Wagub Jabar UU Ruhzanul Ulum Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Lantaran Tensi Darah Tinggi
Beberapa pejabat publik, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Jabar menjalani pemberian vaksin COVID-19.
"Saya sarapan sudah, istirahat dan juga olahraga, tetapi tidak bisa dipungkiri karena ada persyaratan-persyaratan di saat akan melaksanakan vaksin, salah satu persyaratannya adalah tekanan darah harus normal," katanya seusai mendapat vaksinasi, dan setelah lebih dari 2 jam menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan dan istirahat.
Kang Uu mengatakan untuk menurunkan tekanan darahnya, dirinya menyantaikan diri dengan cara mengobrol dan berdiam diri. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang sempat memijat punggung Kang Uu pun membuatnya lebih santai.
Akhirnya setelah diperiksa kembali tekanan darahnya, tekanan darah Kang Uu menjadi normal di angka 129. Dengan demikian, Kang Uu pun dapat disuntik vaksin. Namun saat akan disuntik, berdasarkan tayangan langsung lewat video, Kang Uu kembali tegang, terlihat dari dahinya yang mengernyit.
Kang Uu mengatakan memang dirinya sempat tegang karena biasanya dia tidak pernah beramai-ramai saat bertemu dokter. Namun saat divaksin, dirinya disorot banyak kamera dan menemui banyak orang dan tenaga kesehatan.
"Sebelumnya, saya tidak biasa kalau ke dokter ataupun ke rumah sakit seramai ini. Tetapi setelah saya istirahat, ngobrol-ngobrol dengan yang lainnya, alhamdulillah tensi darah saya normal kembali 129," kata Kang Uu.
Hal serupa, katanya, terjadi juga kepada Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja yang harus menunggu dulu untuk mencapai batas tensi darah normal.

"Setelah diperiksa, tidak ada hal yang membahayakan lainnya. Maka saya dengan Pak Sekda divaksin, dan hari ini sudah dapat kartu vaksin Covid-19. Saya dan Pak Sekda akan kembali ke sini 14 hari lagi untuk suntikan kedua," katanya.
Kang Uu meminta kepada masyarakat Jawa Barat untuk tidak meragukan lagi vaksinasi Covid-19. Masyarakat, katanya, tidak perlu takut karena tim dokter pun tidak akan memaksa untuk melakukan vaksinasi jika kondisi tubuh tidak memungkinkan.
"Kami selaku pejabat di Pemprov Jawa Barat, dari mulai saya Wagub dan Bapak Sekda, Forkopimda, para kiai, para ulama, dan tokoh agama yang lain, juga ormas-ormas hari ini divaksin dan insyaallah semuanya membawa manfaat. Jangan termakan oleh isu-isu di medsos," katanya.
Walaupun sempat tegang, kata Kang Uu, dirinya nyaris tidak merasakan sakit saat divaksin. Kekhawatirannya dengan ukuran jarum yang besar, ternyata tidak terjadi. Ukuran jarum vaksin, katanya, tidak sebesar yang dia khawatirkan.
"Disuntik tidak terasa kerena memang jarumnya kecil. Barusan saya setelah disuntik ditunggu selama 30 menit. Kalau ada reaksi, tim dari medis sudah dipersiapkan, tetapi saya setelah 30 menit, tidak ada reaksi apa-apa," katanya.
"Jadi nanti saya akan divaksin lagi 14 hari kemudian setelah hari ini, akan datang lagi ke sini, sekaligus juga melihat situasi dan kondisi atau progress perkembangan setelah divaksin selama 14 hari. Saya nyatakan sekali lagi, tidak ada apa-apa, sakit pun tidak, karena memang sangat kecil jarumnya, sebentar jos cabut deui," katanya.
Sampai sore hari, Kang Uu mengatakan tidak merasakan gejala apapun setelah divaksinasi. Bahkan dirinya tidak merasa mengantuk seperti saat Ridwan Kamil mendapatkan vaksinasi.