Sekeluarga Asal Dago Bandung Kecelakaan di Naringgul, Avanza Hantam Tebing Penumpang Terpental
keluarga tersebut hendak berlibur ke Pantai Rancabuaya namun mengalami rem blong di lokasi kejadian. Mobil sempat menghantam tebing lalu mental ke kir
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Sekeluarga asal Dago Kota Bandung yang menumpang mobil Avanza abu bernomor polisi D 1803 MW mengalami kecelakaan di tanjakan Huut, Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Rabu (2/12/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun empat orang mengalami luka berat dan beberapa di antaranya mengalami patah tulang.
Dari keterangan keluarga tersebut hendak berlibur ke Pantai Rancabuaya namun mengalami rem blong di lokasi kejadian. Mobil sempat menghantam tebing lalu mental ke kiri dan terguling
Baca juga: Mantan Sopir dan Istri Mantan Bupati Bersaing Jadi Wakil Bupati Cirebon pada Rapat Paripurana
Baca juga: Elza Syarief Vs Nikita Mirzani Jilid 2, Sang Pengacara Kini Bela Ustaz Maaher dan Habib Rizieq
Baca juga: Zodiak Besok Kamis 3 Desember 2020: Gemini Gelisah dan Cemas, Taurus Hati-hati Saat Belanja
Baca juga: Harga iPhone Terbaru Desember 2020: Lengkap Mulai iPhone 7 Plus, iPhone SE 2020 Hingga iPhone 12
Tanjakan Huut merupakan daerah rawan kecelakaan dengan tikungan dan turunan yang tajam.
Berikut data korban kecelakaan di tanjakan Huut, dua orang yang mengalami luka ringan yakni Uun (66) dan Sakri (62), lalu 4 orang yang mengalami luka parah hingga patah tulang yakni Siti Saparo (69), Saniah (58), Ida (49), dan Saepudin (66).
Abah Uun (66) seorang korban yang mengalami luka ringan mengatakan kronologis mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.
"Tiba tiba sopir bilang rem mobil blong akhirnya sopir mengarahkan mobil ke tebing, setelah itu saya tak sadarkan diri," katanya.
Kapolsek Naringgul, AKP Yayan Suharyana kapolsek Naringgul mengatakan dugaan sementara penyebab terjadinya kecelakaan akibat rem blong.
"Rem mobil blong dan mobil oleng lalu mengantam tebing dan beberapa penumpang terpental ke jalan," ujarnya.
Kapolsek mengatakan, dalam peristiwa kecelakaan tunggal tersebut tidak ada korban namun semua penumpang termasuk sopir mengalami luka luka.
"Adanya peristiwa kecelakan sudah kami kordinasikan ke bagian unit laka lantas Polres Cianjur dan kami juga mengimbau kepada para penguna jalan baik roda 2 dan 4 untuk berhati-hati apabila melawati jalur Naringgul karena jalanan curam dan tajam," katanya.
Sekeluarga Korban Kecelakaan di Tol Cipali
Tiga dari sepuluh korban tewas dalam kecelakaan di Tol Cipali Km 78, Purwakarta, awalnya mau pulang kampung demi memperingati setahun meninggalnya sang ayah.
Diketahui, kecelakaan di jalur A itu terjadi pada Senin (30/11/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Kecelakaan maut ini melibatkan elf bernomor polisi G 1261 D dengan truk Hino tronton bernomor polisi R 1857 GC dan truk Hino Trailer bernomor polisi B 9010 UEJ.
Dalam kecelakaan tersebut, ada satu keluarga dari warga RT 004/RW 002, Desa Kalimade, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang meninggal dunia.
"Di Desa Kalimade ada 3 orang yang meninggal dunia akibat di kecelakaan di Tol Cipali," kata Perangkat Desa Kalimade Abdul Hopur dikutip dari Tribunpantura.com, Kamis (30/11/2020).
Baca juga: Santri Ponpes Al Mutawally Pulang Paksa, Kepala BPBD Kelimpungan Lakukan Pendataan
Menurutnya, tiga orang tersebut merupakan satu keluarga yang rencananya pulang ke Pekalongan untuk mengikuti acara peringatan 1 tahun meninggalnya ayah korban.
"Tiga orang yang menjadi korban bernama Maulana (31), Vina Mutiara (25), dan Maura Adelia Putri (4)."
"Mereka pulang, karena akan mengikuti acara 1 tahun meninggalnya ayahnya yang direncanakan akan digelar pada hari Selasa (1/12/2020)," ujarnya.
Baca juga: PT LIB Tak Akan Ubah Format Kompetisi Liga 1, Begini Tanggapan Persib Bandung
Ia mendapatkan informasi kabarnya kecelakaan itu tadi pagi dari sesama supir travel.
