Melahirkan Bayi Botak, Mama Muda Disalahkan Keluarga Karena Suka Lakukan Ini Selama Hamil
Seperti baru-baru ini seorang ibu muda dikritik sekeluarga lantaran bayinya tidak memiliki rambut dan hampir botak.
TRIBUNCIREBON.COM- Kehamilan bukanlah hal yang mudah untuk dilewati setiap wanita.
Selain fisik yang berubah drastis, tidak sedikit kritikan didapati wanita hamil dari orang-orang disekitar yang membuat beban pikiran bertambah.
Seperti baru-baru ini seorang ibu muda dikritik sekeluarga lantaran bayinya tidak memiliki rambut dan hampir botak.
Ini disebut lantaran pola makannya sewaktu hamil.
Kisah itu disampaikan langsung oleh seorang dokter kandungan di Taiwan, bermarga To.
Ia membagikan pengalaman seorang wanita yang juga pasiennya lewat postingan Facebook.\
Baca juga: Bantu Pedagang Keliling, Anggota Komisi VI DPR RI Bagikan Puluhan Rombong di Cirebon dan Indramayu
Baca juga: Pantas Saja Sinyal WiFi Lemot, Lima Barang di Rumah Anda Bisa Jadi Penyebabnya

Dokter wanita itu mengatakan bahwa dirinya sering kali mendapat panggilan dari para ibu, terkait dengan penampilan bayi mereka yang mungkin sedikit berbeda dari biasa.
Dari semua cerita yang pernah didengar, dr To terkejut dengan kisah seorang ibu yang disalahkan keluarga karena melahirkan bayi botak.
Rupanya, ibu muda itu selama hamil sering memakan es krim.
Sementara itu keluarganya kerap melarang, karena mitos memakan es krim bisa menyebabkan bayi botak.
Karena tidak percaya mitos itu, si ibu tak ambil pusing dan memakan es krim.
Baca juga: Pohon Tumbang Dekat Kantor BPBD Majalengka saat Hujan Deras, Lalu Lintas Tertutup
Baca juga: Setelah Mengguncang Melonguane Talaud, Gempa Bumi Terjadi di Manokwari

Di luar dugaan, bayinya lahir dengan rambut lebih tipis dari bayi kebanyakan, membuat keluarganya terus menyalahkannya.
Baca juga: LOKER Besar-besaran PT Konimex untuk Lulusan SMA/SMK, D3 dan S1 Paling Lambat 31 Maret 2021
Dokter To membagikan percakapannya dengan si ibu muda.
"Ibuku selalu mengatakan bahwa bayiku botak karena aku makan es krim selama hamil. Benarkah dokter?" tanya si ibu muda.
Sementara itu dr To membalas dengan kesal: "Ibumu terlalu kasar".