Selasa, 5 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

TKW Muda Indramayu Meninggal Dunia

Selama Sakit di Malaysia TKW Cantik Indramayu Dirawat oleh Sesama Buruh Asal Myanmar

Kepada Tribuncirebon.com, Kakak Kandung Ruri, Juju Juhaeriyah (41) menyampaikan ingin mengucap terima kasih kepada sosok rekan adiknya di sana.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Juju Juhaeriyah (41) saat memegangi bingkai foto adiknya Ruri Alfath Mujaida (25) yang meninggal di Malaysia, Selasa (20/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Di balik kisah tragis yang dialami Ruri Alfath Mujaida (25), rupanya terselip juga kisah yang mengharu biru saat berada di negara Malaysia.

Ruri Alfath Mujaida sendiri merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW ilegal warga Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Kepada Tribuncirebon.com, Kakak Kandung Ruri, Juju Juhaeriyah (41) menyampaikan ingin mengucap terima kasih kepada sosok rekan adiknya di sana.

Juju Juhaeriyah tidak menyebut secara pasti nama orang yang dimaksud, hanya saja ia menyampaikan rekan adiknya tersebut merupakan warga negara Myanmar.

Baca juga: Kami Mohon Pak Jokowi, TKW Indramayu Wafat di Malaysia, Diminta Rp 32 Juta untuk Pulangkan Jenazah

Baca juga: Kisah Tragis TKW Cantik Asal Indramayu di Malaysia, Tak Dibayar, Disiksa, Sakit hingga Meninggal

"Alhamdulillah Ruri ada yg nolongin temannya orang Myanmar. Dia ngurusin Ruri dari sakit sampai sekarang meninggal dunia," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di rumah duka, Selasa (20/10/2020).

Kisah itu berawal saat Ruri Alfath Mujaida mengalami kejadian tidak menyenangkan oleh majikannya.

Ia kerap kali mendapat siksaan jika melakukan kesalahan dan tidak digaji saat satu tahun pertama bekerja pada tahun 2017.

Momen saat majikannya hamil tua, dimanfaatkan Ruri Alfath Mujaida bersama tiga TKW yang bekerja pada majikan yang sama untuk kabur.

Saat itu Ruri Alfath Mujaida lalu bekerja serabutan dengan berjualan untuk bertahan hidup di Malaysia.

Namun, kondisi kesehatan Ruri Alfath Mujaida justru semakin lemah karena menderita Tuberkolosis (TB).

Masih diceritakan Juju Juhaeriyah, saat dalam keadaan sulit itu adiknya bertemu dengan laki-laki tersebut.

"Kan Ruri waktu sakit gak kerja, dia yang ngurusin Ruri semuanya, ngasih makan, ngerawat, dan lain-lain. Rurinya juga kan waktu itu sudah gak bisa jalan, gak bisa apa-apa," ujar dia.

Masih diceritakan Juju Juhaeriyah, walau demikian, laki-laki itu tetap bersedia menolong Ruri Alfath Mujaida. Lelaki itu juga tidak berbuat macam-macam pada adiknya.

Juju Juhaeriyah menyebut ia tulus merawat Ruri Alfath Mujaida meski tanpa ada ikatan saudara ataupun lainnya.

Hubungan keduanya murni hanya teman dari negara berbeda yang kebetulan bekerja di Malaysia.

Foto Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Ruri Alfath Mujaida (25), Selasa (20/10/2020).
Foto Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Ruri Alfath Mujaida (25), Selasa (20/10/2020). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Hingga saat ini atau setelah Ruri Alfath Mujaida meninggal dunia pada Senin (19/10/2020) pukul 08.00 waktu setempat kemarin, lelaki itu pun masih intens mengabari keluarga di tanah air.

Ia juga memperjuangkan agar jenazah Ruri Alfath Mujaida bisa dipulangkan ke Indonesia.

"Saya merasa sangat berterima kasih sekali, dia benar-benar tulus menolong adik saya," ujarnya.

Usia Ruri Alfath Mujaida sendiri tergolong masih muda dan memiliki paras yang cantik.

Ia bahkan sudah menikah sebanyak 2 kali, dari dua kali pernikahan itu ia memiliki dua orang anak yang masih kecil.

Masing-masing satu anak dari dua mantan suaminya tersebut. Mereka bernama Kaelah alfaturahman (4) dan Ilham maulana (8).

