Empat Pendaki Yang Tersesat di Gunung Patuha Berhasil Ditemukan Dalam Keadaan Selamat

Empat orang pendaki yang tersesat saat turun di Puncak Gunung Patuha, telah ditemukan oleh Basarnas

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Empat orang pendaki yang tersesat saat turun di Puncak Gunung Patuha, telah ditemukan oleh Basarnas, Sabtu (9/1/2020) sekitar pukul 20.40 WIB. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Empat orang pendaki yang tersesat saat turun di Puncak Gunung Patuha, telah ditemukan oleh Basarnas, Sabtu (9/1/2020) sekitar pukul 20.40 WIB.

Cluster Manager Ciwidey, Trisna Mulyana, mengungkapkan, empat pendaki tersebut baru saja ditemukan.

"Barusan ditemukan oleh Basarnas, sekitar pukul 20. 40 WIB, semua dalam keadaan selamat," kata Trisna, saat dihubungi.

Baca juga: Ini Kronologi Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air Menurut Kemenhub, SJ-182 Belok ke Barat Laut

Baca juga: Longsor Terjang 14 Rumah di Perum Pondok Daud, 12 Orang Diduga Tertimbun, Evakuasi Terkendala Alat

Baca juga: PREVIEW AC Milan vs Torino di Stadion San Siro Minggu Dini Hari, Cek Link Live Streaming di Sini

Menurut Trisna, ktersebut, secara keseluruhan dalam keadaan sehat.

"Kondisinya mungkin hanya kedinginan," katanya.

Ditemukannya, kata Trisna, di jalur pertama mereka mendaki.

"Jadi ditemukannya di jalaur pendakian Cipanganten," katanya.

Memang kata Trisna, Basarnas berkumpul di Kawah Putih, itu hanya untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi.

"Namun kami tak membuka pendakian," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak empat orang pendaki tersesat di Gunung Patuha Ciwidey, Sabtu (9/1/2021) siang.

Mereka mengalami disorientasi saat turun dari puncak gunung. 

Kantor SAR Bandung yang mendapat laporan orang tersesat langsung menerjunkan tim untuk melakukan pencarian.

Baca juga: Seorang Ibu di Garut Mau Melahirkan Terpaksa Ditandu Karena Terhalang Longsor, Ban Ambulans Bocor

Baca juga: Sarwendah Merasa Diteror Sosok Yang Terus Menguntitnya, Saat Didatangi Ruben Onsu Sosok Itu Hilang

Baca juga: Bupati Karawang Cellica Kecewa Manajemen Pabrik Kopi Tak Lapor 71 Karyawan Positif Covid-19

Informasi yang diterima Tribun melalui Grup WhatsApp Relawan Kebencanaan menyebutkan, Kantor SAR menerima laporan dari Anindya, yang merupakan teman korban pada pukul 14.15 WIB. 

Dalam laporan itu disebutkan, bahwa empat orang pendaki, masing-masing Achyar Saputra (19), warga Jl Cisalak No 116 Kota Cimahi, M Taufik (18) warga Jl ABC no 52,  Umar Shidiq (17),  warga Jl Cibuntu Tengah I No 14, dan M Fahza Ramadhan (18), warga Jl Mars IV No.1 Margahayu Raya, turun dari puncak Gunung Patuha, Ciwidey, Kabupaten Bandung, pada pukul 12.00 WIB.

Namun mereka kehilangan arah sehingga tersesat, tidak bisa menemukan jalur untuk turun. Koordinat lokasi terakhir mereka berada di sekitar  7°09'59.36"S 107°23'43.29"E

Mendapat laporan itu, Kantor SAR Bandung berkoordinasi dengan Polsek Ciwidey.  Lalu KPP Bandung memberangkatkan 1 tim rescue pada pukul 14.30 WIB.

Diperkirakan tim baru tiba di Patuha sekitar pukul 17.30. Karena jarak tempuh yang lumayan jauh, sekitar 52,44 km. 

Sarana yang digunakan tim SAR adalah 1 Unit Rescue Car,  1 Set Pal SAR Navigasi Darat, 1 Set Peralatan Alkom
1 Set Peralatan Medis, dan APD Personal.

Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi langsung dari Kantor SAR Bandung mengenai informasi pendaki tersesat di Gunung Patuha ini.

Tersesat 3 Hari

Sebelumnya, peristiwa orang tersesat di gunung terjadi di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango.

Tersesat di dalam hutan selama beberapa bagi seseorang yang tidak memiliki keterampilan khusus sangat berisiko. Bahkan seringkali seorang atau kelompok yang tersesat didalam hutan itu bisa ditemukan sudah tidak bernyawa.

Namun berbeda yang dialami oleh Abi Abdillah (25).  Warga Desa Palungseah RT02/08 Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi itu tersesat selama tiga hari di hutan sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Rabu (6/1/2021).

Abi berhasil ditemukan dalam keadaan masih bernyawa oleh tim petugas gabungan, setelah ada seorang warga di Kampung Cipeucang Kabupaten Sukabumi yang memberitahukan keberadaannya.

Baca juga: Rey Utami Curhat di YouTube, Tak Tahu Pablo Benua Sudah Bebas dari Rutan Cipinang,Langsung Direspons

Baca juga: Awal Tahun 2021, Penyebaran Covid-19 di Majalengka Makin Menggila, Kasus Terus Bertambah

Baca juga: Aksi Blusukan Mensos Risma Jadi Bahan Ejekan, Anggota Dewan Ini Bilang Risma Norak: Jangan Lebay Deh

Pemuda asli kelahiran Kabupaten Sukabumi tersebut, langsung dievakuasi Tim SAR gabungan serta pihak kepolisian dalam keadaan lemas dan dipenuhi luka goresan di tangan kanannya.

Sedangkan kakinya lecet karena berjalan selama tiga hari di dalam hutan untuk mencari pertolongan.

Minggu (3/1/2021), Abi ikut pergi bersama sejumlah rombongan pemburu hutan sekitar kawasan TNGGP. Tetapi Abi bukanlah seorang pemburu, namun ia hanya ingin sekedar menghilakan kepenatannya.

Sekitar pukul 10.30 WIB Abi yang tergolong pemuda pemalu tersebut bersama rombongannya tiba di lokasi tujuan. Karena Abi bukan seorang pemburu dirinya pun ditugasnya untuk menjaga kendaraan rombongan.

"Karena Abi bukan seorang pemburu, saya menyuruhnya menjaga mobil pick up rombongan, dan tidak boleh masuk hutan. Tetapi saat itu tiba-tiba ada seekor babi liar di jalan dan langsung dikejar anjing pemburu, lantas saya pun mengikutinnya," ucap Darwin (44) ketua rombongan pemburu.

Namun tanpa disadari Darwin, Abi tanpa disuruh sudah ada berada di belakangnya. Darwin yang tengah mengejar babi liar ke hutan dengan seekor anjingnya. Ketika ia menoleh kembali Abi sudah tidak ada.

"Mungkin karena fisik Abi yang tidak kuat sehingga dirinya tidak mampu mengejar saya. Saat itu juga saya langsung kembali ke titik Abi berada namun sudah tidak ada," kisahnya.

Saat itu rombongan pemburu tersebut langsung berusaha mencarinya, namun hingga pukul 11.30 belum juga menemukan Abi.

Hingga akhirnya Abi dinyatakan hilang dan langsung dilaporkan ke pihak terkait.

Abi pemuda pemalu dan terkenal seorang muazin di tempat tinggalnya tersebut. Ia sudah menyadari terpisah dengan rombongan, dan telah berada d itengah hutan yang ia tidak kenal.

Saat tersesat di tengah hutan, Abi hanya membawa sebuah tas yang beisikan sebungkus rokok, kopi, kunci mobil, sejumlah uang serta handphone milik beberapa pemburu. Ia  terus berusaha mencari jalan keluar, hingga tidak terasa hari pun sudah mulai gelap.

Untuk bertahan dari gangguan hewan buas di dalam hutan, Abi hanya mengandalkan sebuah korek api, dan menyalakan api.

Di tengah kegelapan yang hening serta dingin di tengah hutan yang tidak dikenalinya, Abi tidak diganggu oleh hewan liar atau apapun.

Kesesokan harinya Abi pun kembali berjalan mencari jalan untuk keluar hutan, hingga tidak disadari sepatu bot yang ia kenakan itu sudah rusak karena telah menuruni bukit terjal untuk mendekati sungai.

"Selama tiga hari tidak makan apapun, hanya minum air sungai saja. Saat berada di sungai pun sempat berteriak meminta tolong, namun tidak ada yang mendengarkan," ucapnya.

Tanpa disadarinya Abi sudah tersesat di tengah hutan selama tiga hari.  Ia pun sempat meneteskan air mata karena tangan dan kaki yang sudah tidak kuat lagi untuk berjalan.

Tapi Abi memaksakan diri untuk terus berjalan hingga akhirnya bertemu dengan seorang petani lokal.

"Di tengah kebingungan, saya melihat soerang warga, lantas langsung dihampiri dan sempat ikut berkeliling hutan. Hingga akhirnya seorang petani itu membawa saya ke rumahnya dan memberi makan," katanya sambil memperlihatkan beberapa luka goresan di tangannya.

Saat Abi tengah beristirahat di rumah warga yang menolongnya, handphone yang berada di tasnya pun berbunyi dan langsung diangkat oleh pemilik rumah. Warga lokal tersebut pun langsung memberikan kabar keberadaan Abi.

"Sekitar pukul 17.00 semua orang yang mencari - cari selama tiga hari, saya sangat senang sekaligus terharu. Tim pencari langsung memberikan pertolongan petama pada saya," ucap Abi saat ditemui di rumahnya.

Seusai diberikan pertolongan pertama, Abi langsung dibawa Puskesmas untuk diperiksa kondisi fisiknya, setelah itu ia pun langsung diserahkan ke keluarganya dengan disertai isak tangis. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved