Rabu, 22 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Muncul Klaster Puskesmas, Kuningan Terancam Masuk Zona Merah Covid-19

Munculnya klaster Puskesmas Cigandamekar membuat Kabupaten Kuningan kini terancam masuk zona merah Covid-19.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Munculnya klaster Puskesmas Cigandamekar membuat Kabupaten Kuningan kini terancam masuk zona merah Covid-19.

//
Demikian hal itu dikatakan Dandim 0615/Kuningan CZI Letkol Karter Joyi Lumi saat memberikan keterangan kepada Tribuncirebon.com, melalui sambungan selulernya, Senin (7/9/2020).

Coba Deh Minum Air Putih Hangat Sebelum Tidur dan Bangun Tidur, Khasiatnya Menakjubkan untuk Tubuh

Karter mengatakan, ancaman perubahan status zona ini disebabkan berbagai hal yang terjadi di ingkungan masyarakat.

“Diantaranya, bisa akibat kurang disiplin penggunaan masker dan menjaga terhadap kebiasaan warga untuk konsisten melakukan hidup sehat,” katanya.

Di sisi lain, masih kata dia, akhir- akhir sekarang dalam penanggulangan dan penangan terhadap bahaya penyebaran virus corona, tim gugus tugas terbagi dua.

“Kita sudah terbagi dua dalam tim gugus tugas. Di antaranya tim gugus untuk ketahanan ekonomi dan tim gugus untuk penangan terhadap permasalah Covid-19,” katanya.

Mengenai tim gugus ketahanan ekonomi, kata dia, ini otomatis memberikan keleluasaan terhadap aktivitas masyarakat dalam kehidup sehari – hari.

Coba Deh Minum Air Putih Hangat Sebelum Tidur dan Bangun Tidur, Khasiatnya Menakjubkan untuk Tubuh

“Sehingga tidak sedikit warga lalai terhadap kewajiban dan mentaati standar kesehatan di masa pandemi covid-19,” katanya.

Padahal, kata dia, tim gugus tugas Covid-19 hingga saat ini komitmen melawan penyebaran bahaya virus corona tersebut.

“Seperti masing– masing Babinsa disetiap koramil terus mengkampanyekan wajib masker dan pola hidup sehat,” katanya.

Menyingung soal penutupan lembaga medis di Cigandamekar, Karter menyebutkan, ini langkah baik yang dilakukan dalam pemutusan penyebaran Covid-19.

Menteri Agama di Era BJ Habibie, Prof Dr Malik Fajar, Meninggal Dunia Pada Usia 81 Tahun

“Disamping melakukan strelisasi lingkungan sekitar kluster, juga melakukan tracing atau pengecekan kesehatan terhadap orang yang sebelumnya melakukan kontak dengan yang terkonfirmasi tersebut,” ungkapnya.

Karter mengakui bahwa pelaksanaan kerja untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat mendapatkan apresiasi.

“Tidak sedikit mendapat apreasiasi baik maupun sebaliknya. Hal itu kami temukan penilaian dan anggapan yang beredar di medsos,” katanya.

Ada Staf Ahli Direksi BUMN Bergaji Rp 100 Juta Per Bulan, Menteri Erick Thohir Batasi Cuma 5 Orang

Dia menambahkan, untuk pemerhati atau warganet aktif itu tolong bersikap bijak dalam memberikan komentar.

“Sebab kami bekerja ini cukup lama, mulai bulan Maret loh, hingga saat sekarang,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved