Umar ART Nike Ardilla

Kisah Pilu Umar ART Nike Ardilla Sempat Jadi Pemulung, Sebelum Diboyong Melly Goeslaw ke Jakarta

Menurut Mamih, keluarganya memang sempat mempunyai dua orang ART yang bernama Umar, tapi masa mengabdinya di waktu yang berbeda.

Editor: Mumu Mujahidin
ISTIMEWA
Mamih (ibunda Almh Nike Ardilla), Umar, mantan ART Nike, dan Atun, mantan manajer Nike Ardilla. 

Laporan Wartawan Tribun, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS - Sebelum diboyong oleh penyanyi terkenal Melly Goeslaw ke Jakarta, Umar mantan ART Almarhum Nike Ardilla pernah bekerja setahun sebelum almarhum meninggal.

"Umar yang mana, Umar itu ada dua," ujar Ny Nining Ningsihrat (70), ibunda almarhumah Nike Ardilla ketika ditemui di kediamannya di Kampung Cidudu Rt 05 Rt 14 Dusun Lebak Lipung Desa Imbanagara Ciamis, Kamis (5/12) sore.  

Kediaman Ny Nining Ningsihrat yang akrab dipanggil Mamih (terutama di kalangan para penggemar Nike Ardilla) tersebut berada di sisi gang depan lapangan voli hanya sekitar 200 meter dari makam Nike Ardilla yang berlokasi di pemakaman Cidudu.

Menurut Mamih, keluarganya memang sempat mempunyai dua orang  ART yang bernama Umar, tapi masa mengabdinya di waktu yang berbeda.

"Ada Umar pendek, ada Umar jangkung. Umar yang jangkung  itu dari Tasik. Sekarang diajak ama Melly (maksudnya, Melly Goeslaw)," tuturnya.

Umar sempat lima tahun jadi ART di keluarga almarhumah Nike Ardilla tersebut, setahun ketika Nike Ardilla masih hidup.

Full tinggal di Bandung.

Kemudian berlanjut empat tahun setelah pelantun lagu “Seberkas Sinar” tersebut meninggal. Kadang di Bandung dan lebih sering di Ciamis.

Umar bertugas mencuci dan bebersih.

Orangnya baik, kerjanya telaten. “Tugasnya nyuci dan bebesih” tambahnya.

“Sukanya memang bebersih, anaknya baik,” ujar Mamih yang didampingi ART-nya Dede Minul (39).

Namun setelah orangtuanya meninggal sekitar tahun 2000, Umar memilih pulang kampung ke Pamoyanan Ciawi Tasikmalaya.  

“Rumahnya dekat jalan ke Suryalaya (Pesantren Suryalaya Pager Ageung Tasikmalaya. Tidak jauh dari pertigaan jalan besar Tasik-Bandung sebelum Gentong,” ujar Dede Minul (39)  yang kini menjadi ART di kediaman Mamih di Imbanagara tersebut sejak 18 tahun lalu.

Malam Jumat, Ini Bacaan Doa untuk Berhubungan Suami Istri, Penyebab Bayi Selamat dari Bahaya Setan

Guru Honorer di Indramayu 4 Bulan Tak Digaji, Padahal Sebulan Cuma Rp 300 Ribu, Nyambi Metik Cabai

Dede Minul, asli Warung Jambe Cianjur penggemar berat almarhumah Nike Ardilla.

Tak hanya penggemar tetapi memilih mengabdi pada keluarga almarhumah Nike Ardilla tersebut sejak 18 tahun lalu setelah Umar tak lagi jadi ART keluarga besar Nike Ardilla.

“Saya menunggu rumah di Imbanagara ini saja. Kalau di Bandung (rumah keluarga besar Nike Ardilla di Bandung) kan banyak orang. Sementara di Ciamis, mamih kan sendiri. Kadang juga sering ke Bandung, diantar Kang Deden atau dijemput Kang Alan (kakak-kakak Almh Nike Ardilla)," tuturnya.

"Ada atau tidak ada mamih di sini, saya selalu jaga rumah. Tiap minggu ada saja penggemar (NAFC) yang ziarah bahkan sampai menginap di rumah ini terutama yang jauh-jauh,” tambahnya.

Pemkot Cimahi Raup Rp 901.945.400 Sebagai Pendapat Asli Daerah dari Retribusi Izin Pekerja Asing

Cek Jadwal Penerbangan di Bandara Kertajati Hari Ini, Lengkap Dengan Rute dan Harga Tiketnya

Meski sudah tidak tinggal bersama keluargan besar Nike Ardilla lagi, menurut Dede, Umar tetap berkomunikasi bahkan sesekali datang ke Ciamis.

Setelah pulang ke Tasikmalaya Umar menikah dan sempat tinggal di rumah panggung milik majikan almarhum orangtuanya.

