KIC Kuningan Jadi Pusat Haji 2026
690 Jemaah Haji Siap Berangkat, Kuningan Islamic Centre Mulai Disterilkan!
690 Jemaah Haji Siap Berangkat, Kuningan Islamic Centre Mulai Disterilkan!
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
Ringkasan Berita:
- Kuningan Islamic Centre ditetapkan sebagai titik pemberangkatan 690 calon jemaah haji dan akan disterilkan pada 25–26 April 2026.
- Pemberangkatan dilakukan dalam dua kloter melalui Embarkasi Kertajati, dengan dukungan bus, pengamanan gabungan, dan pembatasan aktivitas masyarakat.
- Seluruh jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi sebagai persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Laporan Kontributor Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM- Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan kawasan Kuningan Islamic Centre sebagai lokasi pemberangkatan calon jemaah haji tahun 2026.
Untuk mendukung kelancaran prosesi, area tersebut akan disterilkan dari berbagai aktivitas masyarakat selama dua hari, yakni 25–26 April 2026.
Kepala Bagian Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil agar proses keberangkatan berjalan tertib dan khidmat.
Baca juga: Politisi PAN Jabar Tampung Aspirasi Warga Perbatasan Kuningan - Cirebon Soal Lingkungan
“Pemberangkatan dipusatkan di KIC yang akan disterilkan guna mendukung kelancaran dan kekhidmatan prosesi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 690 calon jemaah haji asal Kuningan akan diberangkatkan dalam dua kloter melalui Embarkasi Kertajati. Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 26 April 2026 dengan total 445 orang, sementara kloter berikutnya berangkat pada 18 Mei 2026.
Baca juga: Politisi PAN Jabar Tampung Aspirasi Warga Perbatasan Kuningan - Cirebon Soal Lingkungan
Untuk menunjang operasional, pemerintah menyiapkan 11 unit bus serta melakukan pembatasan kendaraan di area keberangkatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak beraktivitas di area tersebut,” katanya.
Pengamanan juga melibatkan sekitar 125 personel gabungan dari berbagai instansi. Di sisi lain, seluruh calon jemaah haji telah menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan kondisi fisik dan pemberian vaksin sebagai syarat keberangkatan.
Baca juga: Politisi PAN Jabar Tampung Aspirasi Warga Perbatasan Kuningan - Cirebon Soal Lingkungan
Sementara itu, bentuk pemeriksaan kesehatan yang melibatkan Calhaj ini dilakukan oleh petugas medis. "Untuk pemeriksaan oleh petugas medis diantaranya, kondisi jemaah mulai dari tensi darah, jantung, hingga vaksin sebagai syarat untuk berangkat ke Mekah nanti," kata Deni lagi.
Deni mengatakan, dalam memeriksa kesehatan calon jemaah haji, selain tensi darah dan pemeriksaan jantung. "Petugas medis juga melakukan pemberian vaksin influenza," katanya.
Tindakan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin kepada Calhaj sebagai bentuk pencegahan dari ancaman virus saat berada di Tanah Suci Mekah.
Baca juga: Politisi PAN Jabar Tampung Aspirasi Warga Perbatasan Kuningan - Cirebon Soal Lingkungan
"Untuk jenis vaksin yang diberikan terhadap Calhaj itu disuntik vaksin polio dan vaksin COVID," katanya.
Udin Sudin (64), salah seorang calon jemaah haji mengatakan, untuk pemeriksaan kesehatan diharapkan hasilnya baik serta dinyatakan sehat. "Alhamdulillah, setelah menunggu hampir 12 tahun, akhirnya saya bisa mengikuti persyaratan jelang berangkat ibadah haji," katanya. (*)
| Ditahan Imbang Dewa United, Eliano : Persib Bandung Masih di Jalur Juara |
|
|---|
| 5 Contoh Susunan Upacara Hari Kartini 2026 di Sekolah dan Instansi, Bisa Jadi Referensi |
|
|---|
| Umuh Muchtar Kecewa Gol Dewa United Tetap Disahkan Padahal Bola Sudah Keluar, Singgung Soal VAR |
|
|---|
| Pemkab Indramayu Siapkan Ganti Rugi Bagi Warga Terdampak Pembangunan Underpass Jatibarang |
|
|---|
| Komentar Bojan Hodak Mengenai Wasit Yoko Suprianto yang Pimpin Laga Persib Bandung Lawan Dewa United |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/jemaah-haji-2019.jpg)