Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Perlintasan Sebidang, PT KAI Gencar Lakukan Sosialisasi
Tidak patuhnya masyarakat dalam berkendara di perlintasan sebidang menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Tidak patuhnya masyarakat dalam berkendara di perlintasan sebidang menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan.
//
Sepanjang tahun 2020 sampai dengan sekarang, PT KAI Daop 3 Cirebon mencatat sudah terjadi 40 kali kecelakaan dengan total nyawa yang melayang mencapai 20 orang.
Di tahun 2019, angka kecelakaan bahkan lebih tinggi, yakni dari 76 kali kecelakaan ada sebanyak 58 nyawa melayang.
Dalam hal ini, PT KAI menilai keselamatan di perlintasan sebidang harus menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah, operator, serta para pengguna jalan.
“Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar keselamatan di perlintasan sebidang kereta api dapat tercipta,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Luqman Arif kepada Tribuncirebon.com, Rabu (14/10/2020).
Luqman Arif menjelaskan, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang dibuat sebidang.
Perlintasan sebidang ini muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat dalam menggunakan kendaraan.
Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas inilah yang memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.
Berbagai upaya pun terus dilakukan PT KAI guna menekan angka kecelakaan.
Salah satunya dengan melakukan sosialisasi di sejumlah perlintasan sebidang seperti di perlintasan Jalan Raya Haurgeulis, Kabupaten Indramayu yang dilakukan pada hari ini.
Rencananya, sosialisasi serupa juga akan kembali dilakukan di perlintasan Jalan Bulak Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu pada Rabu 21 Oktober 2020 mendatang.
Dalam sosialisasi itu, PT KAI Daop 3 Cirebon menggandeng Komunitas Rail fans Daop 3 guna mengkampanyekan keselamatan berkendara di perlintasan sebidang kepada masyarakat.
Selain sosialisasi, upaya lainnya yang dilakukan adalah dengan menutup perlintasan tidak resmi yang rawan terjadi kecelakaan.