“Umar sempat buka usaha terima cucian dari tetangga. Tapi tidak pakai mesin, pakai tangan (manual). Sekarang mungkin disebutnya laundry. Kalau jadi pemulung mungkin baru-baru ini,” ujar Dede Minul.

Kondisi kehidupan Umar mantan ART Nike Ardilla tersebut rupanya sampai juga ke telinga sejumlah penggemar Nike Ardilla yang tergabung dalam NAFC (Nike Ardilla Fans Club).

“Kemarin, sekitar November akhir, kami datang ke rumah Umar di Tasik. Mamih ikut, ada Ema (ketua NAFC pusat), Adelia, Jo dan Atun (mantan manajer Nike Ardilla, saksi hidup saat kecelakaan mobil di Jl Riau Bandung yang merenggut nyawa  pelantun Bintang Kehidupan tersebut)," katanya.

"Kami naik mobil, yang tau jalan ke rumah Umar kebetulan saya. Alhamdulillah, sekarang Umar udah dijemput, udah gabung ama Teh Melly (Melly Goeslaw), gabung di Cinere,” jelasnya.

Menurut penuturan Ny Nining Ningsihrat, ia memilih tinggal di Imbanagara Ciamis karena ingin dekat anak bungsunya tersebut.

Meski di kediamannya di Kampung Cidudu tersebut ia hanya ditemani Dede Minul.

“Di sini kan dekat dengan si Neng (maksudnya almh Nike Ardilla), kalau lagi kangen tinggal jalan  ke makam,” tutur Mamih Nining Ningsihrat.

Jarak antara kediaman Mamih dengan makam almarhumah Nike Ardilla yang berlokasi di pemakaman keluarga di komplek pemakaman umum Cidudu tersebut hanya sekitar 200 meter.

Dan makam Nike Ardilla tersebut berdampingan dengan makam alm HE Kusnadi, ayahanda Nike Ardilla yang tentunya adalah suami Ny Nining Ningsihrat.

Makam Nike Ardilla dan ayahandanya tersebut berada di bawa satu cungkup atap.

Menurut penuturan Mamih, setiap minggu ada saja yang datang ziarah ke Makam Nike Ardilla terutama tentunya para penggemar.

“Kalau yang jauh-jauh biasanya menginap di sini. Ada yang dari Surabaya, Sulawesi, dari Kalimantan. Kalau lagi tidak kerja, hari libur banyak yang datang. Setiap hari ada saja yang nelpon nanyain kabar mamih,” ujar Ny Nining Ningsihrat yang Kamis sore tersebut baru saja usai menerima sambungan video call dengan seorang penggemar Nike Ardilla.

Pasangan suami istri, H Edy Kusnadi (alm) dan Ny Nining Ningsihrat dikarunia tiga orang anak, yakni Alan, Deden dan bungsu Nike Ardilla (almh).

Alan tinggal di Bandung sembari menjaga museum Nike Ardilla, sedangkan Deden tinggal di Ciamis.    

Kehadiran maupun silaturahmi  para penggemar telah menjadi penyemangat bagi Ny Nining Ningsihrat untuk memilih tinggal di Imbanagara Ciamis agar selalu “dekat” dengan almarhumah anak bungsunya tersebut.

Di kediamannya yang berada di sisi gang depan lapangan voli tersebut sejumlah foto, poster Nike Ardilla terpajang dan terjaga dengan baik.

Kadang ia juga ke Bandung diantar atau dijemput anaknya.

“Tapi sekarang belum ke Bandung, sejak bulan Maulud belum ke Bandung,” tambahnya.    

Kompleks makam Nike Ardilla sangat terawat dan terjaga kebersihannya. Kamis (5/12) sore tersebut tampak Ibu Among baru saja usai bebersih, menyapu makam Nike Ardilla.

“Tadi baru dipel biar keramiknya tetap mengkilat dan selalu bersih. Tiap minggu ada saja berziarah ke sini, apalagi pada hari libur,” tutur Ibu Among.

Dan sore tersebut terlihat sejumlah anak-anak terlihat bermain di jalan di komplek pemakaman umum Cidudu tersebut.

Meski kompleks makam ini cukup terawat namun musala Nike Ardilla yang dibangun dan diresmikan tanggal 19 Maret 1996 (setahun setelah Nike Ardilla) sumbangan dari Musik Plus Record Jakarta dalam kondisi tidak terawat.

Bahkan wisma yang dibangun tak jauh dari musala tersebut kini tinggal puing-puing seperti bangunan korban gempa. (andri  m dani)

Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Kisah Umar, ART Nike Ardilla, Sebelum Jadi Pemulung Pernah Jadi Buruh Cuci Pakaian, https://cirebon.tribunnews.com/2019/12/05/kisah-umar-art-nike-ardilla-sebelum-jadi-pemulung-pernah-jadi-buruh-cuci-pakaian?page=all.

Editor: Machmud Mubarok

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved