Breaking News:

VIDEO - Jalur Wisata Palutungan Tertutup Limbah Kotoran Sapi, Wisatawan Balik Kanan

jalur Palutungan yang menjadi lokasi terparah terkena dampak limbah kotoran sapi berada di dekat Pos Pendakian Gunung Ciremai jalur Palutungan. 

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Jalur wisata Palutungan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, tercemar limbah kotoran sapi

“Jalanan yang biasa dilalui wisatawan tertutup kotoran dengan ketebalan mencapai setengah centimeter,” ungkap Nana (49) warga setempat, Rabu (18/11/2020) lalu.

Rabu siang pukul 12.30 WIB, limbah  kotoran sapi yang menutupi jalur wisata itu sudah dibersihkan warga. 

Baca juga: Cabup Karawang Diduga Belum Bayar Utang ke Tukang Bakso Rp 2,6 Juta, Uangnya Ingin Dipakai Berobat

Baca juga: BPBD Catat Sudah 2 Kecamatan di Indramayu Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak

Baca juga: Polda Jabar Tangkap Anjasmara, Rakit Air Soft Gun Jadi Senjata Api, Terancam Penjara Seumur Hidup

Baca juga: 3 Wanita 1 Pria Ditangkap Polisi Terkait Prostitusi Online, Dua di Antaranya Artis Inisial AS dan TS

“Namun sisa-sisa endapan limbah kotoran sapi masih terlihat jelas,” katanya.

Nana mengatakan, jalur Palutungan yang menjadi lokasi terparah terkena dampak limbah kotoran sapi berada di dekat Pos Pendakian Gunung Ciremai jalur Palutungan. 

“Limbah kotoran sapi menutup jalan jelas sangat dikeluhkan warga lain dan pedagang yang ada di sepanjang jalur wisata di sini,” katanya.

Nana menuturkan bahwa limbah kotoran sapi yang menutup jalan berasal dari luapan saluran air yang melintasi jalur wisata.

“Sudah lima kali hal seperti itu terjadi sejak awal bulan Oktober lalu. Ini sebabnya karena saluran air mampet, kemudian limbah kotoran sapi yang dibuang ke saluran air itu tumpah ke jalanan," kata dia.

Menurutnya limbah kotoran sapi yang tumpah ke jalanan itu tidak hanya dikeluhkan warga dan pedagang saja. 
“Namun banyak wisatawan yang protes hingga putar balik akibat jalanan yang ditutupi kotoran,” katanya.

Sejak tadi pagi juga banyak wisatawan yang balik lagi karena melihat kotoran sapi, jadi mereka balik lagi karena mungkin tidak mau kendaraannya kena kotoran sapi. Banyak juga yang tidak jadi ke warung karena bau dari kotoran itu cukup menyengat," ungkapnya.
Nana mengaku telah mengadukan hal tersebut ke pihak pemerintah Desa Cisantana. "Kami para warga dan pedagang sudah mengadukan ke desa tapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Disini kan kawasan wisata, masa yang dinamakan kawasan wisata limbah kotoran sapinya sampe ditengah jalan bahkan masuk ke halaman rumah warga," katanya.

Desa Cisantana sendiri dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Kuningan. Namun saat ini banyak peternak yang membuang limbah kotoran sapi ke saluran air. 

“Dulunya ada tempat khusus untuk membuang limbah kotoran sapi khusus di Sukageuri, tapi karena sekarang jadi tempat wisata kotoran sapi tidak boleh dibuang kesitu dan peternak kebingungan,” ungkapnya. 

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuningan, Wawan Setiawan saat di konfrimasi mengatakan, untuk masalah limbah kotoran hewan itu bukan menjadi tanggungjawabnya. 
“Kita di sini tanggungjawab terhadap masalah limbah atau sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, dengan disebut limbah rumah tangga,” katanya.
Mengenai limbah kotoran hewan itu merupakan leading sektor Dinas Peternakan. “Silakan tanyakan langsung ke dinas terkait, soal penanganan dan pembinaannya terhadap para peternak disana,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved