Breaking News:

Human Interest Story

Pernah Membunuh, Tarjono Berkaca-Kaca Bisa Bebas Lebih Cepat, Janji Tak Ulangi Perbuatannya

Tarjono sebelumnya dihukum selama 12 tahun penjara atas kasus pembunuhan yang dilakukannya.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Seorang narapidana di Lapas Kelas II B Indramayu, Tarjono (24), Kamis (2/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Seorang narapidana di Lapas Kelas II B Indramayu mengaku seperti bermimpi setelah dirinya terpilih menjadi salah satu narapidana yang mendapat program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM.

Narapidana itu bernama Tarjono (24), ia kini bisa menghirup udara bebas lebih cepat dari masa hukuman yang mesti pertanggungjawabkannya.

Tarjono sebelumnya dihukum selama 12 tahun penjara atas kasus pembunuhan yang dilakukannya.

"Seneng kaya mimpi, seolah-olah gak nyangka bisa keluar," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Lapas Kelas II B Indramayu, Kamis (2/4/2020).

Saat ditemui Tribuncirebon.com, Tarjono terlihat berkaca-kaca, ia terus memandangi pernyataan asimilasi yang didapatnya tersebut.

Pria yang sudah menghabiskan waktu selama 6 tahun di dalam penjara itu tidak henti-hentinya membaca setiap poin yang menyatakan dirinya bisa bebas lebih cepat.

"Tidak bisa diungkapin dengan kata-kata, intinya sangat bahagia," ucapnya.

Update Otak Pelaku Pemerkosaan Siswi SMK oleh 7 Kakak Kelasnya Merupakan TTM Korban, dan Masih DPO

Ada Wabah Corona, 120 Napi di Indramayu Bakal Bebas Lebih Cepat

Pada kesempatan itu dirinya mengucap banyak terimakasih kepada pemerintah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Selepas keluar dari penjara, ia mengaku ingin menjadi pribadi yang baik dan bisa berguna.

"Saya janji tidak akan mengulangi lagi, saya tidak mau kembali ke sini lagi," ujarnya.

Tarjono sendiri merupakan satu dari 12 narapidana gelombang pertama yang mendapat asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM pada hari ini.

Untuk gelombang kedua ada 108 narapidana lagi yang bakal menerima program pembebasan lebih cepat tersebut.

Seorang Pria Terobos Kobaran Api Selamatkan Istri & 4 Anaknya dari Kebakaran Kios di Aceh Timur

Hati-hati, Hand Sanitizer pun Bisa Kedaluwarsa Lho, Fungsinya Jadi Tak Efektif Bunuh Kuman

Kasi Binadik dan Giatja Lapas Kelas II B Indramayu, Alex Eko Santosa mengatakan, pemberian asimilasi ini menyikapi keadaan darurat pandemi virus corona atau Covid-19 yang dikhawatirkan menyebar dikalangan narapidana karena kondisi sel yang overload atau melebihi kapasitas.

Pemberian asimilasi itu sesuai dengan Permenkumham Nomor 10 tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.

"Dari total 640 narapidana, 12 narapidana diberikan asimilasi yang dilakukan pada hari ini, 108 narapidana menunggu tanda tangan Kalapas antara sore atau besok harinya baru bebas," ujar dia.

Pembebasan itu menyikapi keadaan darurat pandemi virus corona atau Covid-19 yang dikhawatirkan menyebar dikalangan narapidana karena kondisi sel yang overload atau melebihi kapasitas.

Dirinya menyampaikan untuk 108 yang masuk dalam gelombang kedua itu, 18 diantaranya masih menjalani subsider dan 90 lagi sudah tidak menjalani.

"Kalau mereka yang mendapat masa asimilasi dengan masih menjalani subsider kita berkoordinasi dengan Kejaksaan dan nanti tahap pengawasannya dari Kejaksaan dan pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas)," ujar dia.

Alex Eko Santosa mengatakan, pemberian asimilasi para narapidana itu sesuai dengan Permenkumham Nomor 10 tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.

Pemberian asimilasi ini pun hanya diperuntukan untuk narapidana umum saja, seperti pembunuhan, pencurian, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk kasus narkoba dan korupsi tidak diberikan.

Para narapidana yang mendapat asimilasi juga harus berprilaku yang baik selama menjalani masa tahanan.

"Dengan syarat bahwasanya 2/3 masa tahanan per 31 Desember 2020," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved