Suspect Corona di Cirebon
VIDEO - WNA Asal Cina Jadi Suspect Corona, Dirawat di Ruang Isolasi RSD Gunung Jati Kota Cirebon
Menurur Direktur Utama RSD Gunung Jati, dr Ismail Jamaludin, kedatangan XC ke Kota Udang ialah ingin belajar tari topeng Cirebon.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi pasien.
Hasilnya, dari beberapa indikator kondisi pasien dinyatakan baik dan belum ditemukan adanya gejala pneumonia.
Namun, Ismail mengatakan, status pasien ditetapkan sebagai dalam pengawasan karena berasal dari Provinsi Hubei yang salah salah satu kotanya ialah Wuhan.
"Hasil rontgen toraks dan dadanya juga menunjukkan kondisi normal, tidak ditemukan riwayat infeksi paru-paru ataupun pneumonia," kata Ismail Jamaludin.
Alami Demam sejak di China
WNA asal Hubei, China, berinisial XC (25) dirawat di Ruang Isolasi RSD Gunung Jati, Kota Cirebon.
XC dilarikan ke RSD Gunung Jati pada Selasa (4/2/2020) siang dan langsung ditempatkan di ruang isolasi.
"Pasien mengalami gejala demam dan sesak nafas," kata Direktur Utama RSD Gunung Jati, dr Ismail Jamaludin, dalam konferensi pers di Ruang Komite Medik RSD Gunung Jati, Jl Sudharsono, Kota Cirebon, Rabu (5/2/2020).
• Terungkap Pencuri Perhiasan Lina Rp 2 M Yang Diberi Sule, Perhiasan Teddy Juga Ikut Raib
Ia mengatakan, demam tersebut sudah dirasakan XC sejak 30 Januari 2020 masih berada di China.
Setibanya di Indonesia demam yang dialami pasien diketahui semakin parah.
Namun, pasien sempat meminum obat penurun panas sehingga saat dilarikan ke rumah sakit suhu tubuhnya hanya 37,7 derajat celcius.

• Antisipasi Longsor, TNI-Polri Membuat Bronjong di Sungai Cikasarung Majalengka
Menurut Ismail, suhu tersebut tergolong tidak terlalu tinggi untuk ukuran orang yang demam.
"Tapi ada gejala batuk dan sesak nafas sehingga pasien dikategorikan dalam pengawasan," ujar Ismail Jamaludin.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan RSHS Bandung sebelum menyimpulkan pasien masuk sebagai kategori dalam pengawasan.
Ismail mengatakan, kategori tersebut didasarkan pada latar belakang pasien dari Provinsi Hubei yang salah satu kotanya ialah Wuhan.