Jabar Region

Pemkot Cimahi Raup Rp 901.945.400 Sebagai Pendapat Asli Daerah dari Retribusi Izin Pekerja Asing

Isnendi menjelaskan pencapaian dana retribusi tersebut dari para pekerja asing dan perorangnya harus membayar 1.200 dolar.

Pemkot Cimahi Raup Rp 901.945.400 Sebagai Pendapat Asli Daerah dari Retribusi Izin Pekerja Asing
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Tiga warga asing ikut mengantre acara open house Jokowi di kawasan Monas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi meraup dan menambahkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) sebesar Rp 901.945.400.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2TKT) pada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, Isnendi mengatakan retribusi IMTA ini belum masuk kas daerah.

"Kalau sebelumnya gak masuk kas daerah karena belum ada Perdanya. Baru tahun ini ada, allhamdulilah sudah Rp900 juta," kata Isnendi.

Penarikan retribusi terhadap pekerja asing itu sudah tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Tahun 1 Tahun 2017 tentang Jasa Retribusi Perizinan Tertentu yang diikuti aturan teknis berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor Tahun 58 tentang Tata Cara Pemungutan Retribusi Perpanjangan Izin Pemperpanjang TKA.

Isnendi menjelaskan pencapaian dana retribusi tersebut dari para pekerja asing dan perorangnya harus membayar 1.200 dolar.

"Awalnya kita hanya menargetkan 36, sampai saat ini ternyata sudah ada 53 orang. Jadi memang tergantung kurs dolar yang berlaku fluktuatif. Kalau lagi bagus bisa sampai Rp17 juta," jelasnya.

Kisah Umar, ART Nike Ardilla, Sebelum Jadi Pemulung Pernah Jadi Buruh Cuci Pakaian

Cek Jadwal Penerbangan di Bandara Kertajati Hari Ini, Lengkap Dengan Rute dan Harga Tiketnya

Proses IMTA di Kota Cimahi akan dilanjutkan lagi tahun kedua sejak TKA bekerja hingga tahun ke-5.

"Tahun pertama itu di pusat, tahun ke-6 nanti ke pusat lagi," ujarnya.

Isnendi menjelaskan, para TKA yang bekerja di Kota Cimahi yang ditarik retribusi IMTA-nya tidak termasuk pekerja asing yang bekerja pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Sebab, pekerja KCIC menjadi kewenangan dari pemerintah pusat.

Wah Bakalan Ada yang Dapat Kejutan Nih dari Kekasihnya, dan Leo Akan Terus Bergerak dan Move On

Kenapa Liverpool Sulit Clean-Sheet, Ini Jawaban Virgil van Dijk

"Kalau kita hanya menarik yang memang bekerja di perusahaan atau industri di Kota Cimahi. Asalnya beragam dari Jepang, China, Korea, Belanda, Belgia, USA, Malayasia," terangnya.

Isnendi melanjutkan, pembayaran IMTA menjadi salah satu syarat agar pekerja asing memperoleh Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS).

"Kalau sudah bayar nanti sebagai syarat KITAS, kalau belum bayar gak diperpanjang oleh Imigrasi," pungkasnya.

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved