Breaking News:

BIJB Resmi Tak Layani Penerbangan

BIJB Sudah Tak Terima Penumpang, tapi Masih Beroperasi untuk Pesawat Pengangkut Barang Bantuan

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka resmi tidak melayani seluruh rute penerbangan dengan empat maskapai yang ada di tengah...

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajadi Kabupaten Majalengka, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka resmi tidak melayani seluruh rute penerbangan dengan empat maskapai yang ada di tengah pandemi virus Corona.

//

Kendati demikian, bandara dianjurkan harus tetap beroperasi mengingat keberadaannya menjadi obyek vital dalam sektor menyuplai pasokan bantuan terhadap daerah yang terkena bencana.

Hal ini disampaikan, Direktur Utama PT BIJB Kertajati, Salahudin Rafi di kantornya, Rabu (8/4/2020).

Menurutnya, bandara tidak boleh tutup, mengingat posisinya sebagai obyek vital nasional security.

Selain itu, bandara selalu menjadi lokasi alternatif di setiap penerbangan yang dilintasi pesawat yang melintas.

"Bandara tidak boleh tutup, karena bandara adalah obyek vital, obyek vital nasional security karena bandara ini juga tetap sebagai bandara alternatif karena di atas kita ini masih ada yang terbang, jadi kalau mereka tidak kuat di atas, maka akan mendarat di bandara terdekat," ujarnya.

Menurut Rafi, bandara juga menjadi pintu gerbang untuk daerah yang ingin dikunjungi dalam segala bentuk tujuan.

Salah satunya, mengirimkan pasokan bantuan jika daerah yang bersangkutan mengalami suatu bencana.

"Walaupun tidak ada penerbangan kita tetap harus beroperasi, yang kedua obyek bandara ini sebagai pintu gerbang untuk Papua, kalau ada bencana alam, bencana seperti ini, sebab bandara itu yang paling tercepat dalam mengirimkan bantuan atau mengangkat korban agar segera di berikan pertolongan," ucapnya.

Oleh karena itu, Rafi menambahkan, ada karyawan dan petugas yang hingga saat ini masih bekerja seperti biasa di lingkungan bandara.

Meski memang, pihaknya sudah menetapkan kebijakan bekerja kepada hampir seluruh karyawannya dengan Work From Home (WFH).

"Dampak lainnya tidak ada, kami tetap standby di sini, perusahaan harus tetap berjalan karena fungsi bandara tadi tidak boleh mati. Begitu di rumahkan, begitu ada lockdown di beberapa daerah, disitu mulai sepi penumpangnya," kata Rafi.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved