Covid 19 di Garut
Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Karantina Wilayah di Desa Samida Akan Diperpanjang
pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Selaawi juga akan diperpanjang. Kepastian perpanjangan itu, masih menunggu surat resmi dari Bupati Garut.
"Kami lakukan karantina wilayah atau karantina mikro di satu desa itu. Untuk kecamatannya dilakukan PSBB. Upaya itu untuk memutus penyebaran virus," ujarnya.
Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita mengatakan, tiga pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Selaawi itu sebelumnya berstatus OTG. Satu orang merupakan perempuan berusia 47 tahun, lalu seorang anak laki-laki usia 15 tahun, dan anak laki-laki usia 13 tahun.
"Pasien telah di rujuk ke RSUD dr Slamet Garut. Kemarin juga satu orang sembuh yakni warga Garut Kota atau KC-2," ucap Yeni.
Sebanyak 10 orang kasus positif Covid-19 masih dalam perawatan, 10 orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.
• 6 Cara Ampuh Basmi Tikus dan Curut dalam Rumah, Ternyata Bahan-bahan Alami Ini Efektif Usir Tikus
• Jangan Lupa Berjemur di Bawah Sinar Matahari Setiap Pagi, untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh
• Sesak Napas Tiba-tiba Kambuh? Jangan Panik, Tiga Obat Alami Ini Ampuh untuk Mengatasinya
PSBB Kedua
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kecamatan Selaawi dilakuka untuk kedua kalinya. Setelah tiga warga Desa Samida dinyatakan positif.
Tim Covid-19 Kecamatan Selaawi mulai merasakan kelelahan. PSBB akan dilakukan selama 14 hari.
"Sebagai manusia, wajar kami merasa kelelahan. Ini jadi PSBB kedua di sini (Selaawi)," ucap Camat Selaawi, Ridwan Effendi, Senin (1/6/2020).
Ridwan menyebut, sejak PSBB tahap pertama diberlakukan pihaknya sudah berupaya optimal memutus mata rantai. Munculnya sejumlah kasus Covid-19 di Selaawi berdasarkan hasil tracing.
“Terungkapnya lima kasus positif dan puluhan warga OTG itu juga hasil kami bekerja di lapangan. Coba kalau kasus itu tidak cepat terungkap pasti penyebarannya sudah ke mana-mana,” katanya.
Di PSBB yang kedua ini, pihaknya berkomitmen menjalankan karantina mandiri. Selain itu, sejumlah data hasil pemetaan dan penjaringan terus ditindaklanjuti.
“Pada intinya kami sekarang terus berupaya optimal penuntasan berbagai kasus Covid-19 di Selaawi. Selain itu, kami fokus menjalankan PSBB dan menjamin kebutuhan warga yang sedang menjalankan karantina,” ucapnya.
Akses keluar masuk Desa Samida, telah ditutup oleh warga menggunakan bambu. Desa Samida harus menjalani karantina setelah tiga warganya positif Covid-19. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/karantina-desa-samida.jpg)