Breaking News:

107 SMP dan 655 SD di Kuningan Masih Pembelajaran Jarak Jauh, Ada yang Memanfaatkan untuk Main Game

Belum tahu persis sampai kapan metode itu dilakukan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bisa kembali digelar

TribunJabar.id/Fauzi Noviandi
Ilustrasi belajar tatap muka di Kota Sukabumi. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Di Kabupaten Kuningan, 107 SMP dan 655 SD masih memberlakukan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi ini. PJJ dilakukan karena kekhawatiran penyebaran virus corona.

Namun metode pembelajaran jarak jauh ini juga bukan tanpa masalah. Malahan beberapa pihak menyebutkan metode seperti ini bisa menghilangkan satu generasi penerus bangsa.

"Berbagai masalah yang muncul selama PJJ (Pendidikan Jarak Jauh, red) diberlakukan seperti tidak adanya bimbingan perilaku oleh guru serta ditambah tidak siapnya inovasi pembelajaran melalui daring tersebut jadi salah satu penyebab kekhawatiran itu muncul," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Uca Somantri saat ditemui di ruang kerjanya, yang berada di Kecamatan Sukamulya, Rabu (19/8/2020).

Menurut Uca, selama PJJ diberlakukan di masa pandemi ini, justru sebenarnya siswa-siswi tidak sepenuhnya belajar.

"Penggunaan teknologi internet justru dimanfaatkan siswa-siswi untuk mengakses hal lain seperti menonton video hingga bermain game," kata Uca.

"Belum tahu persis sampai kapan metode itu dilakukan dan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bisa kembali digelar dan baru beberapa sekolah yang menggelar simulasi dan kita masih menunggu perkembangan covid di Kuningan," katanya.

12 Juta Rekening Calon Penerima BLT Rp 600 Ribu Sudah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Cek Namamu

BLT Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Cair 25 Agustus 2020, Begini Cara Cek Namamu di BPJS Ketenagakerjaan

Daftar Harga iPhone Terbaru Agustus 2020: Mulai iPhone 7 Plus hingga iPhone 11 Pro Max

Ditemui secara terpisah di Kedai Asyique Kopi, Jalan Cut Nyak Dien, Kuningan, anggota DPRD Kuningan, Deki Zaenal Muttaqin, mengatakan masa pandemi Covid-19 ini  berdampak pada kegiatan pendidikan.

"Semua lembaga penyelenggara pendidikan hingga saat ini belum bisa menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung di sekolah, karena kekhawatiran yang besar akan penyebaran virus korona," kata Deki.

Kondisi kegiatan pendidikan seperti itu, lanjut Deki,banyak dikeluhkan berbagai pihak.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved