berdampak pula oleh para pedagang di sejumlah daerah.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pedagang di Pasar Sindangkasih Cigasong Majalengka, Sabtu (23/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Dampak dari mogoknya para pedagang daging sapi di kota-kota besar berdampak pula oleh para pedagang di sejumlah daerah.

Seperti halnya yang dialami oleh para pedagang sapi di Pasar Sindangkasih Cigasong, Kabupaten Majalengka.

Pasalnya, para pedagang merasakan mahalnya harga daging dari para pengepul.

Di sisi lain, para pedagang kesulitan untuk menaikkan harga daging yang nantinya bakal berdampak ke merosotnya penjualan.

Baca juga: BPBD Majalengka Bantah Beredarnya Foto Longsor di Cikijing-Kuningan yang Tampak Rusak Parah

Baca juga: Harga Cabai Merah & Cabai Rawit Makin Pedas Jelang Natal dan Tahun Baru, Daging Sapi Turun Harga

Baca juga: Masih Rawan Longsor, Ini Jalan Alternatif Menuju Kuningan Lewat Cikijing Majalengka

Aja (51), salah satu pedagang daging sapi mengatakan dirinya harus menyiapkan modal yang lebih besar akibat naiknya harga beli daging dari para pengepul.

Disampaikannya, kenaikan harga daging berkisar antara Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per kilonya.

"Sekarang, pendapatan saya turun sekitar 40 persen, biasanya bisa menjual 50 kilogram, saat ini di bawah itu," ujar Aja saat ditemui di pasar, Sabtu (23/1/2021).

Menurutnya, dirinya tidak bisa menaikkan harga semaunya seiring mahalnya harga dari pengepul.

Sebab, nanti bakal berdampak ke para pembeli hingga kehilangan pelanggan.

"Saat ini harga daging sapi Rp 120 ribu perkilogram. Kalau dinaikkan lagi, para pedagang takut pembeli tidak ada. Sekarang saja kami sudah merasa kehilangan pelanggan," ucapnya.

Pedagang lainnya, Rean (45) menyampaikan dirinya merasa kebingungan terkait mahalnya harga daging dari para pengepul.

Mahalnya daging, sudah dirasakan sejak sepekan terakhir.

"Omzet berkurang, harga daging naik, pembeli tidak ada. Kami harus gimana," jelas Rean.

Oleh karena itu, para pedagang berharap, Pemerintah segera memberikan solusi.

Sehingga, harga daging sapi kembali normal dan mudah dijangkau baik dari sisi pedagang maupun pembeli.

Baca juga: Jenderal Jebolan Kopassus Ini Gentleman, Mengaku Positif Covid-19, Minta Warga Makin Disiplin Prokes

Baca juga: Ibu Hambali Teroris Asal Cianjur Dalam Kondisi Sakit-sakitan, Mau Bertemu Anaknya Walau Lewat Video

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved