Covid 19 di Garut
Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Karantina Wilayah di Desa Samida Akan Diperpanjang
pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Selaawi juga akan diperpanjang. Kepastian perpanjangan itu, masih menunggu surat resmi dari Bupati Garut.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Karantina wilayah di Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi direncanakan untuk diperpanjang. Langkah itu diambil lantaran jumlah kasus positif di desa itu terus meningkat.
Total sudah delapan warga Desa Samida yang dinyatakan positif Covid-19. Kasus positif pertama terjadi pada seorang pria berkode KC-3 yang sudah dinyatakan sembuh.
Camat Selaawi, Ridwan Effendi mengatakan, hasil evaluasi Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut, karantina di Samida akan diperpanjang selama 14 hari. Setelah lebih dari sepekan karantina, kasus positif masih ditemukan.
"Kami uji swab untuk memeriksa warga dan ada penambahan kasus. Diputuskan karantina dilanjut," ucap Ridwan, Rabu (10/6/2020).
Ada 549 kepala keluarga yang tinggal di wilayah itu. Warga tak diperbolehkan keluar wilayah karantina. Orang luar pun, tak boleh datang ke Samida.
Untuk kebutuhan pangan warga, telah disediakan Pemkab Garut. Pemkab juga memberi bantuan pakan ternak bagi warga yang dikarantina.
"Tentu untuk pangan jadi kewajinan pemerintah untuk menyediakan. Dinas sosial sudah mendistribusikan ke setiap keluarga," katanya.
Selain karantina wilayah, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Selaawi juga akan diperpanjang. Kepastian perpanjangan itu, masih menunggu surat resmi dari Bupati Garut.
• Hati-hati Membeli Telur Ayam Harga Murah, di Tasikmalaya Beredar Telur Infertil, Penjual Ditangkap
• Masa Lalu Hercules Sebelum Menjadi Preman Tanah Abang, Dipekerjakan Kopassus Saat Operasi Timtim
• Sebulan Sebelum Kena Serangan Jantung, Muncul 6 Pertanda Ini, Waspada Jika Anda Mengalaminya
Diberitakan sebelumnya, Kecamatan Selaawi jadi wilayah terbanyak yang terpapar virus corona di Kabupaten Garut. Total sudah delapan warga Selaawi yang positif Covid-19.
Hari ini, ada tiga warga Selaawi yang dinyatakan positif. Sebelumnya, sudah ada lima orang yang positif corona. Satu di antaranya sudah dinyatakan sembuh.
Ketiga warga Selaawi itu jadi kasus ke 21, 22, dan 23. Sedangkan kasus ke 20 berasal dari warga Kecamatan Sukaresmi yang dinyatakan positif pada Minggu, 7 Juni 2020.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, tiga kasus baru itu berasal dari kampung yang dilakukan karantina mandiri di Desa Samida, Kecamatan Selaawi. Dari ratusan orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19, ada tiga orang yang positif.
"Hari ini kembali ada tiga tambahan (positif) di Selaawi. Jadi total sudah ada 23 kasus positif Covid-19," ujar Helmi, Senin (8/6/2020).
Pemkab Garut telah mengisolasi Desa Samida di Kecamatan Selaawi pada Jumat (29/5/2020). Desa itu dikarantina lantaran ditemukan tiga kasus pasien positif.
"Kami lakukan karantina wilayah atau karantina mikro di satu desa itu. Untuk kecamatannya dilakukan PSBB. Upaya itu untuk memutus penyebaran virus," ujarnya.
Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita mengatakan, tiga pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Selaawi itu sebelumnya berstatus OTG. Satu orang merupakan perempuan berusia 47 tahun, lalu seorang anak laki-laki usia 15 tahun, dan anak laki-laki usia 13 tahun.
"Pasien telah di rujuk ke RSUD dr Slamet Garut. Kemarin juga satu orang sembuh yakni warga Garut Kota atau KC-2," ucap Yeni.
Sebanyak 10 orang kasus positif Covid-19 masih dalam perawatan, 10 orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.
• 6 Cara Ampuh Basmi Tikus dan Curut dalam Rumah, Ternyata Bahan-bahan Alami Ini Efektif Usir Tikus
• Jangan Lupa Berjemur di Bawah Sinar Matahari Setiap Pagi, untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh
• Sesak Napas Tiba-tiba Kambuh? Jangan Panik, Tiga Obat Alami Ini Ampuh untuk Mengatasinya
PSBB Kedua
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kecamatan Selaawi dilakuka untuk kedua kalinya. Setelah tiga warga Desa Samida dinyatakan positif.
Tim Covid-19 Kecamatan Selaawi mulai merasakan kelelahan. PSBB akan dilakukan selama 14 hari.
"Sebagai manusia, wajar kami merasa kelelahan. Ini jadi PSBB kedua di sini (Selaawi)," ucap Camat Selaawi, Ridwan Effendi, Senin (1/6/2020).
Ridwan menyebut, sejak PSBB tahap pertama diberlakukan pihaknya sudah berupaya optimal memutus mata rantai. Munculnya sejumlah kasus Covid-19 di Selaawi berdasarkan hasil tracing.
“Terungkapnya lima kasus positif dan puluhan warga OTG itu juga hasil kami bekerja di lapangan. Coba kalau kasus itu tidak cepat terungkap pasti penyebarannya sudah ke mana-mana,” katanya.
Di PSBB yang kedua ini, pihaknya berkomitmen menjalankan karantina mandiri. Selain itu, sejumlah data hasil pemetaan dan penjaringan terus ditindaklanjuti.
“Pada intinya kami sekarang terus berupaya optimal penuntasan berbagai kasus Covid-19 di Selaawi. Selain itu, kami fokus menjalankan PSBB dan menjamin kebutuhan warga yang sedang menjalankan karantina,” ucapnya.
Akses keluar masuk Desa Samida, telah ditutup oleh warga menggunakan bambu. Desa Samida harus menjalani karantina setelah tiga warganya positif Covid-19. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/karantina-desa-samida.jpg)