ODP Virus Corona di Kuningan

BREAKING NEWS: Ada 30 ODP Virus Corona di Kuningan, Sebagian Besar Baru dari Luar Negeri

Ada sebanyak 30 warga yang masuk dalam kategori Orang dalam Pemantauan (OPD) virus corona di Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Susi Lusiyanti 

Sarman yang juga dokter saat di lapangan mengatakan, saat ini hanya memeriksa dan akan melakukan pantauan selama dua pekan ke depan terhadap mereka. "Iya tadi kami periksa kesehatan mereka," ujarnya.

Selain memeriksa satu keluarga tersebut, Tim Kesehatan Gabungan mengumpulkan warga untuk menyosialisasikan perihal virus Covid-19 dan antisipasi pencegahannya. Warga Dusun Cihieum diberikan juga tata cara menjaga kesehatan dengan cuci tangan menggunakan sabun.

Masih di tempat sama, Kepala Desa Ciporang, Kecamatan Maleber yakni Heri Hernawan mengatakan, pihaknya membenarkan adanya pemeriksaan yang di lakukan tim media, terhadap warganya. "Tadi tim medis gabungan dengan petugas TNI-Polri kesini," ucapnya.

Heri meminta warga untuk tenang dalam menghadapi kasus seperti. "Karena, kepada perangkat desa juga telah diimbau untuk selalu melaporkan setiap ada kegiatan di masyarakat," jelas dia. (*)

Meninggal Satu Orang

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya masih menyempurnakan keakuratan dan sistem pendataan di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar). Sampai Senin (16/3) tercatat ada 10 pasien positif virus corona asal Jawa Barat, dua di antaranya meninggal dunia.

Dari data 10 orang tersebut, satu orang yang dinyatakan positif dan meninggal dunia adalah seorang warga Kabupaten Cianjur. Selain itu, yang meninggal dunia juga adalah seorang perawat kesehatan di sebuah rumah sakit di Jakarta yang berdomisili di Kabupaten Bekasi.

Delapan pasien lainnya yang dinyatakan positif dan masih diisolasi dan dirawat adalah seorang warga Purwakarta yang dirawat di RS Rotinsulu Bandung dan seorang warga Kabupaten Cirebon yang dirawat di Kota Cirebon.

Kemudian dua warga Kabupaten Bekasi yang merupakan istri dan anak pasien yang meninggal di Kabupaten Cianjur, seorang warga Kota Bandung, dan tiga orang warga Kota Depok.

"Kita masih koordinasi, update data yang keliru kita perbaiki, seperti yang posisinya sudah sembuh tapi datanya masih posisi yang sama, itu yang kita akan sempurnakan," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Senin (16/3).

Penyempurnaan data di Pikobar ini, katanya, akan terus disempurnakan hingga sampai suatu hari nanti sangat memadai dan lengkap sesuai dengan kebutuhan yang masyarakat butuhkan.

"Jadi harap dimaklum dulu posisi awal data ini saya kira nanti Kepala Dinas Kesehatan akan bertanggung jawab karena verifikasi data di Dinas Kesehatan yang harus saya monitor untuk datanya akurat," katanya.

Namun demikian, katanya, Pikobar ini diapresiasi Menteri Dalam Negeri RI dan dalam waktu dekat akan ditinjau oleh tim dari kementerian supaya bisa diduplikasi di daerah lainnya.. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved