Cukup Bayar Rp 250 Ribuan Per Bulan, Warga Berpenghasilan Rendah Bisa Tinggal di Apartemen Transit
Apartemen transit tersebut di antaranya dibangun di Batujajar di Kabupaten Bandung Barat dan sudah dihuni.
Apartemen itu terdiri atas enam gedung. Halaman gedungnya terdapat lapangan basket, futsal hingga voli. Pohon dengan dahan lebar tampak membuat teduh suasana.
Di sejumlah titik, terdapat sarana bermain anak. Sejumlah bocah tampak sedang bermain di arena bermain anak ditunggui orangtuanya. Mereka bermain perosotan hingga bermain ayunan di bawah pohon yang rindang.
Satu gedung terdiri atas lima lantai. Lantai 1 untuk mereka yang difable. Tribun menyusuri lorong-lorong setiap lantai. Suasananya asri dan bersih, tidak seperti apartemen yang dibangun pemerintah pada umumnya.
Pemandangan asri, bersih dan rapi juga tampak terlihat di halaman apartemen. Padahal, apartemen itu sudah dihuni lebih dari tiga tahun.

Informasi yang dihimpun di kantor pengelola, setiap ruangan apartemen terdiri dari tipe unit 24. Tipe ini untuk lantai 1 dan 5 dengan biaya sewa Rp 215 ribu per bulan. Sedangkan untuk ruangan di lantai 2 dihargai Rp 245 ribu per bulan, lantai 3 Rp 235 ribu dan lantai 4 Rp 225 ribu.
Sedangkan untuk tipe 27, kamar di lantai 1 biaya sewanya Rp 225 ribu per bulan. Lantai 2 Rp 300 ribu per bulan, lantai 3 Rp 275 ribu, lantai 4 Rp 250 ribu dan lantai 5 Rp 225 ribu.
"Semua kamarnya untuk pekerja. Tapi tidak boleh selamanya menetap, sistemnya sewa. Saat ini hunianya sudah penuh, semua yang menghuninya dari kalangan pekerja," ujar Dedi, kepala keamanan Apartemen Transit Rancaekek.
Menurut Dedi, setiap penghuni diwajibkan menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga, urusan kebersihan tidak hanya urusan pengelola.
"Saat ini yang menghuninya ada yang sudah berkeluarga ada juga yang belum berkeluarga," ujarnya. (*)