Empat Pendaki Yang Tersesat di Gunung Patuha Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Selamat
Empat orang pendaki yang tersesat saat turun di Puncak Gunung Patuha, telah ditemukan oleh Basarnas
"Mungkin karena fisik Abi yang tidak kuat sehingga dirinya tidak mampu mengejar saya. Saat itu juga saya langsung kembali ke titik Abi berada namun sudah tidak ada," kisahnya.
Saat itu rombongan pemburu tersebut langsung berusaha mencarinya, namun hingga pukul 11.30 belum juga menemukan Abi.
Hingga akhirnya Abi dinyatakan hilang dan langsung dilaporkan ke pihak terkait.
Abi pemuda pemalu dan terkenal seorang muazin di tempat tinggalnya tersebut. Ia sudah menyadari terpisah dengan rombongan, dan telah berada d itengah hutan yang ia tidak kenal.
Saat tersesat di tengah hutan, Abi hanya membawa sebuah tas yang beisikan sebungkus rokok, kopi, kunci mobil, sejumlah uang serta handphone milik beberapa pemburu. Ia terus berusaha mencari jalan keluar, hingga tidak terasa hari pun sudah mulai gelap.
Untuk bertahan dari gangguan hewan buas di dalam hutan, Abi hanya mengandalkan sebuah korek api, dan menyalakan api.
Di tengah kegelapan yang hening serta dingin di tengah hutan yang tidak dikenalinya, Abi tidak diganggu oleh hewan liar atau apapun.
Kesesokan harinya Abi pun kembali berjalan mencari jalan untuk keluar hutan, hingga tidak disadari sepatu bot yang ia kenakan itu sudah rusak karena telah menuruni bukit terjal untuk mendekati sungai.
"Selama tiga hari tidak makan apapun, hanya minum air sungai saja. Saat berada di sungai pun sempat berteriak meminta tolong, namun tidak ada yang mendengarkan," ucapnya.
Tanpa disadarinya Abi sudah tersesat di tengah hutan selama tiga hari. Ia pun sempat meneteskan air mata karena tangan dan kaki yang sudah tidak kuat lagi untuk berjalan.
Tapi Abi memaksakan diri untuk terus berjalan hingga akhirnya bertemu dengan seorang petani lokal.
"Di tengah kebingungan, saya melihat soerang warga, lantas langsung dihampiri dan sempat ikut berkeliling hutan. Hingga akhirnya seorang petani itu membawa saya ke rumahnya dan memberi makan," katanya sambil memperlihatkan beberapa luka goresan di tangannya.
Saat Abi tengah beristirahat di rumah warga yang menolongnya, handphone yang berada di tasnya pun berbunyi dan langsung diangkat oleh pemilik rumah. Warga lokal tersebut pun langsung memberikan kabar keberadaan Abi.
"Sekitar pukul 17.00 semua orang yang mencari - cari selama tiga hari, saya sangat senang sekaligus terharu. Tim pencari langsung memberikan pertolongan petama pada saya," ucap Abi saat ditemui di rumahnya.
Seusai diberikan pertolongan pertama, Abi langsung dibawa Puskesmas untuk diperiksa kondisi fisiknya, setelah itu ia pun langsung diserahkan ke keluarganya dengan disertai isak tangis. (*)