4 Gadis Bandung Dipaksa Layani 10 Pria Hidung Belang dalam Sebulan, Dibayar Sangat Murah
Pada saat, razia tersebut mereka berempat disekap di kamar mandi, supaya tidak ketahuan karena mereka ada di sana.
Kata dia, duit hasil terserbut akan dipotong setengah dari hasil tersebut, misalkan Rp 300 dipotong setengah menjadi Rp 150 ribu.
"Untuk kami Rp 150 ribu. Namun kalau nginep Kami di bayat Rp 500 ribu, dipotong Rp 380 ribu sisanya untuk kami, " ujarnya.
Pengakuan keempatnya mereka mengaku disekap pada saat polisi datang ke tempat tersebut.
• Mengais Rezeki Dari Kerajinan Kursi Ecobrick, Para Lansia Indramayu Kampanyekan Peduli Lingkungan
• Tingkat Pengangguran di Kabupaten Indramayu Mengalami Penurunan di 2019 Mencapai 8,28 Persen
* Polisi Nyamar
Tim Opsnal Polres Pangkalpinang yang dipimpin Aiptu Mardi Bule, Rabu (29/1/2020) pukul 16.00 WIB, mengecek ke lokasi terkait informasi yang didapat.
Untuk memastikan hal tersebut, anggota Tim Opsnal Polres Pangkalpinang menyamar sebagai pelanggan.
Penyamaran ini dilakukan untuk memastikan nama yang berinisial ARS (15) yang merupakan korban perdagangan manusia.
Tim Opsnal Polres Pangkalpinang, dibantu Unit Pelindung Perempuan dan Anak Polres Pangkalpinang langsung melakukan penggeledahan lalu ditemukan korban sedang berada didalam kamar.
Setelah dilakukan pengembangan bahwa terdapat empat anak dibawah umur yang bekerja di cafe tersebut, kemudian ke empat anak tersebut dibawa ke Polres Pangkalpinang untuk diamankan.
Saat ini, Kamis (30/1/2020) ke empat korban pedagangan manusia masih diperiksa di ruangan Unit PPA Polres Pangkalpinang. Guna memperdalam informasi tersebut.
• Hasil Autopsi Jenazah Lina Diumumkan Besok, Polisi Gelar Perkara Hari Ini, Bagaimana Nasib Teddy?
• Nella Kharisma Makin Mesra dengan Dory Harsa Penabuh Gendang Ganteng, Saling Memuji di Instagram
Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang mengatakan Polres Pangkalpinang mendapat laporan dari Polda Jabar, terkait perdagangan manusia yang terjadi di Pangkalpinang.
Pengaduan tersebut didapatkan dari orang tua korban yang mengadu ke Polda Jabar, berdasarkan hal itu, Polres Pangkalpinang memerintakan kepada Tim Opsnal dan Unit PPA Polres Pangkalpinang untuk mengecek hal tersebut.
"Kami amankan empat anak di Lokalisasi teluk bayur, tiga diantaranya dibawah umur, belum dewasa, mereka ini korban trafficking," kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang, Kamis (30/1/2020) di ruangan Unit PPA Polres Pangkalpinang.
Kata jadiman, Paling lama dari keempatnya lima bulan sudah bekerja disana. Mereka kesini belum di imingin bekerja di kafe, yang bersangkutan tidak dapat gaji malah ada hutang di kafe tersebut.
"Selanjutnya keempat akan dijemput polda Jabar, hari sabtu rencananya," katanya. (Bangkapos.com/Yuranda)
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Empat Gadis Bandung Ditarget Layani 10 Pria dalam Sebulan, Dibayar Murah, Disekap Saat Ada Razia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/empat-gadis-bandung.jpg)