"Sekarang anak-anaknya diasuh neneknya satu dan satu lagi oleh mantan suaminya," ujar dia.

Kami Mohon Pak Jokowi

Keluarga berharap Presiden Joko Widodo bisa membantu memulangkan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu yang meninggal dunia di negara Malaysia.

TKW tersebut bernama Ruri Alfath Mujaida (25) Warga Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur.

Diketahui Ruri Alfath Mujaida meninggal karena menderita penyakit Tuberkulosis (TB) yang sudah dideritanya dalam 5 bulan terakhir

Baca juga: Gempa 7,5 SR Picu Gelombang Tsunami, Peringatan Tsunami Berbunyi, Warga Lari ke Dataran Tinggi

"Kami mohon sama Pak Jokowi minta bantuan supaya jenazah Ruri di bawa pulang saja kalau bisa," ujar Kakak Kandung Ruri, Juju Juhaeriyah (41) saat ditemui Tribuncirebon.com di rumah duka, Selasa (20/10/2020).

Juju Juhaeriyah mengatakan, pihak keluarga tidak bisa berbuat apa-apa. Ia sangat mengharap bantuan dari Joko Widodo untuk membantu memulangkan jenazah.

Baca juga: WARNING! Jenderal Bintang Tiga Ini Memperingatkan Pulau Jawa Akan Dilanda Bencana Saat Penghujan

Ruri Alfath Mujaida diketahui merupakan TKW ilegal yang diberangkatkan melalui jalur laut dari Batam oleh seorang calo bernama Ropiko pada tahun 2017 lalu.

Ia juga tidak dibekali visa sama sekali oleh pihak calo.

Juju Juhaeriyah menceritakan, adiknya tersebut memang sudah lama ingin pulang ke tanah air.

Di Malaysia, sebelum meninggal, kondisinya pun sangat menghawatirkan karena sakit parah

Keinginan Ruri Alfath Mujaida untuk pulang ke tanah air sebenarnya hampir terwujud setelah dibantu rekannya di sana.

Baca juga: Harga HP Oppo Terbaru Oktober 2020: Lengkap Mulai A1K, A5s, A92, F7, Find X Hingga Reno 4 Pro

Namun, saat perjalanan pulang sakit yang dideritanya semakin parah dan akhirnya meninggal dunia.

Kini jenazah tertahan di rumah sakit Malaysia.

Kepada Tribuncirebon.com, Juju Juhaeriyah menyampaikan, harapan terakhir yang diinginkan adiknya tersebut hanya ingin pulang.

Walau sudah tiada, pihak keluarga ingin mewujudkan harapan terakhir Ruri Alfath Mujaida.

"Sampai nangis-nangis, saya saja video call sama Ruri, saya sampai jerit-jerit nangis, saya sangat kehilangan adik saya," ujar dia.

Baca juga: Cara Cek UMKM Terima BLT Rp 2,4 Juta atau TIdak, Login Dulu di www.eform.bri.co.id/bpum

Meski demikian, diakui Juju Juhaeriyah, untuk pemulangan jenazah pihak keluarga justru dimintai uang sebesar Rp 32 juta oleh pihak calo.

Sedangkan apabila dikebumikan di Malaysia, pihak calo meminta uang sebesar Rp 9,8-9,9 juta untuk proses pengurusan jenazah.

"Pengennya sih dipulangkan, tapi saya kondisinya saya orang gak punya, gimana caranya pak minta ditolong. Ruri ini orangnya baik," ujar dia.

Calo Minta Uang Rp 32 Juta 

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, peribahasa inilah yang dialami keluarga Ruri Alfath Mujaida (25) Warga Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Ruri Alfath Mujaida merupakan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW yang diberangkatkan secara ilegal oleh seorang calo bernama Ropiko.

Kini, ibu muda berparas cantik dengan dua orang anak yang masih kecil itu sudah meninggal dunia pada Senin (19/10/2020) sekitar pukul 08.00 waktu setempat saat perjalanan pulang ke tanah air.

Kakak kandung Ruri, Juju Juhaeriyah (41) mengatakan, mobil yang hendak membawa pulang adiknya itu putar balik menuju rumah sakit, kini jenazah pun masih tertahan di Malaysia.

Baca juga: Kisah Tragis TKW Cantik Asal Indramayu di Malaysia, Tak Dibayar, Disiksa, Sakit hingga Meninggal

Baca juga: BREAKING NEWS - TKW Cantik Asal Indramayu Meninggal Dunia di Malaysia Saat Perjalanan ke Tanah Air

Ironisnya, untuk pemulangan jenazah, pihak keluarga justru dimintai sejumlah uang oleh pihak calo atau sponsor.

"Iya dimintai uang juga sama sponsor," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (20/10/2020).

Juju Juhaeriyah mengatakan, pihak calo memberikan dua opsi kepada keluarga.

Apabila dikebumikan di Malaysia, keluarga harus membayar uang sebesar Rp 9,8-9,9 juta untuk biaya pengurusan jenazah.

Sedangkan apabila dibawa pulang ke tanah air, pihak keluarga harus menyediakan uang sebesar Rp 32 juta.

"Pengennya sih dipulangkan, tapi saya kondisinya saya orang gak punya. Gimana caranya pak, saya minta tolong, Ruri ini orangnya baik," ujar dia.

Kepada Tribuncirebon.com, Juju Juhaeriyah menceritakan tidak mengetahui bahwa keberangkatan adiknya itu melalui jalur ilegal.

Ia berangkat ke Malaysia pada 2017. Niatnya pun terbilang tulus karena ingin membanggakan kedua orang tuanya yang sudah sepuh.

Ruri Alfath Mujaida ingin sukses seperti teman-temannya yang lain di luar negeri.

Ia lalu diantar ke calo tersebut dan diberangkatkan ke Malaysia melalui jalur laut dari Batam tanpa dibekali visa sama sekali.

Baca juga: Harga HP Realme Terbaru Oktober 2020, Mulai Rp 1 Jutaan, Realme C11, C12, C15, Realme 6 dan Realme 7

Baca juga: PROMO Indomaret Super Hemat, of The Week hingga Promo Heboh Hari Ini Terakhir, Buruan Cek katalognya

"Gak tahu diberangkatinnya itu ilegal karena kita kan orang bodoh tahunya ya berangkat saja gitu," ujar dia.

Juju Juhaeriyah juga memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk bisa membantu proses pemulangan jenazah adiknya tersebut.

"Kami mohon sama Pak Jokowi minta bantuan supaya jenazah Ruri di bawa pulang saja kalau bisa," ujar dia.

Tak Dibayar, Disiksa, Sakit dan Meninggal

Nasib tragis dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW muda dan cantik asal Kabupaten Indramayu di negara Malaysia.

TKW itu bernama Ruri Alfath Mujaida (25) warga Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Kini ia sudah meninggal dunia karena penyakit Tuberkulosis (TB) yang sudah dideritanya dalam 5 bulan terakhir saat perjalanan pulang ke tanah air pada Senin (19/10/2020) kemarin pukul 08.00 waktu setempat.

Baca juga: BREAKING NEWS - TKW Cantik Asal Indramayu Meninggal Dunia di Malaysia Saat Perjalanan ke Tanah Air

Baca juga: Sebanyak 3 dari 20 Unit Kamera Pengintai Macan Tutul di Kawasan Gunung Ciremai Kuningan Hilang

Kakak kandung Ruri, Juju Juhaeriyah (41) mengatakan, sebelum meninggal adiknyap bahkan sempat mengalami penyiksaan oleh majikannya hingga akhirnya menderita sakit parah.

"Saya sebagai kakaknya sangat kehilangan sekali," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di rumah duka, Selasa (20/10/2020).

Juju Juhaeriyah menceritakan, saat bekerja di majikannya tersebut Ruri Alfath Mujaida tidak sendirian. Ia juga bersama 3 TKW lainnya.

Di sana mereka kerap kali mendapat kekerasan fisik bilamana melakukan kesalahan.

Bahkan pada satu tahun awal bekerja, disampaikan Juju Juhaeriyah, mereka tidak menerima gaji sama sekali.

Hingga akhirnya saat sang majikan tengah hamil tua dan dirawat di rumah sakit. Keempat TKW itu termasuk Ruri Alfath Mujaida kabur dari rumah.

Semenjak saat itu, Ruri Alfath Mujaida memutuskan bekerja serabutan dengan berjualan agar bisa bertahan hidup di Malaysia dan untuk keperlian biaya pulang ke Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu, Ruri Alfath Mujaida justru mengalami sakit parah.

Tubuhnya kurus kering hingga tak mampu berjalan sama sekali dan kini dikabarkan meninggal dunia.

"Wafatnya kemarin jam 8 perjalanan mau di bawa pulang ke Batam. Ruri meninggal di jalan di dalam mobil, lalu mobilnya pulang lagi ke rumah sakit," ujar dia.

Padahal disampaikan, Juju Juhaeriyah, adiknya tersebut memiliki cita-cita ingin menjadi orang sukses seperti teman-temannya yang bekerja di luar negeri.

Baca juga: Ivan Gunawan pada Lesti Kejora: Heh Jelong, Sok Cantik Banget Sih Lu, Sini Gue Jitak Pala Lu!

Baca juga: UEA Pakai Nama Joko Widodo untuk Nama Jalan, Tokoh Indonesia Ini pun Namanya Dipakai di Luar Negeri

Niatnya tulus ingin membanggakan kedua orang tuanya yang sudah sepuh.

Mimpi itu kini sirna, bahkan jenazah dari ibu muda dengan dua orang anak yang masih kecil itu masih tertahan di Malaysia.

Ruri Alfath Mujaida merupakan salah satu dari sekian banyak TKW asal Kabupaten Indramayu yang berangkat secara ilegal.

Ironisnya, Ruri Alfath Mujaida diberangkatkan melalui jalur laut dari Batam ke Malaysia tanpa dibekali visa sama sekali oleh calo bernama Ropiko.

"Saya mohon sama Pak Jokowi minta bantuan supaya jenazah Ruri dibawa pulang saja kalau bisa," ujar dia.

Meninggal Saat Perjalanan Pulang

Kabar duka kembali datang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Kabupaten Indramayu di negara Malaysia.

Ruri Alfath Mujaida (25) dikabarkan meninggal dunia saat perjalanan pulang ke tanah air.

Kakak kandung Ruri, Juju Juhaeriyah (41) mengatakan, adiknya itu meninggal karena penyakit Tuberkulosis (TB) yang sudah dideritanya dalam 5 bulan terakhir.

Baca juga: Jenazah Toniah, TKW Asal Indramayu yang Meninggal di Malaysia Bakal Dipulangkan Minggu Depan

Baca juga: Keluarga TKW Ilegal yang Meninggal Kerap Dapat Intimidasi Oleh Pihak Sponsor

Baca juga: SBMI Indramayu Sebut Sponsor yang Minta Biaya Pemulangan Jenazah TKW Bisa Dibawa Ke Ranah Hukum

"Wafatnya kemarin jam 8 perjalanan mau di bawa pulang ke Batam. Ruri meninggal di jalan di dalam mobil, lalu mobilnya pulang lagi ke rumah sakit," ujar dia saat ditemui di rumah duka di Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Selasa (20/10/2020).

Ruri Alfath Mujaida ini, disampaikan Juju Juhaeriyah merupakan TKW ilegal. Usianya pun masih tergolong muda dan memiliki paras cantik.

Dia diberangkatkan oleh seorang calo bernama Ropiko melalui jalur laut dari Batam.

Lanjut Juju Juhaeriyah, adiknya juga tidak dibekali visa sama sekali saat berangkat.

Kini jenazah Ruri Alfath Mujaida masih tertahan di rumah sakit di Malaysia.

Keluarga berharap, jenazah bisa dipulangkan ke tanah air.

"Terakhir percakapan itu katanya tolong yayu Ruri pengen pulang, di sini lagi sakit gak bisa apa-apa, gerak kaki juga gak bisa. Itu waktu bulan kemarin," ujar dia.

Meninggalnya Ruri Alfath Mujaida juga membuat kedua anaknya yang masih kecil menjadi piatu.

Mereka adalah Kaelah alfaturahman (4) dan Ilham maulana (8). Masing-masing kini diasuh oleh nenek dan mantan suaminya.

Mengetahui kabar tersebut, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kabupaten Indramayu pun berupaya agar jenazah bisa segera dipulangkan.

Koordinator TRC PPA Kabupaten Indramayu, Adi Wijaya mengatakan, pihaknya kini sudah berada di Jakarta untuk mengurus proses dokumen pemulangan jenazah.

Walau diberangkatkan melalui jalur ilegal, Ruri Alfath Mujaida juga merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Negara juga harus hadir dalam memberikan perlindungan, termasuk dalam pemulangan jenazah ke tanah air.

"Sekarang saya mau bertemu Kementerian Luar Negeri untuk proses pemulangan jenazah," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved