200 Tentara Korea Utara Mati karena Virus Corona, Jasadnya Tak Dikremasi, Dibilang Terlalu Banyak
Para tentara yang meninggal ini sebelumnya menderita demam tinggi yang merujuk pada pneumonia, tuberkolusis, asma, atau flu.
Langkah ini berbeda dengan anjuran pemerintah Korea Utara, semua mayat harus dikremasi.
"Terlalu banyak mayat (dikremasi di militer) dan mereka tidak ingin diliput (prosesi kremasinya) dan bocor ke luar militer," ujar sumber kepada Daily NK.
"Saya belum pernah mendengar mayat dikremasi di rumah sakit militer."
"Pimpinan militer sepertinya percaya, tiba-tiba meminta petugas rumah sakit mengkremasi semua mayat itu akan membuat mereka sakit kepala," sumber tersebut menambahkan.
Baca: 6 Napi Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Italia bagian Utara akibat Aturan Karantina Virus Corona
Baca: Korea Utara Klaim 0 Kasus Virus Corona di Negaranya, Media Korea Selatan Justru Ungkap Hal Berbeda
Otoritas setempat juga menyuruh rumah sakit untuk terus mensterilisasi lokasi karantina.
Di mana tempat itu menjadi area perawatan para tentara yang sedang sakit.
Sejumlah rumah sakit militer itu dikabarkan menggunakan metanol untuk mendisinfeksi tempat mereka.
"Para pimpinan militer juga memerintahkan agar tentara dengan sistem imun yang lemah atau menderita sakit sebelumnya, agar diamati dengan cermat," jelas sumber militer ini.
Tidak ada informasi terkait jumlah kasus COVID-19 di negara komunis ini.
Otoritas Militer Menghukum Unit Kemiliteran yang Gagal Ikuti Prosedur COVID-19
Otoritas militer mengancam akan menghukum para pemimpin unit militer yang gagal menjalankan prosedur pencegahan COVID-19.
"Evaluasi di kemudian hari terkait kesiapan pertempuran mencakup tinjauan jumlah tentara yang tewas," kata sumber militer ini.
Para petugas unit militer ini, akan bertanggungjawab atas kematian yang ada di unit masing-masing.
Para pemimpin militer juga bertugas memastikan logistik, termasuk pasokan makanan di unitnya.
Upaya ini bertujuan untuk memastikan para tentara mendapat cukup makanan sehingga mereka bisa segera pulih.
"Otoritas bertanggung jawab atas ketersediaan logistik militer."
"Setidaknya para tentara mendapat 800 gram makanan per harinya," jelas sumber ini.
"Mereka (otoritas militer) menekankan bahwa tentara makan tiga kali sehari terdiri dari sup kedelai murni per hari dan yang lainnya," tambahnya.
Sebelumnya, media Korea Utara pernah menyoroti gizi buruk yang terjadi pada tentara Korea Utara.