Santri Ponpes Al Mutawally Pulang Paksa, Kepala BPBD Kelimpungan Lakukan Pendataan
Penjemputan pulang paksa yang dilakukan wali santri terhadap santri Ponpes Al Mutawally di Desw Bojong, Kecamatan Cilimus menambah beban kerja satgas
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Penjemputan pulang paksa yang dilakukan wali santri terhadap santri Ponpes Al Mutawally di Desw Bojong, Kecamatan Cilimus menambah beban kerja pengawasan satgas covid-19 di Kuningan.
"Hingga saat ini kami masih lakukan pendataan mereka yang maksa pulang," kata Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu saat di konfirmasi tadi, Senin (30/11/2020).
Saat proses penjemputan pulang paksa, kata dia, sebenarnya para wali santri sudah diberikan edukasi bahaya penyebaran virus corona.
Baca juga: 10 Tanda-tanda Darah Rendah Kambuh, Jika Drop Secara Tiba-tiba Nyawa Pun Terancam
Baca juga: Bacaan Niat dan Doa Salat Istikharah, Untuk Memilih yang Terbaik Saat Galau di Antara Banyak Pilihan
Baca juga: Kapolri Idham Azis Perintahkan Tembak Mati Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Jika Melawan Petugas
Baca juga: Wali Santri Keukeuh Bawa Pulang Santri Al Mutawally yang Positif Covid-19, Satgas Sempat Mencegah
"Namun mereka (Wali santri,red) tadi keukeuh dan dia memiliki alasan kuat dan mengeluarkan aturan perubahan kemenkes yang menyebutkan bahwa usia di atas 10 hari yang terkena positif covid-19 itu dianggap tak berbahaya dalam pemparan," kata Indra yang juga mantan Camat Subang.
Meski demikian, kata dia, jajaran petugas satgas covid-19 Kuningan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap santri yang pulang paksa tadi.
"Sampai sekarang kita masih data berapa banyak santri pulang paksa tadi," ujarnya.
Sebab, masih kata Indra, sebagian santri ada yang masih stay dan melakukan karantina di lingkungan Ponpes tersebut.
"Iya tadi ada santri yang masih stay, kita tetap lakukan pengawasan dan pencegahan terhadap bahaya virus tersebut," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang tua alias wali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mutawally, mendatangi Ponpes tersebut dan membawa pulang santri yang positif COVID-19, Senin (30/11/2020) pagi.
Teramati di lokasi sekitar siang hingga sore tadi, tampak orang tua santri memadati halaman asrama santri putri. Dan diketahui orang tua santri datang untuk membawa pulang anak-anaknya dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Padahal dalam proses penjemputan santri itu sempat dicegah petugas dari Satgas Kecamatan Cilimus dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.
Hal itu menyusul dengan sebanyak 150 santri yang berada di Ponpes Al-Mutawally di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus itu masih berstatus positif COVID-19.
"Sebelum membawa pulang, saya ya orang tua santri disini diwajibkan mengisi surat pernyataan di atas materai," kata Muhamad Muslim salah seorang orang tua santri saat ditanya wartawan di lingkungan Ponpes setempat.
Dia mengaku, awalnya mendapat undangan dari Ponpes Al-Mutawally untuk datang ke ponpes.