"Saya dapat informasi itu sekitar pukul 06.00 WIB, setelah itu saya cek ternyata benar," imbuhnya.
Abdul menambahkan, saat ini keluarga masih menunggu kedatangan jenazah sampai ke rumah duka.
"Untuk pemakaman, belum di ketahui kapan akan dilakukan. Karena, keluarga masih melakukan musyawarah dan masih menunggu kedatangan ketiga jenazah," tambahnya.
Baca juga: Kapolri Idham Azis Perintahkan Tembak Mati Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Jika Melawan Petugas
Pantauan Tribunpantura.com di rumah duka, sejumlah pelayat sudah banyak berdatangan dan warga sekitar bergotongroyong menata kursi untuk tamu yang akan melayat ke rumah duka.
Bahkan, dari Jasa Raharja Pekalongan sudah datang ke rumah duka untuk memberikan santunan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Cipali.
Baca juga: Daftar Lengkap Korban Tewas Laka Maut Km 78 Tol Cipali, Bagaimana Reaksi Kemenhub?
8 dari 10 korban tewas warga Kesesi, Kabupaten Pekalongan
Sebelumnya diberitakan, 10 orang meninggal dunia akibat terlibat kecelakaan beruntun di KM 78 jalur A Tol Cipali, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (30/11/2020) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kecelakaan maut ini melibatkan elf bernomor polisi G 1261 D dengan truk Hino tronton bernomor polisi R 1857 GC dan truk Hino Trailer bernomor polisi B 9010 UEJ.
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Pekalongan Sugeng Prastowo Dwiputranto mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Polres Purwakarta bahwa ada kecelakaan di tol Cipali dan ada 10 korban yang meninggal dunia.
"Mendapatkan informasi tersebut, kami langsung menindak lanjuti karena para korban kecelakaan ini berdomisili wilayah kerja Kantor Perwakilan Jasa Raharja Pekalongan," kata Sugeng kepada Tribunpantura.com.
Menurutnya, dalam kecelakaan tersebut ada 12 korban jiwa.
Di antaranya 8 orang yang meninggal dunia adalah warga Kabupaten Pekalongan, 2 dua orang warga Kabupaten Pemalang.
Selain itu, ada 2 orang mengalami luka-luka berat.
"Saat ini kami masih mendata ahli waris korban kecelakaan yang berhak menerima santunan Jasa Raharja," ujarnya.
Terkait kecelakaan tersebut, pihaknya menegaskan bahwa berdasarkan UU No 34 dan PMK No. 16 tahun 2017, bagi korban meninggal dunia yang mempunyai ahliwaris yang sah, maka Jasa Raharja menyerahkan hak santunan kematian kepada masing-masing ahli waris korban sebesar Rp50 juta langsung secara cashless ke rekening ahli waris.
"Meskipun saat ini tengah terjadi pandemi Covid-19, tidak menghalangi Jasa Raharja untuk melayani korban kecelakaan lalu lintas tanpa mengabaikan prosedur kesehatan dengan tetap memakai APD," imbuhnya
Adapun untuk meningkatkan pelayanan bagi para korban kecelakaan lalu lintas, Kantor Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Tengah sampai dengan bulan Oktober 2020 telah menyerahkan dana santunan kecelakaan lalu lintas diwilayah Jawa Tengah sebesar Rp21,1 miliar dan total penyerahan tahun 2019 sebesar Rp19,8 miliar.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribunpantura.com, kesepuluh korban yang meninggal dunia atas nama:
1. Afrizal, jenis kelamin laki-laki, warga Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang kini ber-KTP Jorong Koto Koto, Desa Salimpaung Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat
2. Vina Mutiara (25), Desa Kalimade, RT 4/RW 2, Kecamtan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
3. Rasbo Wibowo, jenis kelamin laki-laki, alamat Desa Semangu RT 03/RW 01, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah,
4. Sudirjo, jenis kelamin laki-laki, alamat Desa Sukorejo RT 13/RW 07, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
5. Maura Adelia Putri (4), alamat Desa Kalimade RT 4/RW 2, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
6. Saefudin Juhri (41)alamat Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
7. Tutur Ehwan Setiawan (43) Desa Sukorejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
8. Maulana, alamat Desa Kalimade, RT 4/RW 2, Kecamtan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
9. Kiswoyo, jenis kelamin laki-laki, Desa Petanjungan RT 4/RW 3, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
10. Sumitri, alamat Desa Babakan RT 2/RW 1, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
Sedangkan untuk identitas korban yang mengalami luka berat di antaranya yaitu:
1. Topan Pangestu, warga Desa Karangtalok RT 3/RW 2, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
2. Mr X. (TribunPantura/dro)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Niat Pulang Kampung demi Peringati 1 Tahun Meninggalnya Ayah, Sekeluarga Tewas di Tol Cipali