Begini Sejarah Makam Raden Toemenggoeng Dendanagara yang Diyakini sebagai Bupati Majalengka Pertama
Napak tilas itu bertujuan mengenalkan kepada masyarakat makam Raden Toemenggoeng Dendanagara
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Artinya, Arya Sriningrat Kangjeng Majalengka malam itu pada hari Jum’at Tanggal 23 Bulan Syiam (Ramadhan) Tahun Dal 1327 Hijriyyah.
"Atawa Walandi tanggal 18 Oktober ari Jumah 1909 kang ngapalani Haji Muhamad Rafingi Holifah wa syahadu‘ala dzalika K.H. Abduliman Wanadireja."
• Unjuk Rasa di Depan Disdik Indramayu Nyaris Ricuh, Ada Seorang Dari Massa Aksi Menerobos Barisan
Artinya, atau menurut penanggalan Belanda; hari Jum’at tanggal 18 Oktober 1909. Yang mengepalai/mengetuai Haji Muhamad Rofingi Khalifah dan yang menyaksikan hal tersebut adalah K.H. Abduliman Wanadireja.
Pada batu nisan juga tertera kalimat yang ditulis dalam bahasa dan huruf yang sama, di antaranya adalah.
"Hijra Kangjeng Nabi Muhamadh 1268."
Artinya, Hijrah Kanjeng Nabi Muhammad 1268.
"Tahun 1268 Hijriah."
Artinya, 1440 –1268 = 172 tahun.
"Punika Pa-hingettaning ta-hun waladhi 1852."
Artinya, Inilah catatan tahun Belanda 1852 (2018-1852 = 166 tahun).
"Punika pa-hingettan ning babadh 1781."
Artinya, inilah catatan babad tahun 1781 (2018 – 1781 = 237 tahun].
Di sana juga ada tulisan lainnya, sebagai berikut.
"Hadza Kiyahi Mas Sutadiwirya Rama nipun Kiyahi Mas Demang Wedana Maja."
Artinya, inilah Kyai Mas Sutadiwirya Ayahanda dari Kyai Mas Demang Wedana Maja.