Virus Corona Indramayu
Seorang Balita dan 5 Tenaga Kesehatan di Indramayu Positif Covid-19, Setiap Hari Terus Melonjak
Kecamatan Indramayu (2 orang) dan Kecamatan Bangodua, Kecamatan Krangkeng, Kecamatan Sindang, serta Kecamatan Jatibarang masing-masing satu orang.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu kembali bertambah sebanyak 6 orang.
Hampir setiap harinya selalu ada penambahan jumlah kasus baru Covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, penambahan kasus terbaru tersebar di 5 kecamatan berbeda.
Yakni Kecamatan Indramayu (2 orang) dan Kecamatan Bangodua, Kecamatan Krangkeng, Kecamatan Sindang, serta Kecamatan Jatibarang masing-masing satu orang.
Lima di antaranya merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di RSJ Harapan Kita Jakarta, Puskesmas Juntinyuat, dan RSUD Indramayu.
Serta satu pasien lagi masih balita.
"Enam orang itu adalah Tn EW (43) Kecamatan Bangodua, Tn MIA (29) Kecamatan Indramayu, An ASPZ (4) Kecamatan Krangkeng, Tn HRN (52) Kecamatan Sindang, Ny IW (54) Kecamatan Jatibarang, dan Ny IS (37) Kecamatan Indramayu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (10/9/2020).
Deden Bonni Koswara menjelaskan, Tn EW merupakan seorang fisioterapi di RSJ Harapan Kita Jakarta.
Berdasarkan riwayat kontaknya beliau adalah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi yang ada di RS tempatnya bekerja.
Pasien pun dilakukan pengambilan swab pada tanggal 4 September 2020 dan hasilnya baru keluar pada 8 September 2020 dengan hasil positif Covid-19.
"Pasien sudah masuk isolasi di Jakarta, dan kontak erat terdapat 7 orang," ujarnya.
• Janda Anak Dua Jadi Objek Seks Oknum Pejabat Sumut, Ngaku Berhubungan Badan di Mobil dan Hotel
• Darurat Covid-19, MUI Imbau Tiadakan Salat Jumat dan Salat Berjemaah, Minta Umat Baca Qunut Nazilah
Pasien selanjutnya adalah Tn MIA, beliau adalah seorang dokter di Puskesmas Juntinyuat.
Deden Bonni Koswara menjelaskan, pasien diketahui baru pulang dari Padang usai menghadiri acara pemakaman orang tuanya.
Ia terkonfirmasi Covid-19 setelah dilakukan tes usap pada 4 September 2020 dan hasilnya keluar pada 8 September 2020 dengan hasil positif Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/jenazah-bayi.jpg)