Breaking News:

Polda Jabar Tangkap Anjasmara, Rakit Air Soft Gun Jadi Senjata Api, Terancam Penjara Seumur Hidup

Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli Siber Ditreskrimsus Polda Jabar di internet dan menemukan lapak jual beli di internet yang memperjualbelik

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Mega Nugraha
Seorang pria asal Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Dias Anjasmara (25) ditangkap penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jabar belum lama ini, karena terlibat pembuatan senjata api kemudian dijual di lapak jual beli di internet. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Seorang pria asal Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Dias Anjasmara (25), ditangkap penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jabar belum lama ini.

Dia terlibat pembuatan senjata api kemudian dijual di lapak jual beli di internet.

"Yang bersangkutan diamankan, ditahan dan ditetapkan tersangka tindak pidana Pasal 9 Undangg-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Tahun 1951. Tersangka inisial DA, terlibat pembuatan senjata api. Ancaman hukumannya, penjara seumur hidup atau 20 tahun," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: 3 Wanita 1 Pria Ditangkap Polisi Terkait Prostitusi Online, Dua di Antaranya Artis Inisial AS dan TS

Baca juga: Kisah Mayor Ifa Lulus Sesko AD Didampingi Suami, Padahal LDR Jakarta-Houston Baru Ketemu Lagi

Baca juga: Hilang Dua Hari Tukang Kebun Ditemukan Tewas di dalam Sumur, Pos SAR Cirebon Evakuasi Korban

Baca juga: Zodiak Besok Jumat 27 November 2020: Cancer Harus Makan Sehat, Virgo Waspada Terhadap Barang Pribadi

Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli Siber Ditreskrimsus Polda Jabar di internet dan menemukan lapak jual beli di internet yang memperjualbelikan senjata api

"Modusnya menjual partisi air soft gun jenis revolver kemudian dikonversi jadi senjata api. Setelah jadi, dijual di toko online dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per unit," kata Erdi.

Dalam menjalankan perbuatannya, Anjasmara menerima pesanan dari pemilik air soft gun yang ingin mengubahnya jadi senjata api dengan peluru kaliber 22 dan 38.

"Selain membuat senjata api dari air soft gun dengan mengubah partisinya, tersangka juga menawarkan jasa mengubah air soft gun yang semula bertenaga gas co2 menjadi senjata api. Caranya dengan mengganti sebagian partisi seperti trigger, hammer, pin dan silinder sehingga bisa menembakkan peluru," ucap dia. 

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat konferensi pers tentang kasus senjata api rakitan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (26/11/2020).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat konferensi pers tentang kasus senjata api rakitan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (26/11/2020). (TribunJabar.id/Mega Nugraha)

‎Dari pemeriksaan tersangka, diketahui bahwa DA belajar secara otodidak dalam mengubah senjata air soft gun jadi senjata api

"Belajar sendiri atau otodidak. Pengakuannya sudah dua tahun. Kami sedang kembangkan ke siapa saja senjata api itu dijual. Ini bahaya, jika senjata api itu jatuh ke orang tidak bertanggung jawab, bisa melukai orang. Apalagi semuanya tidak berizin," ucap Erdi. 

Dalam pengungkapan itu, penyidik mengamankan empat pucuk senjata api rakitan. Ratusan peluru berbagai macam kaliber hingga perkakas untuk mengubah senjata air soft gun jadi senjata api

"Kami juga amankan akun tersangka di lapak jual beli online tempat memasarkan jasa dan barangnya," kata Erdi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved