Breaking News:

Kesehatan

Jangan Lupa Sarapan Pagi, karena Bisa Kurangi Makan Berlebih di Siang Hari dan Malam Hari

Ada yang alasannya tidak punya waktu mempersiapkan alasan dan ada juga yang malas sarapan karena suka merasa sakit perut saat makan pagi.

Via alodokter.com
Ilustrasi Oats 

TRIBUNCIREBON.COM - Tahukah Anda jika sarapan itu sangat penting bagi kesehatan kita?

Makan pagi atau sarapan merupakan jadwal makan yang biasanya di-skip banyak orang dengan berbagai alasan.

Ada yang alasannya tidak punya waktu mempersiapkan alasan dan ada juga yang malas sarapan karena suka merasa sakit perut saat makan pagi.

Moch. Aldis Ruslialdi, SKM, CNWC, Nutrition & Wellness Consultant Nutrifood menjelaskan sarapan sangat baik untuk menjaga energi harian walaupun saat ini hanya bisa di rumah saja.

Berpuasa juga mencegah makan berlebih saat rentan siang hingha sore hari karena perut terlalu lama kosong karena tidak makan pagi.

"Saya pribadi menganjurkan sarapan untuk mencegah over eating," ungkap Aldis saat webinar beberapa waktu lalu.

Sarapan juga membantu mulut yang bawaanya ingin mengunyah terus sehingga banyak memakan camilan yang tinggi gula.

"Saat di rumah aja makanan di depan makanan itu kalau perut juga jadi enggak meronta-ronta," tutur Aldis.

Konsumsi Kurma Secara Rutin, Rasakan Manfaatnya, Turunkan Tekanan Darah & Kurangi Risiko Stroke

Konsumsi Saffron Secara Rutin Dapat Membantu Mengobati Diabetes, Cek Manfaat Rempah Termahal

Seandainya mau nyemil siang-siang disarankan untuk memilih camilan sehat seperti buah-buahan.

Kalau mau nyolong camilan yang manis-manis seperti cookies atau pilih kue yang tidak usah ada isiannya sehingga mengurangi kandungan gula.

"Kalau rendah kalori buah-buah tapi harus makan kue jangan kue yg ada isian atau krim. Nastar atau cookies misalnya pilih cookies aja. Porsinya dijaga," pungkas Aldis.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sarapan Bisa Bantu Kurangi Makan Berlebihan di Siang dan Malam Hari

Jangan Jadikan Mi Instan Menu Sarapan

Padatnya aktivitas tak jarang membuat kita lupa untuk sarapan pagi.

Padahal, selain minum air putih di pagi hari, sarapan pagi sangat penting untuk menambah energi anda.

Jika tidak sarapan, anda menjadi kekurangan energi dan lesu.

Tapi, tak jarang banyak orang yang memilih sarapan mie instan karena dianggap praktis dan bikin kenyang.

Padahal mie instan bukan menu makanan yang baik untuk sarapan pagi.

Mie instan menggandung beberapa zat yang harus diperhatikan karena bisa berbahaya untuk kesehatan.

 Sarapan Sehat & Lezat Dengan Oats, Bisa Turunkan Risiko Terkena Penyakit Mematikan Ini

Jangan terlena saat menikmati lezatnya dan praktis mie instan khususnya untuk menu sarapan.

Anda juga perlu memahami berbagai bahaya mie instant, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dilansir Tribuncirebon.com dari alodokter.com, ada beberapa hal yang harus anda ketahui mengenai mie instan yang bisa berbahaya khususnya apabila dikonsumsi untuk sarapan :

Bukan sumber nutrisi yang baik
Mie instan kerap disebut sebagai makanan tidak sehat lantaran kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi, namun rendah protein, serat, vitamin, dan mineral.

Penelitian telah membuktikan bahwa sering mengonsumsi mie instan berarti membiarkan tubuh mendapatkan kualitas makanan yang buruk. 

Lebih jauh lagi, mi instan dapat menimbulkan risiko sindrom metabolik. Sindrom ini akan meningkatkan kemungkinan Anda terserang penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

 Cara Ampuh untuk Mengontrol Gula Darah, Jangan Sampai Anda Terkena Diabetes !

Tinggi karbohidrat dan sodium/natrium
Mie instan yang disajikan dengan kaldu instan biasanya memiliki kandungan garam atau natrium yang tinggi.

Satu kemasan mie instan bisa mengandung sekitar 860 mg natrium.

Jumlah ini belum ditambah makanan lain yang mengandung natrium, yang Anda konsumsi pada hari yang sama.

Padahal asupan natrium yang disarankan per hari tidak lebih dari 2.000-2.400 mg (setara 5-6 gram garam).

Mengandung MSG
Penggunaan MSG (monosodium glutamate) yang berfungsi meningkatkan rasa mie instan menjadi lebih asin, manis, atau asam juga memiliki risiko kesehatan.

MSG dapat memicu reaksi alergi dengan gejala rasa sakit pada dada, berkeringat, jantung berdebar, dan sakit kepala).

Kandungan natrium yang tinggi dan MSG dari mie instan disarankan untuk dihindari oleh penderita hipertensi, pengguna obat diuretik, dan pengguna beberapa jenis obat antidepresan serta penderita gagal jantung kongestif.

 Cocok Banget Nih untuk Menu Sarapan Hari Ini, Yuk Bikin Nasi Goreng Sarden, Ini Resepnya

Perhatikan kemasannya
Hal lain yang perlu diperhatikan ketika membahas bahaya mie instan adalah kemasannya.

Ada mie instan yang dikemas dengan bahan yang menggunakan styrofoam yang mengandung bahan kimia bisphenol A (BPA).

BPA dapat mengganggu cara kerja hormon, memengaruhi perkembangan otak pada bayi dan anak-anak, serta menghambat perilaku. Bagi orang dewasa, berisiko meningkatkan penyakit jantung.

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved