Jumat, 1 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Gempa 7,5 SR Picu Gelombang Tsunami, Peringatan Tsunami Berbunyi, Warga Lari ke Dataran Tinggi

pos pengamat yang berada di darat melaporkan gelombang itu setinggi 45,7 sentimeter dan 61 sentimeter di atas permukaan air pasang.

Tayang:
shutterstock
Ilustrasi Gempa 

TRIBUNCIREBON.COM Gempa berkekuatan 7,5 skala richter (SR) di dekat Sand Point, Alaska, Amerika Serikat menimbulkan gelombang tsunami, Senin (19/10/2020) sore waktu setempat.

Hal itu disampaikan oleh Scott Langley dari Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS.

Langley mengatakan, tsunami itu menyebabkan terjadinya dua gelombang, masing-masing setinggi 1,3 meter.

Namun, pos pengamat yang berada di darat melaporkan gelombang itu setinggi 45,7 sentimeter dan 61 sentimeter di atas permukaan air pasang.

Melansir dari CNN, Selasa (20/10/2020) Pusat itu juga memantau pelabuhan di area 500 mil di sepanjang garis pantai Alaska.

Baca juga: Viral Pria Berdiri di Samping Sepeda Motornya Saat Menunggu Lampu Lalu Lintas

tribunnews
Gempa 7,5 SR guncang Alaska (USGS)

Peringatan tsunami telah dikeluarkan setelah gempa bumi berkekuatan 7,5 SR.

Tetapi peringatan itu telah dicabut beberapa jam setelahnya.

Alarm peringatan tsunami itu ditujukkan untuk Semenanjung Alaska dan Alaska Selatan.

Langley mengatakan bahwa area yang menjadi pusat peringatan gelombang tsunami berada di wialayah yang  cukup terpencil.

Baca juga: Kisah Tragis TKW Cantik Asal Indramayu di Malaysia, Tak Dibayar, Disiksa, Sakit hingga Meninggal

"Untuk pantai Pasifik AS dan Kanada lainnya di Amerika Utara, tidak ada ancaman tsunami," kata pusat peringatan tsunami di Palmer, Alaska.

Pusat gempa tercatat berada di 60 mil dari Sand Point, dekat Semenanjung Aleut di bagian barat daya Alaska.

"Kami benar-benar merasakannya, Ini yang besar," kata karyawan toko, Lorna Osterback setelah gempa itu.

Osterback mengatakan penduduk kota akan menuju tempat yang lebih tinggi dari saat sirine peringatan tsunami berbunyi.

Jeanette Piniones Navales berlari bersama keluarganya dari Pulau Kodiak ke tempat yang lebih tinggi di Gunung Pillar ketika peringatan tsunami berbunyi.

Dia mengatakan telah tinggal di Kodiak sejak 2014 dan ini adalah kali keenam dia mengalami peringatan tsunami.

Baca juga: Mahasiswa dan Buruh Demo Lagi ke Istana Jakarta, Jokowi Malah Pilih Bertugas di Istana Bogor

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved