Info Gempa Bumi
Setelah Mengguncang Melonguane Talaud, Gempa Bumi Terjadi di Manokwari
Setelah mengguncang Melonguane, gempa hari ini Jumat (22/1/2021) terjadi di Manokwari.
Penulis: dedy herdiana | Editor: dedy herdiana
TRIBUNCIREBON.COM - Setelah mengguncang Melonguane, gempa hari ini Jumat (22/1/2021) terjadi di Manokwari.
BMKG mencatat gempa bumi yang terjadi pada pukul 11.13 WIB.
Diketahui pusat gempa berada di laut 30 Kilometer Barat Laut Manokwari Selatan atau pada titik koordinat 0.64 LS dan 133.98 BT, dengan kedalaman 10 Kilometer.
Baca juga: Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Baca juga: Gempa Sulbar Membuat Pasangan Calon Pengantin Ini Batalkan Menikah, Padahal Undangan Sudah Tersebar
Adapun kekuatan guncangan gempa ada pada skala 4,1 magnitudo dan dirasakan di Manokwari dengan skala kekuatan III.
Gempa hari ini memang tidak sekuat gempa yang terjadi sehari sebelumnya di Melonguane.
Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7.1 magnitudo mengguncang Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 19.21 WIB.
Gempa berskala besar itu berpusat di laut 134 km timur laut Melonguane. Gempa tidak berpotensi tsunami.
Sebagaimana diinformasikan di laman bmkg.go.id, kordinat gempa berada di 4.98 LU 127.38 BT dengan kedalaman 154 km.
Baca juga: Mayat Wanita Tanpa Celana Gegerkan Warga Karawang di Parit Sawah dengan Kondisi Mengenaskan
Baca juga: Anak yang Berani Menggugat Orangtua Kandung Rp 3 Miliar Meninggal Satu Hari Sebelum Sidang
Baca juga: Baru Ijab Kabul dan Sah Jadi Istri, Cewek Asal Tasik Ini Merayu Suami Ingin Peluk Mesra Mantan Pacar
Guncangan paling kuat dirasakan di Melonguane dengan level IV. Juga dirasakan di Tahuna dan Ondong.
Guncangan level III dirasakan di Manado dan Bitung. Sementara Bolaang Uki merasakan kekuatan guncangan level II.
Daerah Gorontalo, Halmahera Utara, dan Galela, merasakan guncangan pada level II-III.
Dalam rilisnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi, hingga hari Kamis, 21 Januari 2021 pukul 19.39 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.
Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( Thrust Fault ).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/gempa-ilustrasi.jpg)